Ronaldo: Tak Ada Kepalsuan Tentang Saya di Juventus

CNN Indonesia | Jumat, 03/05/2019 18:53 WIB
Ronaldo: Tak Ada Kepalsuan Tentang Saya di Juventus Cristiano Ronaldo senang di Juventus karena merasa semua orang di klub itu menilai tidak ada kepalsuan tentangnya. (REUTERS/Massimo Pinca)
Jakarta, CNN Indonesia -- Penyerang Juventus, Cristiano Ronaldo, merasa bahagia karena merasa semua pihak di klub tersebut melihat tak ada kepalsuan tentang sang bintang bersama Si Nyonya Tua.

Meski Juventus gagal ke semifinal Liga Champions, CR7 memastikan bertahan di klub tersebut. Ia masih berambisi meraih trofi 'Si Kuping Besar' itu bersama Bianconeri.

"Anda harus rendah hati, belajar bahwa Anda tidak tahu semuanya. Jika Anda cerdas, Anda memiliki hal-hal kecil yang membuat Anda menjadi atlet yang lebih baik."


"Di Juventus, saya beradaptasi secara sempurna. Mereka melihat tak ada kepalsuan tentang saya: 'Dia adalah Cristiano dan dia seperti apa adanya karena menjaga dirinya sendiri,'" ujar Ronaldo kepada majalah ICON dikutip dari AS.

Ronaldo: Tak Ada Kepalsuan Tentang Saya di JuventusCristiano Ronaldo saat membawa Juventus juara Liga Italia Serie A 2018/2019. (Marco Bertorello / AFP)
Sebelumnya, beberapa pemain termasuk Paulo Dybala, mengaku takjub dengan kepribadian sederhana Ronaldo kendati berstatus sebagai salah satu bintang dunia. CR7 sendiri mengatakan ia berusaha menjadi dirinya sendiri.

"Hal pertama yang saya lakukan [ketika bermain di klub baru] adalah menjadi diri sendiri dan tidak melebih-lebihkan. Etika kerja saya selalu sama."

"Jika Ada pemilik perusahaan datang dan langsung marah-marah kepada semua orang, mereka tak akan menganggapnya sebagai pemimpin. Mereka akan berkata: 'Ini adalah bos saya, tapi tak memperlakukan saya dengan baik,'" terang Ronaldo.

Ronaldo: Tak Ada Kepalsuan Tentang Saya di Juventus
Ronaldo memutuskan pindah dari Manchester United ke Real Madrid pada 2009 dengan memecahkan rekor transfer saat itu yakni sebesar €96 juta. CR7 mengatakan saat itu ia mengaku sempat tertekan karena statusnya sebagai pemain termahal di dunia kala itu.

"Memang benar saya merasa tertekan sejak usia masih sangat muda. Ketika saya bergabung ke Madrid, saya pernah menjadi pemain termahal sepanjang sejarah."

"Di Manchester setelah memenangkan Ballon d'Or pada 23 tahun, orang-orang mulai berpikir: 'Lihat, orang ini pasti top.' Di 10 tahun terakhir, 12 tahun, saya selalu mengalami tekanan besar," ujar Ronaldo. (bac/sry)