Soal Pengaturan Skor, PSSI Pegang Komitmen Peserta Liga 2

CNN Indonesia | Selasa, 28/05/2019 18:43 WIB
Soal Pengaturan Skor, PSSI Pegang Komitmen Peserta Liga 2 Liga 2 2019 diyakini bakal bersih dari pengaturan skor. (ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya)
Jakarta, CNN Indonesia -- PSSI memastikan klub peserta Liga 2 berkomitmen untuk melawan segala bentuk pengaturan skor saat berlangsungnya kompetisi kasta kedua Indonesia tersebut.

Hal ini disampaikan Sekjen PSSI Ratu Tisha Destria kepada para awak media usai pertemuan manajer Liga 2 di Grandkemang pada Senin (27/8). Selain Tisha, hadir juga Direktur PT Liga Indonesia Baru (LIB) Dirk Soplanit.

"Hal-hal yang paling penting dari seluruh yang kami lakukan adalah komitmennya, makanya saya hadir di sini untuk melihat satu per satu. Jadi yang menentukan wajah kompetisi seperti apa, yang punya tanggung jawab penuh adalah anggota PSSI sendiri yaitu klub Liga 2. Klub memegang tanggung jawab 100 persen atas sikap dan sportivitas mereka," kata Tisha.


"PSSI sebagai 'orang tua', menugaskan PT LIB untuk melindungi penyelenggaraannya dengan baik dan melakukan pengawasan. Tentunya kami tidak akan toleransi hal-hal yang berbau sanksi disiplin, sanksi dari komite etik. Dan kami harapkan kerja sama yang baik dari PT LIB agar laporannya lebih cepat dan sigap, dan penegakan disiplinnya nanti akan PSSI penuhi juga," katanya menambahkan.

Soal Pengaturan Skor, PSSI Pegang Komitmen Peserta Liga 2PSSI menegaskan klub Liga 2 punya komitmen memerangi pengaturan skor. (CNN Indonesia/Arby Rahmat Putratama)
Senada, Dirk mengatakan PT LIB tidak ingin isu-isu negatif kembali terjadi musim ini. "Kalau orang bodoh itu mengulang sesuatu yang salah dan akhirnya jadi persoalan serius bagi kita semua. Kenapa kami mau mengulang hal itu ya?" ucap dia.

Sebagai bentuk pencegahan terhadap pengaturan skor, Dirk menyampaikan PT LIB menggagas agar wasit harus dikelola badan independen. "Mungkin pada saat awal-awal ini belum. Tapi setelah berjalan, itu [badan independen wasit] akan muncul," ujar Dirk.

"Jadi wasit itu tidak lagi diatur PSSI dan Liga, melainkan dikelola tenaga profesional atau tenaga asing. Memang pasti akan melibatkan unsur klub, PSSI, perwasitan, semua akan duduk di situ [badan independen wasit] yang dikelola asing," ujarnya melanjutkan.

Pada musim lalu, pengaturan skor diduga kerap terjadi di kompetisi Liga 2. Salah satunya adalah dugaan pengaturan skor yang melibatkan Madura FC dan PSS Sleman.

Soal Pengaturan Skor, PSSI Pegang Komitmen Peserta Liga 2
Manajer Tim Madura FC Januar Herwanto membeberkan kronologis ketika ada oknum Komite Eksekutif PSSI yang memintanya mengalah dan memberikan kemenangan kepada PSS pada laga tandang ke Stadion Maguwoharjo, Sleman di babak penyisihan grup Liga 2 yang berlangsung pada bulan Mei 2018.

Selain itu, dugaan pengaturan skor juga terlihat dari kontroversi eksekutor penalti pada laga babak 8 besar Liga 2 2018 ketika tim PS Mojokerto Putra bertanding lawan Aceh United FC di Stadion Cot Gapu, Bireuen, Senin (19/11).

PSMP yang tertinggal 2-3 punya peluang untuk menyamakan skor lewat penalti pada menit ke-87. Namun, Krisna Adi Darma yang ditunjuk sebagai eksekutor gagal mencetak gol.

Yang jadi perdebatan, Krisna tampak bersujud di lapangan usai gagal mencetak gol dari titik putih. Sejumlah pihak menuding gagal penalti itu sebagai bagian dari pengaturan skor. (map/jal)