Satgas Anti Mafia Bola Periksa Sesmenpora

CNN Indonesia | Selasa, 02/04/2019 14:02 WIB
Satgas Anti Mafia Bola Periksa Sesmenpora Gatot S Dewa Broto diperiksa Satgas Anti Mafia Bola. (CNN Indonesia/Titi Fajriyah)
Jakarta, CNN Indonesia -- Satgas Anti Mafia Bola hari ini, Selasa (2/4), melakukan pemeriksaan terhadap Sekretaris Kementerian Pemuda dan Olahraga (Sesmenpora) Gatot S Dewa Broto dalam kasus pengaturan skor.

Selain Sesmenpora, Satgas juga memeriksa Kepala Biro Hukum Kemenpora Sanusi serta Plt Bendahara Umum Jacob Sarosa.

"Hari ini dimintai keterangan satgas anti mafia bola," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Selasa (2/4).


Dedi menuturkan ketiganya diperiksa untuk mendalami kasus pengaturan skor dengan tersangka Hidayat (H) yang merupakan mantan anggota Komite Eksekutif PSSI.

"Ya ini semuanya menyangkut masalah match fixing dengan tersangka saudara H," ujarnya.

Mantan Exco PSSI Hidayat ditahan polisi.Mantan Exco PSSI Hidayat ditahan polisi. (CNN Indonesia/M. Arby Rahmat Putratama H)
Sehari sebelumnya, Senin (1/4), Satgas juga memeriksa tiga orang saksi tersangka Hidayat. Ketiganya adalah mantan Direktur Utama PT LIB Berlinton Siahaan, mantan Direktur Eksekutif PT LIB Risha Adiwijaya, serta eks Direktur Operasional PT LIB Tigor Shalomboboy.

Terkait hasil pemeriksaan terhadap tiga mantan petinggi PT LIB tersebut, Dedi masih belum mau membeberkannya. Alasannya, pengungkapan hasil pemeriksaan baru bisa dilakukan setelah semua saksi selesai diperiksa.

"Nanti (hasil pemeriksaan), pemeriksaan semuanya disimpulkan, jangan satu per satu," ucap Dedi.

Sebelumnya, Satgas Anti Mafia Bola telah menetapkan mantan anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI Hidayat sebagai tersangka dalam kasus dugaan pengaturan skor.

Ia diduga terlibat dalam pengaturan skor pada pertandingan Madura FC versus PSS Sleman di kompetisi Liga 2 2018.

Dedi menuturkan peran Hidayat dalam pengaturan skor di laga antara Madura FC dan PSS Sleman ini cukup besar.

Selain meminta PSS Sleman untuk dimenangkan dalam pertandingan, Dedi menyebut Hidayat juga berusaha menyuap Manajer Madura FC Januar Herwanto dengan uang sebesar Rp100 juta agar timnya membiarkan PSS Sleman menang.

Jika permintaan tersebut tak dituruti oleh Januar, Dedi mengungkap Hidayat sudah menyiapkan Rp150 juta untuk 'membeli' pemain agar PSS Sleman tetap menang.

"Perannya dalam mengatur pertandingan ini bahwa saudara H ini meminta agar PSS Sleman selalu dimenangkan baik di pertandingan kandang atau tandang. Termasuk di kandangnya Madura FC," tutur Dedi. (dis/jun)