Persiraja melakoni laga perdana Liga 2 2019 dengan bertandang ke markas Persibat di Stadion M Sarengat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sekretaris Umum Persiraja Rahmat Djailani menuturkan, perjalanan dari Bandara Iskandar Muda Banda Aceh hingga sampai ke Bandara Adi Sutjipto Yogyakarta hanya memakan biaya sekitar Rp1,8 juta per orangnya menggunakan maskapai Air Asia. Dengan rincian Rp400 ribu dari Banda Aceh ke Kuala Lumpur, lalu Rp1,4 juta dari KL ke Yogyakarta.
Ilustrasi Persiraja. (ANTARA FOTO/Ampelsa) |
Sebagai perbandingan, harga tiket di online travel agency dari Banda Aceh menuju Yogyakarta berada di kisaran Rp2,5 juta untuk sekali jalan.
Rahmat menjelaskan, melakoni laga tandang di luar Sumatera dengan lewat Kuala Lumpur sudah dipikirkan pihaknya sejak jauh-jauh hari.
Manajemen Persiraja langsung memesan tiket pesawat menuju Yogyakarta sejak jadwal Liga 2 2019 dirilis pada 15 Juni.
Kata Rahmat Djailani, dengan lewat Kuala Lumpur per orang hemat Rp1 juta. (Dok. Istimewa) |
Selain demi menekan biaya, perjalanan lewat Negeri Jiran juga untuk lebih cepat dan lebih mudah. Dipaparkan Rahmat, jika menggunakan maskapai lokal, timnya bisa dua hingga tiga kali transit sebelum sampai Yogyakarta.
"Kalau untuk waktu tempuh tidak jauh beda dengan musim-musim sebelumnya. Kami berangkat pagi lalu sampai Yogyakarta bisa hampir tengah malam," ucap Rahmat.
Persiraja menyarankan klub-klub Liga 2 untuk melewati Kuala Lumpur. (Yusuf Nugroho) |
Perjalanan tim asuhan Hendri Susilo itu belum berakhir karena harus menjalani perjalanan darat ke Batang, Jawa Tengah, dari Yogyakarta sekitar 4 jam.
"Perjalanan yang panjang itu risiko yang harus kami ambil. Tapi kami menyiasatinya dengan memilih hotel yang agak bagus. Tujuannya agar tim mendapatkan kenyamanan dalam persiapan," ujar Rahmat.
Mengenai masalah mahalnya tiket pesawat sudah disampaikan Persiraja kepada operator kompetisi PT Liga Indonesia Baru. Persiraja menyarankan agar LIB bekerja sama dengan maskapai penerbangan milik pemerintah guna menekan harga tiket ini bagi peserta kompetisi.
"Untuk itu kami juga menyarankan kepada teman-teman-teman klub yang nanti tandang ke Aceh agar melewati Kuala Lumpur," tutur Rahmat melanjutkan.
Di mata Rahmat tidak ada perbedaan antara musim ini dengan musim-musim sebelumnya, meski harus melewati Malaysia. Satu-satunya perbedaan yang terlihat adalah membuat paspor untuk 12 pemainnya.
"Sebagian pemain kami, yang musim lalu bermain untuk Persiraja sudah punya paspor. Karena waktu pra musim lalu kami bermain melawan dua klub Malaysia. Jadi sudah lebih dahulu punya paspor," kata Rahmat.
Persiraja berharap dalam pertandingan perdananya di Liga 2 2019 melawan Persibat di Stadion M Sarengat bisa meraih minimal satu poin. (sry/ptr)
Ilustrasi Persiraja. (ANTARA FOTO/Ampelsa)
Kata Rahmat Djailani, dengan lewat Kuala Lumpur per orang hemat Rp1 juta. (Dok. Istimewa)
Persiraja menyarankan klub-klub Liga 2 untuk melewati Kuala Lumpur. (Yusuf Nugroho)