4 Momen Layak Kenang di Copa America

CNN Indonesia | Jumat, 14/06/2019 09:22 WIB
4 Momen Layak Kenang di Copa America Pertemuan Argentina dan Brasil menjadi salah satu laga yang dinanti di Copa America 2019. (REUTERS/Waleed Ali)
Jakarta, CNN Indonesia -- Copa America menjadi ajang bergengsi di Amerika Selatan. Beragam momen menarik turut membumbui perjalanan kejuaraan yang menampilkan atraksi sepak bola khas Amerika Latin.

Brasil, Argentina, Uruguay, dan Cile dapat menjadi garansi level kualitas persaingan Copa America. Terlepas keikutsertaan empat negara tersebut, masih ada pula potensi kejutan yang berasal dari kontestan lain.
Pertemuan Brasil dan Argentina menjadi salah satu hal menarik yang selalu ditunggu di setiap edisi. Selain itu, intensitas laga yang tinggi juga kerap mengundang wasit mengumbar kartu dan menjadi pengeruk perhatian penonton dan pemirsa.

Berikut empat laga yang cukup menarik dan penuh sejarah di Copa America:

1. Argentina vs Brasil


Argentina dan Brasil adalah rival yang pertemuannya selalu dinanti. Duel hangat cenderung panas antara Tim Tango dan Tim Tango sudah terjadi sejak Copa America masih bernama Kejuaraan Amerika Selatan. Tak hanya melibatkan pemain dari kedua kesebelasan, tensi tinggi juga disebabkan penonton yang provokatif.

Pada 1937 Argentina menang atas Brasil yang mengaku takut atas ancaman penonton kepada para pemain berkulit hitam. Dua tahun berselang pemain Albiceleste meninggalkan lapangan karena kecewa dengan kepemimpinan wasit. Pertemuan tahun 1945 dan 1946 menghasilkan pemain yang mengalami patah kaki.
4 Momen Layak Kenang di Copa AmericaIlustrasi pertandingan Argentina vs Brasil. (REUTERS/Jason Reed)
Ganjalan-ganjalan keras dan kontroversi di atas lapangan dalam laga antara dua negara kolektor gelar Piala Dunia tak ayal memantik reaksi penonton.

Aksi Tulio Maravilha yang mengontrol bola dengan tangan sebelum mencetak gol ke gawang Argentina pada Copa America 1995 adalah salah satu contoh perdebatan yang cukup melegenda.

Terlepas dari laga yang panas dan mengundang persengketaan, duel antara Argentina dan Brasil sejatinya merupakan panggung adu gengsi yang memiliki daya tarik lantaran individu-individu yang memperkuat tim tersebut setiap penyelenggaraan Copa America.
4 Momen Layak Kenang di Copa America
2. Final Copa America 1987

Uruguay boleh disebut raja di Copa America. Hingga kini skuat La Celeste merupakan negara dengan jumlah gelar terbanyak. Dengan 15 trofi, Uruguay mengungguli dua raksasa Amerika Latin, Argentina dan Brasil.
4 Momen Layak Kenang di Copa AmericaEnzo Francescoli (kiri) menjadi salah satu pemain Uruguay yang mendapat kartu merah pada final Copa America 1987. (STAFF / AFP)
Salah satu gelar juara dihasilkan Uruguay pada 1987. Dalam laga final, Uruguay menang 1-0 atas Cile. Partai puncak itu tidak hanya menghasilkan satu gol, tetapi juga empat kartu merah. Kedua kesebelasan sama-sama kehilangan dua pemain.

Laga keras cenderung brutal yang membuahkan empat kartu merah juga sebelumnya terjadi ketika Kolombia bertemu Bolivia pada fase grup Copa America 1987.

3. Martin Palermo Hattrick Gagal Penalti 1999

Argentina tak pernah kering talenta berbakat. Martin Palermo adalah salah satu nama yang pernah menjadi andalan di lini depan kesebelasan yang khas dengan warna biru muda dan putih tersebut.

Pada Copa America 1999, Palermo yang mengenakan nomor punggung sembilan itu mendapat tiga penalti dalam kesempatan yang berbeda. Tendangan penalti Palermo yang pertama mengenai mistar dan memantul ke luar lapangan.
4 Momen Layak Kenang di Copa AmericaMartin Palermo kembali dipanggil Timnas Argentina berselang satu dekade setelah insiden gagal penalti di Copa America 1999. (DANIEL GARCIA / AFP)
Eksekusi tendangan 12 pas yang kedua dari Palermo melambung tinggi mengangkasa. Sementara pada kesempatan ketiga, tembakan Palermo digagalkan kiper Miguel Calero.

Dalam laga di fase grup tersebut, Argentina kalah 0-3. Palermo pun masuk dalam catatan Guiness Book of World Records lantaran tiga penalti gagal dalam satu pertandingan.

4. Honduras Kalahkan Brasil 2001

Menghadapi negara non-unggulan, kemenangan adalah hal wajar bagi Brasil. Sedangkan hasil sebaliknya adalah kejutan yang layak jadi berita besar. Itulah yang terjadi pada 2001, ketika Tim Samba takluk dari Honduras.
Kendati tanpa nama-nama top pada masa itu seperti Ronaldo Luiz Nazario de Lima, Ronaldinho, atau Rivaldo, Brasil tetaplah memilki nama tenar di dalam skuatnya. Emerson, Juninho Paulista, Juninho Pernambucano, Mario Jardel, dan Dida adalah pemain terkemuka pada masa itu.

Namun Brasil tak kuasa menghadapi Honduras, yang merupakan peserta undangan, di babak perempat final. Honduras pun melaju ke partai semifinal dan kemudian menempati peringkat ketiga. (nva)