Pergi Tandang Lewat Malaysia, Persiraja Hemat Rp25 juta

CNN Indonesia | Sabtu, 22/06/2019 15:03 WIB
Pergi Tandang Lewat Malaysia, Persiraja Hemat Rp25 juta Persiraja melewati Kuala Lumpur dalam melakoni tur Jawa Tengah. (Dok. Istimewa)
Jakarta, CNN Indonesia -- Persiraja Banda Aceh menghemat lebih dari Rp25 juta saat melakoni laga tandang Liga 2 2019 ke Persibat Batang lewat Kuala Lumpur, Malaysia, Sabtu (22/6).

Persiraja melakoni laga perdana Liga 2 2019 dengan bertandang ke markas Persibat di Stadion M Sarengat.

Tur Jawa Tengah itu dilakukan klub asal Tanah Rencong dengan tidak biasa. Untuk melakoni perjalanan domestik ke Pulau Jawa skuat Persiraja lebih dulu harus melewati Kuala Lumpur, Malaysia.


Hal tersebut dilakukan manajemen Persiraja guna menekan biaya operasional. Melonjaknya harga tiket pesawat sejak akhir 2018 menjadi alasan utamanya.

Sekretaris Umum Persiraja Rahmat Djailani menuturkan, perjalanan dari Bandara Iskandar Muda Banda Aceh hingga sampai ke Bandara Adi Sutjipto Yogyakarta hanya memakan biaya sekitar Rp1,8 juta per orangnya menggunakan maskapai Air Asia. Dengan rincian Rp400 ribu dari Banda Aceh ke Kuala Lumpur, lalu Rp1,4 juta dari KL ke Yogyakarta.

"Dengan cara seperti itu, per orangnya kami bisa menghemat Rp1 juta [sekali jalan]," ujar Rahmat kepada CNNIndonesia.com, Sabtu (22/6).

Ilustrasi Persiraja.Ilustrasi Persiraja. (ANTARA FOTO/Ampelsa)
Untuk tur ke Batang kali ini, Persiraja membawa 25 orang yang terdiri dari 18 pemain dan 7 ofisial serta manajemen sehingga mereka bisa menghemat biaya hingga angka Rp25 juta sekali pergi.

Sebagai perbandingan, harga tiket di online travel agency dari Banda Aceh menuju Yogyakarta berada di kisaran Rp2,5 juta untuk sekali jalan.

Rahmat menjelaskan, melakoni laga tandang di luar Sumatera dengan lewat Kuala Lumpur sudah dipikirkan pihaknya sejak jauh-jauh hari.

Manajemen Persiraja langsung memesan tiket pesawat menuju Yogyakarta sejak jadwal Liga 2 2019 dirilis pada 15 Juni.

Kata Rahmat Djailani, dengan lewat Kuala Lumpur per orang hemat Rp1 juta.Kata Rahmat Djailani, dengan lewat Kuala Lumpur per orang hemat Rp1 juta. (Dok. Istimewa)
"Sudah sejak awal ada inisiatif pergi lewat Kuala Lumpur, karena kalau saat perjalanan pribadi pun kami lewat Kuala Lumpur. Jadi memang sudah kami cek dan pelajari," tutur Rahmat.

Selain demi menekan biaya, perjalanan lewat Negeri Jiran juga untuk lebih cepat dan lebih mudah. Dipaparkan Rahmat, jika menggunakan maskapai lokal, timnya bisa dua hingga tiga kali transit sebelum sampai Yogyakarta.

"Kalau untuk waktu tempuh tidak jauh beda dengan musim-musim sebelumnya. Kami berangkat pagi lalu sampai Yogyakarta bisa hampir tengah malam," ucap Rahmat.

Persiraja menyarankan klub-klub Liga 2 untuk melewati Kuala Lumpur.Persiraja menyarankan klub-klub Liga 2 untuk melewati Kuala Lumpur. (Yusuf Nugroho)
Dalam tur kali ini Persiraja berangkat dari Banda Aceh pada Kamis (20/6) sekitar pukul 08.00 WIB dan tiba di Kuala Lumpur pukul 11.00 waktu setempat. Usai transit selama empat jam (15.30), perjalanan dilanjutkan ke Yogyakarta dan tiba pukul 17.00 WIB.

Perjalanan tim asuhan Hendri Susilo itu belum berakhir karena harus menjalani perjalanan darat ke Batang, Jawa Tengah, dari Yogyakarta sekitar 4 jam.

"Perjalanan yang panjang itu risiko yang harus kami ambil. Tapi kami menyiasatinya dengan memilih hotel yang agak bagus. Tujuannya agar tim mendapatkan kenyamanan dalam persiapan," ujar Rahmat.

Mengenai masalah mahalnya tiket pesawat sudah disampaikan Persiraja kepada operator kompetisi PT Liga Indonesia Baru. Persiraja menyarankan agar LIB bekerja sama dengan maskapai penerbangan milik pemerintah guna menekan harga tiket ini bagi peserta kompetisi.

Laga Tandang Lewat Malaysia, Persiraja Hemat Rp50 juta
"Hal itu kami sampaikan waktu manager meeting, tapi belum ada respons. PT LIB bilang hal itu [kerja sama] belum memungkinkan," ujar Rahmat.

"Untuk itu kami juga menyarankan kepada teman-teman-teman klub yang nanti tandang ke Aceh agar melewati Kuala Lumpur," tutur Rahmat melanjutkan.

Di mata Rahmat tidak ada perbedaan antara musim ini dengan musim-musim sebelumnya, meski harus melewati Malaysia. Satu-satunya perbedaan yang terlihat adalah membuat paspor untuk 12 pemainnya.

"Sebagian pemain kami, yang musim lalu bermain untuk Persiraja sudah punya paspor. Karena waktu pra musim lalu kami bermain melawan dua klub Malaysia. Jadi sudah lebih dahulu punya paspor," kata Rahmat.

"Kami tidak merasa aneh harus ke Kuala Lumpur dahulu, karena bagi orang Aceh, saat ini kiblat liburan kami sudah ke sana [KL], bukan lagi ke Jakarta atau ke Medan," ucap Rahmat menambahkan.

Persiraja berharap dalam pertandingan perdananya di Liga 2 2019 melawan Persibat di Stadion M Sarengat bisa meraih minimal satu poin. (sry/ptr)