Sebagai unggulan pertama sebelum Piala Sudirman dimulai kemudian unggulan kedua ketika fase knock-out digelar, Jepang adalah calon kuat untuk jadi juara Piala Sudirman. Mereka punya kekuatan merata di lima lini karena berisi pemain-pemain papan atas.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Opsi lebih mentereng ada di nomor ganda putri. Jepang punya pemain nomor satu, dua, dan empat dunia lewat nama Mayu Matsumoto/Wakana Nagahara, Yuki Fukushima/Sayaka Hirota, dan Ayaka Takahashi/Misaki Matsutomo.
Jepang memiliki pasangan-pasangan ganda putri top dunia. (SADIQ ASYRAF / AFP) |
Namun hal itu bukan berarti Indonesia tanpa peluang. Bukan.
Tim Indonesia di Piala Sudirman ini sudah ditempa kesulitan di dua partai. Garis nyawa Indonesia sudah dua kali dipertaruhkan dan Indonesia mampu melakukannya dengan baik.
Indonesia sempat tertinggal 0-2 di dua partai awal namun Mohammad Ahsan/Hendra setiawan dan Greysia Polii/Apriyani Rahayu mampu merebut dua angka sehingga Indonesia menjadi juara grup meski kalah 2-3 di akhir pertandingan.
Momen kedua garis nyawa Indonesia dipertaruhkan adalah ketika menghadapi Taiwan. Indonesia tertinggal 1-2 dan akhirnya mampu menutup laga dengan kemenangan 3-2.
Sementara itu Jepang sendiri terbilang cukup mulus dalam perjalanan di Piala Sudirman. Jepang memang hanya menang 3-2 atas Rusia namun saat itu mereka tak menurunkan formasi terbaik. Saat menghadapi Malaysia, Jepang menang 3-0 sehingga ganda putri dan ganda campuran mereka tak turun bertanding.
Tunggal Harus Curi Poin
Menilik kedalaman skuat yang dimiliki Jepang, nyaris mustahil mereka melakukan rangkap pemain sehingga urutan laga adalah ganda putra-tunggal putri-tunggal putra-ganda putri-ganda campuran.
Untuk bisa berharap menang dari Jepang, maka Indonesia tentu wajib merebut poin pembuka dari nomor ganda putra. Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon kemungkinan bakal diserahi tugas mulia tersebut.
Selain hal itu, Indonesia juga wajib mencuri poin dari nomor tunggal. Nozomi Okuhara dan Kento Momota adalah pemain papan atas namun status turnamen beregu sepertinya cukup memberi beban tambahan bagi mereka.
Anthony Sinisuka Ginting memiliki pengalaman mengalahkan Kento Momota. (CNN Indonesia/Safir Makki) |
Gregoria harus bisa lebih percaya diri dan punya keyakinan bahwa ia memiliki potensi untuk meraih kemenangan. Paruh awal tiap gim ketika menghadapi Tai Tzu Ying adalah bukti bahwa Gregoria memiliki cara main yang menyulitkan untuk lawan-lawannya.
Sedangkan di nomor tunggal putra, Ginting atau Jonatan sudah punya pengalaman mengalahkan Momota. Ginting adalah salah satu pemain yang mampu membuat defense Momota menjadi tidak rapat seperti biasanya.
Lihat juga:Mari Berdoa Dovizioso Mampu Kejar Marquez |
Jonatan juga tidak bisa lambat panas di hadapan Momota jika ia yang dipercaya main. Lantaran telat panas, Jonatan akhirnya tak pernah bisa mengeluarkan seluruh potensi dalam dirinya ketika menghadapi Chou Tien Chen.
Jepang memiliki pasangan-pasangan ganda putri top dunia. (SADIQ ASYRAF / AFP)
Anthony Sinisuka Ginting memiliki pengalaman mengalahkan Kento Momota. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Greysia Polii/Apriyani Rahayu kerap bertemu pasangan-pasangan Jepang. (CNN Indonesia/Hesti Rika)