Selain Sesmenpora, Satgas juga memeriksa Kepala Biro Hukum Kemenpora Sanusi serta Plt Bendahara Umum Jacob Sarosa.
Lihat juga:Marquez: Rossi yang Minta Jabat Tangan Saya |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ya ini semuanya menyangkut masalah match fixing dengan tersangka saudara H," ujarnya.
Mantan Exco PSSI Hidayat ditahan polisi. (CNN Indonesia/M. Arby Rahmat Putratama H) |
Terkait hasil pemeriksaan terhadap tiga mantan petinggi PT LIB tersebut, Dedi masih belum mau membeberkannya. Alasannya, pengungkapan hasil pemeriksaan baru bisa dilakukan setelah semua saksi selesai diperiksa.
"Nanti (hasil pemeriksaan), pemeriksaan semuanya disimpulkan, jangan satu per satu," ucap Dedi.
Sebelumnya, Satgas Anti Mafia Bola telah menetapkan mantan anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI Hidayat sebagai tersangka dalam kasus dugaan pengaturan skor.
Dedi menuturkan peran Hidayat dalam pengaturan skor di laga antara Madura FC dan PSS Sleman ini cukup besar.
Selain meminta PSS Sleman untuk dimenangkan dalam pertandingan, Dedi menyebut Hidayat juga berusaha menyuap Manajer Madura FC Januar Herwanto dengan uang sebesar Rp100 juta agar timnya membiarkan PSS Sleman menang.
"Perannya dalam mengatur pertandingan ini bahwa saudara H ini meminta agar PSS Sleman selalu dimenangkan baik di pertandingan kandang atau tandang. Termasuk di kandangnya Madura FC," tutur Dedi. (dis/jun)
Mantan Exco PSSI Hidayat ditahan polisi. (CNN Indonesia/M. Arby Rahmat Putratama H)