Emery: Arsenal Harus Tiru Liverpool

CNN Indonesia | Kamis, 23/05/2019 03:52 WIB
Emery: Arsenal Harus Tiru Liverpool Unai Emery berharap Arsenal bisa reguler bermain di Liga Champions. (REUTERS/Eddie Keogh)
Jakarta, CNN Indonesia -- Manajer Arsenal Unai Emery berharap The Gunners bisa mengikuti jejak Liverpool yang berhasil menjadi salah satu tim terbaik di Eropa dalam beberapa tahun terakhir.

Liverpool sukses melangkah ke final Liga Champions untuk dua musim beruntun. Musim ini The Reds akan menghadapi Tottenham Hotspur pada final Liga Champions 2019 di Stadion Wanda Metropolitano, Madrid, 1 Juni mendatang.

Dalam wawancara dengan El Larguero, Emery mengatakan Arsenal harus meniru kebangkitan Liverpool di Eropa. Pasalnya, tiga musim lalu Liverpool masih bermain di level Liga Europa.


"Tiga tahun lalu Liverpool bermain di final Liga Europa dan sekarang bermain di final Liga Champions. Mereka contoh yang bagus untuk Arsenal. Kami dalam proses menjadi salah satu tim empat besar Inggris, dan kami harus melangkah lebih jauh," ujar Emery dikutip dari Football Espana.

Arsenal akan menghadapi Chelsea pada final Liga Europa di Baku.Arsenal akan menghadapi Chelsea pada final Liga Europa di Baku. (REUTERS/David Klein)
"Tim-tim Inggris sekarang serius bermain di Liga Europa, untuk tiga tahun terakhir, karena pemenangnya akan masuk Liga Champions. Jadi itu target objektif kami saat ini," sambung pelatih asal Spanyol tersebut.

Emery: Arsenal Harus Tiru Liverpool
Arsenal akan bertemu Chelsea pada final Liga Europa di Stadion Olimpiade, Baku, 29 Mei mendatang. Kemenangan di final wajib diraih Arsenal jika ingin bermain di Liga Champions musim depan. Pasalnya, Arsenal gagal meraih tiket Liga Champions dari Liga Primer Inggris setelah finis di posisi kelima.

Arsenal kalah satu poin dari Tottenham Hotspur yang mengakhiri Liga Primer Inggris musim 2018/2019 di posisi keempat.

Arsenal sendiri dipastikan tidak akan diperkuat gelandang serang asal Armenia Henrikh Mkhitaryan pada laga final Liga Europa melawan Chelsea. Ketegangan politik antara Armenia dengan Azerbaijan membuat Mkhitaryan tidak bisa hadir di Baku. (har/jun)