Awal Bisnis Ganja 'Menyelamatkan' Tyson

CNN Indonesia | Minggu, 30/06/2019 17:55 WIB
Awal Bisnis Ganja 'Menyelamatkan' Tyson Mike Tyson 'terselamatkan' dari kebangkrutan karena bisnis ganja. (Jesse Grant/Getty Images for The Exchange/AFP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Penggunaan ganja di negara bagian California, Amerika Serikat, sudah dilegalkan. Mantan petinju kelas berat, Mike Tyson, tidak ingin ketinggalan untuk terlibat di dunia bisnis dari tanaman tersebut.

Usai pensiun dari dunia tinju pada 2005, Tyson mengalihkan perhatian kepada industri ganja. Dalam upaya untuk menaklukkan pasar ganja global, Tyson mendirikan 'Tyson Holistic' pada 2016. Tyson Holistic merupakan sebuah perusahaan yang menawarkan pelanggan berbagai jenis buah tangan ganja.

Lalu agar lebih dipandang dalam industri tersebut, Tyson membuka lahan pertanian ganja di tengah gurun California dengan tajuk 'Tyson Ranch' pada 2018. Dia bersama mitra bisnis Robert Hickman dan Jake Strommen membuka lahan seluas kurang lebih 420 hektare.


Tyson berencana menggunakan lahan tersebut untuk membuat taman rekreasi ganja, mempekerjakan petani ganja profesional, mendirikan toko untuk menjual ganja dan pabrik ganja, serta melakukan penelitian untuk meningkatkan manfaat ganja terhadap dunia medis.

Dilansir dari Daily Mail, lahan tersebut bahkan juga akan dibangun hotel mewah, sungai buatan dan tenda untuk menikmati ganja, dan Universitas Tyson yang bakal mengajarkan teknik budidaya ganja kepada para petani masa depan.

Ilustrasi perkebunan ganja. (Ilustrasi perkebunan ganja. (Foto: ANTARA FOTO/Irwansyah Putra)
"Setelah saya pensiun dari dunia tinju, saya tahu akan mengalami banyak rasa sakit secara fisik. Saya lelah mengonsumsi banyak obat karena itu membuat saya mengantuk dan rewel sepanjang waktu, saya mengisap ganja dari waktu ke waktu karena itu membuat saya merasa lebih baik," kata Tyson seperti dikutip dari situs Meaww.

"Saya menderita selama bertahun-tahun karena penyakit mental, dan ganja selalu membantu meredakan kegelisahan saya. Saya perhatikan setelah saya merokok [ganja], sakit saya perlahan berkurang. Jadi saya mulai belajar lebih banyak tentang manfaat kesehatan terkait ganja," katanya menambahkan.

Awal Bisnis Ganja 'Menyelamatkan' Tyson
Tyson pun terpesona dengan cara ganja yang meringankan rasa sakit dia. Ia kemudian mengaku berpikir cara membantu banyak orang dengan menggunakan ganja.

"Ada manfaat penyembuhan yang besar dari tanaman tersebut," ucap Tyson.

Lebih lanjut, Tyson menyadari stigma orang terhadap ganja masih banyak yang negatif. Akan tetapi, ia optimistis bisa mengubah hal itu.

"Edukasi dan komunikasi akan mengubah stigma tersebut. Stigma ganja itu buruk diprakarsai kepentingan politik. Perusahaan-perusahaan farmasi memonopoli politik karena ini bisnis yang besar," ujar petinju 53 tahun ini.

"Tanaman ganja adalah zat alami, dan Anda tidak bisa mematenkan zat alami. Sehingga itu salah satu alasan benda ini dianggap tabu. Meski begitu, kita hidup di zaman pergeseran paradigma dan cara kami melihat ganja sudah berubah karena orang-orang menjadi teredukasi dan menginginkan cara alternatif untuk menghilangkan sakit," ucap Tyson.

Mimpi Tyson sekarang adalah menjadi pemain besar dalam industri ganja. Saat ini bahkan sudah ada sugesti Tyson Ranch juga bakal dibangun di perbatasan Florida dan Georgia.

Ilustrasi daun ganja. (Ilustrasi daun ganja. (Foto: CHAIDEER MAHYUDDIN / AFP)
Kendati demikian, Tyson tidak ingin memaksa orang-orang untuk menggunakan ganja.

"Sekarang, hanya karena saya vokal terhadap ini, bukan berarti saya mendorong anak-anak untuk pergi dan merokok ganja. Ini seperti saya melarang anak untuk minum alkohol. Tanaman ini perlu digunakan dengan penuh tanggung jawab," ucap Tyson.

Dikutip dari Weedmaps, Tyson menggunakan ganja hampir setiap hari. Ia sudah bangun sejak awal sekali yaitu pukul 05.00 waktu setempat.

Setelah membakar dan menghisap ganja, ia pergi ke kantor dan melakukan pengecekan ladang ganja mereknya.

"Sekitar jam lima pagi, Mike Tyson bangun, mengambil korek, membakar ganja, joging selama satu jam, mandi, mengenakan pakaian, mencium anak dan istri, dan sarapan. Setelah beberapa saat ia pergi ke kantornya," ujar jurnalis majalah GQ, Alex Pappademas.

Ketertarikan Tyson terhadap ganja sudah terlihat sejak masih aktif bertinju. Pada 20 Oktober 2000, Tyson bertarung melawan Andrew Golota di The Palace, Amerika Serikat.

Dalam pertarungan tersebut Tyson menang dengan RTD (Referee Technical Decision) pada ronde ketiga. Kemenangan tersebut diputuskan usai Golota mengalami rusak tulang pipi, hilang kesadaran, dan cedera leher.

Namun, pertarungan tersebut kemudian dianggap tanpa pemenang lantaran Tyson menolak untuk tes medis. Belakangan diketahui Tyson positif mengonsumsi ganja dalam tes urine. (map/bac)