Kevin/Marcus membutuhkan waktu 51 menit untuk mengemas kemenangan 15-21, 21-17, dan 21-15 dan memastikan tiket ke final Kejuaraan Asia untuk kali pertama.
Kevin/Marcus yang berupaya mengejar keunggulan kemudian hanya mampu memangkas jarak dan kalah dengan selisih enam poin.
Pada gim kedua pasangan nomor satu dunia itu kembali berada dalam tekanan sebelum membalikkan keadaan selepas interval.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon melangkah ke final Kejuaraan Asia untuk kali pertama. (Dok. Humas PBSI) |
Pertarungan berjalan lebih sengit pada gim ketiga. Kevin/Marcus yang sudah benar-benar siap sejak awal, selalu bergantian meraih poin dengan Kamura/Sonoda.
Kejadian tersebut sempat mendapat protes dari Kamura dan pelatih Jepang, namun keputusan wasit tidak dapat diganggu gugat.
"Pertemuan kami memang selalu ramai, ketat terus kalau lawan Kamura/Sonoda. Tapi sepertinya mereka hilang konsentrasi setelah kejadian touch itu. Namun di game ketiga, walau poinnya jauh, kami cari poinnya nggak gampang," imbuh Marcus.
Lihat juga:Mohamed Salah Jadi Sejarah Baru Liverpool |
"Siapa pun yang bisa ke final pasti bagus mainnya, nggak mungkin mereka mau kalah begitu saja. Siapa saja lawan kami di final besok, kami harus siap," kata Marcus (nva/sry)
Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon melangkah ke final Kejuaraan Asia untuk kali pertama. (Dok. Humas PBSI)