Deret Kasus Plt Ketua Umum PSSI Iwan Budianto

CNN Indonesia | Jumat, 29/03/2019 13:58 WIB
Deret Kasus Plt Ketua Umum PSSI Iwan Budianto Iwan Budianto (tengah) usai diperiksa KPK pada 2017 lalu. (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Umum PSSI Iwan Budianto pernah terseret ke dalam sejumlah kasus hukum. Berikut sederet kasus Iwan Budianto.

Pada 2011 Iwan Budianto tersangkut kasus korupsi penyimpangan dana APBD Kota Samarinda untuk klub Persisam Samarinda.

Dalam kasus yang melibatkan mantan manajer Persisam Aidil Fitri itu, nama Iwan Budianto disebutkan menerima uang sebesar Rp600 juta dari APBD tersebut.


Tidak saja Iwan yang saat itu disebut sebagai Ketua Badan Liga Amatir Indonesia, kasus penyimpangan APBD Kota Samarinda juga menyertakan nama-nama lain dari kepengurusan PSSI, semisal Nurdin Halid (Ketua Umum), Andi Darussalam (Ketua BLI), dan Hamka B Kadi (Deputi Sekjen Bidang Organisasi).

Kendati demikian, Iwan Budianto menyangkal terlibat dalam penyimpangan dana APBD Kota Samarinda tahun 2007-2008. Terlebih lagi, penyebutan dirinya sebagai Ketua BLAI dianggap tidak benar.

Iwan menilai saat menjabat Manajer Persisam, pria asal Malang, Jawa Timur, itu belum bertugas sebagai Ketua BLAI PSSI. Iwan menjadi Manajer Persisam pada musim 2008/2009 dan sukses membawa klub tersebut menjadi juara Divisi Utama.

Iwan Budianto kini menjadi Plt Ketua Umum PSSI.Iwan Budianto (tengah) kini menjadi Plt Ketua Umum PSSI. (ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/hp)
Mantan Manajer Persik Kediri itu juga mengaku sama sekali tidak mengetahui jika hasil kerja keras profesionalnya selama di Persisam merupakan bagian dari dana APBD yang disalahgunakan Aidil Fitri.

Selain terseret penyelewengan dana APBD, Iwan Budianto juga dilaporkan atas kasus dugaan penipuan pengaturan pelaksanaan pertandingan delapan besar Piala Soeratin 2009 pada Januari 2019. Pelapor Iwan Budianto adalah mantan Manajer Perseba Bangkalan, Imron Abdul Fattah.

Kala itu, Iwan yang menjabat sebagai BLAI disebut meminta uang sebesar Rp140 juta kepada Imron Abdul Fattah agar bisa menjadi tuan rumah babak 8 besar Piala Soeratin 2009.

Deretan Kasus Plt Ketua Umum PSSI Iwan Budianto
Di luar dua kasus di atas, menantu mantan Walikota Kediri HA Maschut itu juga pernah diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) karena kasus dugaan suap Walikota Batu, Eddy Rumpoko, pada Oktober 2017.

Iwan Budianto bersama Agoes Soerjanto yang ketika itu menempati posisi Ketua Pembina Arema FC diperiksa KPK karena kasus dugaan suap pengadaan mebel di Pemerintahan Kota Batu tahun anggaran 2017 senilai Rp5,26 miliar.

Meski tersandung beberapa kasus suap, namun sampai dengan saat ini Iwan Budianto tidak pernah menyandang status tersangka. Dalam kasus tuan rumah delapan besar Piala Soeratin 2009, polisi sempat menyebut Iwan Budianto berpotensi menjadi tersangka. (sry/jun)