Rossi Akui Yamaha Lebih Lemah di Awal MotoGP 2019

CNN Indonesia | Selasa, 12/03/2019 05:58 WIB
Rossi Akui Yamaha Lebih Lemah di Awal MotoGP 2019 Valentino Rossi mengakui Yamaha masih lebih lemah dibanding para pesaing di awal musim MotoGP. (KARIM JAAFAR / AFP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pebalap Yamaha, Valentino Rossi menyatakan motor miliknya masih memiliki banyak kelemahan dan kekurangan bila dibandingkan sejumlah motor lain di balapan perdana MotoGP 2019 di Qatar.

Rossi mendapat pujian lantaran finis di posisi kelima setelah ia start dari posisi ke-14. Namun Rossi mengisyaratkan ada banyak hal yang harus diperhatikan dibandingkan larut dalam kegembiraan tersebut.

"Masalahnya adalah kami ada di belakang Ducati, Honda, motor non pabrikan Honda [Cal Crutchlow], dan Suzuki. Masalah tahun ini bagi kami adalah Suzuki begitu kuat."


"Cal juga sangat kuat tahun lalu namun saya bisa mengalahkannya. Peningkatan terbesar ada pada Suzuki, jadi kami memang harus terus bekerja keras," kata Rossi seperti dikutip dari Motorsport.

Rossi kemudian mengungkapkan sejumlah masalah Yamaha yang harus bisa dibenahi bila masih ingin bermimpi jadi pesaing dalam perburuan gelar juara dunia.

"Masalah kami kurang lebih sama dengan 2018, begitu juga dengan level penampilan kami. Dalam sejumlah area kami mengalami peningkatan namun sayangnya kami selalu kesulitan dengan cengkeraman ban belakang dan hal itu tentu sulit."

Valentino Rossi menilai motor Yamaha masih bermasalah dengan cengkraman ban.Valentino Rossi menilai motor Yamaha masih bermasalah dengan cengkraman ban. (REUTERS/Ibraheem Al Omari)
"Di balapan Qatar, ban juga bermasalah namun kami bisa bertahan. Bila bertarung di sirkuit lain ketika ban mulai terasa tak mencengkeram, maka penampilan kami akan lebih menurun. Kami kurang lebih berada pada jenis motor yang sama," tutur The Doctor.

Rossi lalu menyatakan motor-motor rival seperti Ducati, Honda, dan Suzuki sudah lebih unggul dalam beberapa hal.

"Situasi bagi kami sangat sulit karena selisih kami dalam kecepatan maksimal sangat besar. Namun permasalahan bukan hanya pada kecepatan maksimal, melainkan juga akselerasi dari tikungan."

"Motor lain seperti Honda, Ducati, dan juga Suzuki, mampu mendapatkan cengkraman lebih bagus, lebih bertenaga, jadi dalam hal akselerasi kami juga kalah. Permasalahan kami adalah cara kami keluar setelah tikungan [yang masih kalah dari motor lain]," ujar pebalap berusia 40 tahun ini. (ptr/ptr)