Dua pemain Sriwijaya FC, Rangga Pratama dan Berry Rahmanda, didampingi kuasa hukum Asosiasi Pesepakbola Profesional Indonesia (APPI) mendaftarkan pengajuan gugatan tersebut ke Pengadilan Negeri Klas 1A Palembang, Kamis (25/4).
Lihat juga:Man United Diejek Pakai Formasi 1-1-1-1-3-3 |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Bertemu manajemen sudah, tapi tidak ada titik temu. Sampai akhirnya kami melapor ke APPI untuk melayangkan gugatan," ujar Rangga.
Ilustrasi Sriwijaya FC. (ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay) |
Sementara itu, Kuasa Hukum APPI Riza Hufaida menuturkan pihaknya mendaftarkan gugatan terhadap para tergugat yakni PT Sriwijaya Optimis Mandiri (SOM) yang merupakan manajemen Sriwijaya FC, PT Liga Indonesia Baru (LIB), PSSI, dan Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI).
Menurut Riza, para pemain Sriwijaya FC mengaku sudah berupaya bertemu manajemen untuk secara kekeluargaan membicarakan gaji dan down payment (DP) yang hingga kini belum dibayar. Lantaran tidak menemukan solusi, para pemain mendatangi APPI meminta bantuan hukum.
APPI sudah mengikuti ketentuan dalam upaya penyelesaian tuntutan gaji pemain ini. Berawal dari membuat surat konfirmasi terhadap manajemen, hingga tiga kali melayangkan surat somasi. Namun belum juga mendapat solusi.
Atas konfirmasi tersebut, APPI pun bertemu dengan PT LIB. Namun PT LIB mengatakan, bahwa aturannya pencairan subsidi terhadap Sriwijaya FC belum terpenuhi. Berdasarkan pernyataan PT LIB, dana subsidi akan dicairkan ketika klub sudah memenuhi syarat tertentu.
"Seperti laporan pajak dan juga laporan tidak adanya tunggakan gaji. Jadi berdasarkan aturan SFC harus melunasi tunggakan gaji dulu baru dapat subsidi dari PT LIB," ungkap dia.
Sementara itu, Sekretaris PT SOM Faisal Mursyid menyampaikan permohonan maaf kepada pemain atas penunggakan gaji yang terjadi.
"Kami sudah meminta PT LIB untuk langsung transfer uang tersebut langsung ke rekening para pemain. Sudah kami berikan rinciannya kepada PT LIB, dan kami minta juga agar masalah ini bisa diselesaikan sebelum jadwal liga tahun ini dimulai," ungkap dia saat dikonfirmasi CNNIndonesia.com.
"Manajemen tidak dalam posisi menentukan apakah harus gugat atau tidak, itu keputusan pemain. Kami tidak melarang, meskipun alangkah baiknya didiskusikan secara kekeluargaan," Faisal menambahkan. (sry/idz/jun)
Ilustrasi Sriwijaya FC. (ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay)