Cedera, Ahsan/Hendra Ubah Tempo Main demi Final All England

CNN Indonesia | Sabtu, 09/03/2019 21:24 WIB
Cedera, Ahsan/Hendra Ubah Tempo Main demi Final All England Perjuangan Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan sempat terkendala cedera yang dialami Hendra dalam semifinal All England 2019. (Dok. Humas PBSI)
Jakarta, CNN Indonesia -- Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan mengubah tempo bermain menyusul cedera betis kanan yang dialami Hendra pada gim kedua semifinal All England 2019, Sabtu (9/3) malam, waktu Indonesia barat.

Ahsan/Hendra menjalani gim pertama yang cukup sengit ketika menghadapi Takeshi Kamura/Keigo Sonoda. Setelah kemenangan 21-19, Hendra sempat mendapat perawatan dari tim dokter dengan semprotan pereda nyeri dan pemasangan pelindung di betis kanan.

Kondisi cedera Hendra membuat tempo bermain pasangan juara All England 2014 itu berubah pada gim kedua. Kendati mengalami perubahan tempo, Ahsan/Hendra justru mampu menjaga jarak poin lebih jauh ketimbang gim pertama dan menyelesaikan pertandingan dengan skor 21-16.


"Koh Hendra tetap mau fight, jadi kami harus fight. Tempo main berubah, Jepang juga mau mengubah tempo, ini menguntungkan buat kami, mereka jadi lebih banyak angkat bola," kata Ahsan setelah pertandingan dikutip dari rilis resmi PBSI.

Cedera, Ahsan/Hendra Ubah Tempo Main demi Final All EnglandMohammad Ahsan/Hendra Setiawan kembali tampil di final All England setelah 2014. (Dok. PBSI)
Dalam wawancara setelah pertandingan, Hendra tidak turut serta karena masih menjalani perawatan. Sebelumnya, dalam pertandingan melawan Kamura/Sonoda, Hendra sempat mendapat pertolongan dokter pertandingan pada jeda antar gim dan jeda interval gim kedua.

"Tadi pasti ada khawatir, pola permainan berganti. Lawan mau memperlambat tempo main, mereka mau jauh-jauhkan bola, tapi kami sebisa mungkin ngambil pola supaya koh Hendra banyak di depan, tapi sebaliknya dia banyak di belakang. Tapi alhamdulillah tadi banyak dapat poin juga" ucap Ahsan.

"Bukan strategi ya mau main dengan pola begitu, memang keadaan yang menuntut kami begitu. Sebisa mungkin kami kontrol, kalau tidak kontrol bisa pontang-panting. Enggak mau mikir terlalu jauh, mikir satu-satu dulu, akhirnya kami bisa sampai ke final," sambungnya.

Ahsan/Hendra dapat menjalani all Indonesian final jika Fajar Alfian/M Rian Ardianto berhasil mengalahkan pasangan asal Malaysia Aaron Chia/Soh Wooi Yik. (nva/nva)


BACA JUGA