Jun Mahares
Penggemar sepak bola, penikmat kopi, dan pengagum paradigma kritis. Sempat meniti karier di SuperBall dan kini berkarya sebagai writer CNNIndonesia.com.

Fenomena 'Bolos' Gereja Demi Tyson

Jun Mahares, CNN Indonesia | Minggu, 30/06/2019 15:14 WIB
Fenomena 'Bolos' Gereja Demi Tyson Mike Tyson vs Evander Holyfield berakhir kontroversial. (AFP PHOTO/JEFF HAYNES)
Jakarta, CNN Indonesia -- Berbicara soal Mike Tyson sontak mengembalikan ingatan tentang fenomena 'bolos' gereja di keluarga saya. Di mana absen ibadah mingguan jadi persoalan lumrah bila Si Leher Beton berlaga.

Selidik punya selidik, aktivitas bolos gereja gara-gara Tyson ternyata bukan dilakukan keluarga kami saja. Imbasnya, rumah ibadah di lokasi dekat tempat tinggal saya mendadak sepi ketika petinju kelahiran New York itu bertarung.

Fenomena ini mungkin tidak dialami semua gereja. Tapi, percayalah, peristiwa ini benar-benar terjadi di gereja kami. Silakan menebak identitas huria, eh maksudnya gereja yang saya maksud. Tentu saja bapak saya termasuk daftar jemaat yang bolos gereja ketika Tyson bertarung.


Maklum, Tyson adalah petinju termasyhur di tahun 1980 hingga 1990-an setelah era Muhammad Ali berakhir. Pertarungan The Iron jadi hiburan paling ditunggu-tunggu pada masanya. Meski sering mendapat omelan ibu, bapak tak peduli. Ia memilih khusyuk menyaksikan pertarungan tinju ketimbang melakukan rutinitas mingguan.

Mike Tyson menggigit telinga kanan Evander Holyfield.Mike Tyson menggigit telinga kanan Evander Holyfield. (JEFF HAYNES / AFP)
Saking hobinya, bapak bahkan memberi 'lampu hijau' kepada kami, tiga anak lelakinya untuk ikutan bolos gereja. 'Titah' yang tentu saja membuat saya gembira karena bisa nonton film animasi di Minggu pagi.

Saya ingat betul, agenda bolos gereja paling seru terjadi ketika duel Tyson vs Evander Holyfield jilid kedua pada 29 Juni 1997. Pertarungan tinju yang kemudian tercatat sebagai duel paling kontroversial sepanjang sejarah.

Tyson tampil begitu ambisius di partai ulangan ini. Ia berupaya menghabisi Holyfield sejak awal laga. Tujuannya adalah 'membunuh' Holyfield yang telah membuatnya TKO di pertemuan pertama.

Fenomena 'Bolos' Gereja Demi Tyson
Sejumlah pukulan keras dilontarkan, Tyson namun tak banyak yang sukses lantaran Holyfield piawai mengelak dan menjaga jarak. Tyson menjadi lepas kendali di ronde ketiga karena sebelumnya Holyfield dianggap melakukan tandukan yang tak digubris wasit.

Di pengujung ronde ketiga menyisakan 40 detik, Tyson khilaf. Ia menggigit telinga kanan Holyfield setelah hook kirinya gagal mengenai sasaran.

The Real Deal tiba-tiba melompat kesakitan karena sejumput daging telinga kanannya terlepas digigit Tyson. Pertarungan sempat dilanjutkan setelah Holyfield menjalani perawatan.

Namun, wasit Mills Lane akhirnya menghentikan pertarungan setelah Tyson kembali berusaha menggigit telinga Holyfield. Pertikaian antarkubu nyaris terjadi di atas ring sebelum berhasil dilerai kepolisian.

Bapak saya kecewa berat. Petinju yang selama ini didukung bersamaan dengan kisah kontroversialnya di luar arena, benar-benar sudah kelewat batas.

"Sudah gila si Tyson ini. Kurang makan daging dia rupanya?" kata bapak sambil menggerutu kala itu.

Mungkin bapak dan semua orang yang sudah meluangkan waktu menonton Tyson kala itu dirundung kecewa. Duel akbar yang begitu ditunggu-tunggu harus berakhir cepat. Bukan karena KO atau TKO, tapi lantaran insiden gigit telinga.

Meski demikian, duel tersebut justru tak terlupakan. Bahkan, ceritanya hingga kini terus diulang-ulang seperti halnya dongeng Putri Salju.

Fenomena bolos gereja pernah terjadi di era Mike Tyson.Fenomena bolos gereja pernah terjadi di era Mike Tyson. (AFP FILES / AFP)
Hari ini, Minggu (30/6), Tyson berulang tahun ke-53 dan pertarungan kontroversial itu juga masih dibahas. Saya tak pernah menyesal ikut bolos gereja dan menjadi saksi duel paling brutal bin kontroversial dalam sejarah tinju dunia.

Baru-baru ini saya sengaja membahas momen tersebut pada bapak. Ia tak kuasa menahan gelak tawa mengingat fenomena bolos gereja yang pernah melanda sebagian besar kaum pria di kala itu.

"Hampir semua bapak-bapak melakukan hal yang sama saat itu," kata bapak saya sambil terkekeh mengenang kejadian tersebut.

Fenomena 'Bolos' Gereja Demi Tyson
"Saya rasa pendeta pun bakal bolos khotbah jika diperbolehkan. Karena hampir tak ada yang mau melewatkan aksi Tyson pada saat itu," sambungnya.

"Hari itu, sebagian besar jemaat didominasi kaum ibu. Pendeta langsung menebak penyebabnya adalah tinju," timpal ibu saya mengenang salah satu insiden bolos gereja yang paling heboh di kala itu.

"Fenomena ini jadi pembahasan pendeta berminggu-minggu bahkan berbulan-bulan lamanya. Tinju bahkan dianggap berhala karena sudah menomorduakan Tuhan," tambahnya.

Saya dan bapak kompak tertawa lepas mendengar komentar pendeta yang ditirukan ibu. Tak ada yang membantah bahwa fanatisme kadang membutakan logika. Tapi satu hal yang pasti, Mike Tyson, jadi sepenggal kisah seru yang tak akan kami lupakan. Dan, cerita tentangnya kelak akan kami terus pelihara sampai anak cucu. (har)
LEBIH BANYAK DARI KOLUMNIS