Yusuf Mansur: Dakwah, Sepak Bola, dan Politik Indonesia

CNN Indonesia | Selasa, 09/04/2019 18:51 WIB
Yusuf Mansur: Dakwah, Sepak Bola, dan Politik Indonesia Yusuf Mansur di antara dakwah sepak bola, dan politik Indonesia. (CNN Indonesia/Titi Fajriyah)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sosok Ustaz Jam'an Nurchotib Mansur alias Yusuf Mansur tak hanya dikenal sebagai pendakwah, tapi juga mulai aktif di sepak bola dan percaturan politik di Indonesia.

Yusuf Mansur lebih dulu dikenal sebagai pendakwah dan juga pengusaha muda. Belakangan, ia mulai aktif di pentas sepak bola dengan bekerjasama dengan pelatih Timnas Indonesia Indra Sjafri.

Pada 8 Januari 2018, ia mendampingi Indra Sajafri dalam sebuah diskusi sepak bola di Grand Hyatt. Ia juga ikut berperan membantu Egy Maulana Vikri menandatangani kontrak bersama klub Polandia, Lechia Gdansk.


Yusuf Mansur bahkan ikut mendampingi Egy ke Polandia bersama Indra Sjafri dan agen pemain, Dusan Bogdanovic.

Kepada CNNIndonesia.com, Indra bercerita bahwa Yusuf Mansur sering memperhatikan sepak terjang Timnas Indonesia. Bukan hanya Yusuf Mansur, melainkan juga santri di pondok pesantren miliknya.

Yusuf Mansur dan Isndra Sjafri dirikan Yusuf Mansur dan Isndra Sjafri dirikan akademi sepak bola. (CNN Indonesia/Titi Fajriyah)
Hubungan antara Yusuf dan Indra terbilang akrab. Keduanya tampak duduk bersebelahan saat laga uji coba Timnas Indonesia dengan Timnas Islandia pada 14 Januari.

Keseriusan Yusuf terhadap sepak bola mulai tampak. Terbukti dari kesepakatan membeli saham klub Persika Karawang pada 30 Januari 2018.

Yusuf dan Indra berada dalam manajemen PT Persika Singaperbangsa yang mengelola Persika Karawang. Manajer Persika, Rakhmat Gunadi, menyebut Yusuf menjadi komisaris di Persika.

"Beliau bisa dikatakan sebagai penyandang dana klub," kata Rakhmat Gunadi kepada CNNIndonesia.com, tanpa membeberkan persentase saham yang dimiliki Yusuf dan Indra di Persika.

Selanjutnya Indra resmi mendirikan Indra Sjafri Football Academy (ISFA). ISFA sendiri berada di bawah manajemen ISYM (Indra Sjafri Yusuf Mansur).

Yusuf MansurYusuf Mansur menjadi Komisaris Persika Karawang. (CNN Indonesia/Hesti Rika)
Nantinya, ISYM juga tak hanya mengurus akademi, tapi juga melakukan ekspansi dengan menyuntikkan investasi dana kepada klub-klub yang memiliki masalah keuangan hingga menyediakan agen pemain.

Lewat ISFA, Yusuf berharap bisa melahirkan banyak pesepakbola Indonesia yang tampil di kancah dunia. "Saya mau menyenangkan sepak bola Tanah Air dan masyarakat Indonesia. Jadi saya mau ikut ambil bagian," katanya.

Egy Maulana Vikri dan Lechia Gdansk

Pada Maret 2018, Yusuf dan Indra pergi ke Polandia untuk mengorbitkan pemain asal Medan Egy Maulana Vikri.

Mereka terlihat bersama dalam perkenalan perdana bintang sepak bola muda Indonesia Egy Maulana Vikri di markas Lechia Gdansk. Agen dan ayah angkat Egy, Dusan Bogdanovic serta Subagja Suihan, turut hadir.

"Dusan agensi Egy itu bagian dari ISYM Management. Dia [Bogdanovic] satu kantor dan partner dengan kami. Kami ke sana dengan biaya sendiri, kemauan sendiri, ingin menyaksikan peristiwa bersejarah," ucap Indra di Kemenpora pada Rabu (14/3) sore.

Di Polandia, Yusuf menemani Egy mencari apartemen yang bakal menjadi tempat tinggal sementara pemain tersebut.

Egy Maulana Vikri gabung Lechia Gdansk.Egy Maulana Vikri gabung Lechia Gdansk. (CNN Indonesia/Arby Rahmat Putratama)
Akhir 2018, Yusuf mengungkapkan alasan PT Veritra Sentosa Internasional (Paytren) mensponsori klub Liga Polandia, Lechia Gdansk. Tulisan Paytren muncul di jersey klub yang diperkuat Egy Maulana Vikri dalam beberapa pertandingan saja.

Pemilik perusahaan pembayaran tersebut dikabarkan membeli 10 persen saham Lechia dengan nilai 2,5 juta euro atau berkisar Rp39 miliar, yang dibayar secara bertahap selama tujuh bulan. Yusuf ingin memperluas bisnisnya hingga ke sepak bola Eropa.

Ustaz Yusuf Mansur: Dakwah, Sepak Bola, dan Politik Indonesia
"Dengan mensponsori Gdansk nama menunjukkan bahwa Paytren eksis. Pada akhirnya Indonesia juga yang akan terangkat," ucap dia.

Resmi Dukung Jokowi-Ma'ruf

Kini, Ustaz Yusuf Mansur resmi menyatakan dukungan terhadap pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 01 Joko Widodo-Ma'ruf Amin di Pilpres 2019.

Ia menyebut Islam Indonesia wangi selama kepemimpinan Jokowi sebagai presiden. Yusuf mengatakan bicara soal Jokowi, suah cukup bukti yang dihadirkan selama 4,5 tahun kepemimpinannya.

"Saya, Yusuf Mansur, menghargai pilihan ustaz-ustaz dan ustazah-ustazah yang lain. Menghargai pilihan-pilihan ulama-ulama dan kyai-kyai yang lain. Tokoh-tokoh yg lain," kata Yusuf Mansur dalam keterangan video yang diunggahnya di akun Instagramnya, @yusufmansurnew, Selasa (9/4).

Yusuf Mansur resmi mendukung Jokowi-Ma'ruf di Pilpres 2019.Yusuf Mansur resmi mendukung Jokowi-Ma'ruf di Pilpres 2019. (Detikcom/Hasan Alhabshy)
"Sebagaimana saya juga yakin, yang lainpun akan menghargai pilihan terbaik saya juga. Bahwa saya mendukung dan memilih Bapak Haji Jokowi dan Kyai Ma'ruf Amin, sebagai Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden 2019-2024," sambungnya.

Yusuf juga mengatakan Pilpres 2019 adalah kemenangan umat Islam. Ia mengajak masyarakat untuk tidak membiarkan otak atau hati memilih, tanpa Allah SWT.

Dia juga mengajak masyarakat mengawal Pilpres 2019 dan membuatnya menjadi sejuk, damai, dan berhasil.

Yusuf Mansur jadi salah satu tokoh agama yang memberikan dukungan kepada Jokowi. Sebelumnya, tokoh agama lain seperti mantan Gubernur Nusa Tenggara Barat, Tuan Guru Bajang Muhammad Zainul Majdi, Habib Luthfi, dan Maimoen Zubair juga menyatakan dukungan kepada Jokowi-Ma'ruf. (jun/har)