ANALISIS

Awas Raja Singa Ngamuk di Markas Man City

Haryanto Tri Wibowo, CNN Indonesia | Rabu, 17/04/2019 09:29 WIB
Awas Raja Singa <i>Ngamuk</i> di Markas Man City Fernando Llorente berpeluang menjadi starter ketika Tottenham melawan Manchester City. (REUTERS/Eddie Keogh)
Jakarta, CNN Indonesia -- Jika ada pemain yang bisa menjadi andalan Tottenham Hotspur saat melawan Manchester City pada leg kedua perempat final Liga Champions di Stadion Etihad, Kamis (18/4) dini hari WIB, maka pemain itu adalah Fernando 'The Lion King' Llorente.

Tottenham bertandang ke markas Man City tanpa kehadiran Harry Kane yang dipastikan absen karena cedera ligamen di leg pertama. Skuat yang tidak dalam merupakan penyakit Tottenham untuk bisa merebut gelar dalam beberapa musim terakhir.

Kane merupakan pendulang gol terbanyak Tottenham musim ini. Dari 94 gol yang dicetak Tottenham di semua kompetisi musim ini, 25,5 persen di antaranya atau 24 gol diciptakan kapten timnas Inggris itu.


Manajer Tottenham Mauricio Pochettino kini punya dua opsi untuk melawan Man City. Opsi pertama memainkan Lucas Moura sebagai penyerang tengah atau Llorente di lini depan Tottenham. Dua opsi itu juga menjadi dua gaya permainan yang berbeda.

Fernando Llorente memiliki keunggulan dalam duel-duel udara.Fernando Llorente memiliki keunggulan dalam duel-duel udara. (REUTERS/Eddie Keogh)
Moura sedang dalam kepercayaan diri tinggi. Pemain asal Brasil itu sukses menciptakan hattrick saat Tottenham mengalahkan Huddersfield Town 4-0 di Liga Inggris musim lalu. Moura total sudah mencetak 12 gol di semua kompetisi musim ini, termasuk dua di Liga Champions.

Jika Pochettino memainkan Moura maka Tottenham akan menampilkan permainan ekstra menyerang di markas Man City. Dengan keunggulan 1-0 dari leg pertama, bermain ekstra menyerang di Stadion Etihad mungkin bukan strategi yang tepat untuk Tottenham.

Singa Berpengalaman di Eropa

Opsi kedua dan mungkin lebih cocok bagi Tottenham adalah menurunkan Llorente sebagai penyerang tengah. Penyerang asal Spanyol itu mungkin sudah tidak muda, tapi memiliki banyak pengalaman bermain di kompetisi klub Eropa.

Awas Raja Singa Lepas di Markas Man City
Llorente berhasil membawa Sevilla juara Liga Europa pada 2016. Satu tahun sebelumnya, penyerang 34 tahun itu lolos ke final Liga Champions bersama Juventus sebelum dikalahkan Barcelona 1-3 pada laga pamungkas.

Torehan gol Llorente bersama Tottenham musim ini memang kurang mengilap. Mantan pemain Athletic Bilbao itu baru mencetak tujuh gol dari 27 penampilan di semua kompetisi.

Namun, jangan lihat peran Llorente dari torehan gol. Llorente lebih dari sekadar pencetak gol. Selain itu pengoleksi tujuh gol bersama timnas Spanyol itu selalu mampu menjawab kepercayaan yang diberikan Pochettino jika dimainkan, baik sebagai starter atau pemain cadangan.

Fernando Llorente memiliki banyak pengalaman di kompetisi klub Eropa.Fernando Llorente memiliki banyak pengalaman di kompetisi klub Eropa. (Reuters/Carl Recine)
Llorente membuktikan mampu menggantikan peran Kane dan Son Heung-min awal tahun ini, ketika Kane mengalami cedera dan Heung-min harus memperkuat timnas Korea Selatan di Piala Asia 2019.

Llorente juga cukup aktif membuka ruang dan memberi peluang bagi rekan setimnya. Total musim ini penyerang yang merebut Piala Dunia 2010 dan Piala Eropa 2012 bersama timnas Spanyol itu sudah menciptakan lima assist.

"Llorente tidak mendapat kredit yang pantas untuk pemain sekaliber dia. Cara dia membantu Tottenham menyerang, membantu pergerakan Tottenham, cara bergerak Llorente hebat dan dia pemain fantastis. Tottenham harus memberi kepercayaan kepada Llorente untuk menguasai bola," ujar legenda Arsenal Ian Wright soal kehebatan Llorente.

Awas Raja Singa Lepas di Markas Man City
Jika Llorente dimainkan maka Tottenham akan lebih banyak mengandalkan bola-bola udara. Pochettino akan memaksimalkan kemampuan duel udara penyerang yang dijuluki Si Raja Singa itu. Setiap umpan lambung yang masuk ke kotak penalti Man City merupakan santapan lezat bagi Llorente.

Tottenham juga bisa menunjukkan permainan yang seimbang jika memainkan Llorente. Pochettino bisa menerapkan sejumlah strategi permainan jika mengandalkan penyerang yang sudah mencetak 24 gol dari 68 pertandingan kompetisi klub Eropa.

Llorente bisa menjadi pemantul atau penahan bola di lini depan jika Tottenham harus memainkan direct football di bawah tekanan Man City. Llorente bagus dalam menahan bola dan memberi waktu rekan setimnya untuk mengatur posisi ketika membangun serangan.

Tottenham juga bisa mengandalkan fullback cepat mereka untuk mengirim umpan-umpan silang dengan Llorente di kotak penalti. Llorente juga bisa membuka ruang untuk Son Heung-min, Dele Alli, dan Christian Eriksen yang akan mengisi lini tengah.

Jika Pochettino tergoda untuk memainkan Moura sebagai starter, maka Llorente bisa menjadi kartu AS Tottenham di babak kedua saat melawan Man City. Jadi, Man City patut waspada terhadap permainan Si Raja Singa. (nva)