Demi Jadi Ketua PSSI, Iwan Bule Pilih 'Blusukan'

CNN Indonesia | Kamis, 11/07/2019 09:47 WIB
Demi Jadi Ketua PSSI, Iwan Bule Pilih 'Blusukan' Mochamad Iriawan ingin menghabiskan sisa hidupnya untuk mengabdi kepada negara melalui PSSI. (CNN Indonesia/Arby Rahmat Putratama)
Jakarta, CNN Indonesia -- Eks Kapolda Metro Jaya Mochamad Iriawan atau yang biasa dikenal dengan sebutan Iwan Bule sudah blusukan untuk mencari dukungan suara demi jabatan Ketua Umum (Ketum) PSSI periode selanjutnya.

Iwan mengatakan siap berbakti kepada negara dan bangsa di sisa hidup dia untuk kepentingan Indonesia. Di mata Iwan, kalau sepak bola bisa berkiprah ke dunia internasional, maka persatuan Indonesia akan lebih dikenal lagi.

"Sudah [blusukan], sudah bertemu Asprov-asprov [Asosiasi Provinsi PSSI]. Saya hanya bilang, 'Kalau mau baik, silakan pilih saya dan jalan sama-sama. Kalau tidak mau baik, tidak usah pilih saya. Silakan pilih yang lain dan lebih baik dari saya.' Kan begitu?" kata Iwan kepada CNNIndonesia.com.


Pria berusia 57 tahun tersebut mengaku tidak muluk-muluk untuk menjadi Ketum PSSI. Salah satu bidikannya saat jadi orang nomor satu di PSSI adalah membawa Timnas Indonesia juara di level ASEAN lalu ke Asia.

Iwan merasa tidak mungkin dalam empat tahun kepemimpinannya nanti, Indonesia langsung masuk Piala Dunia dan Olimpiade. Akan tetapi, ia menyampaikan sudah menyiapkan strategi menuju ke sana.

Mochamad Iriawan ingin Timnas Indonesia meraih prestasi secara bertahap. (Safir Makki)
"Yang jelas, saya tidak mau juga mendiskreditkan pengurus yang lama," ujar Iwan.

Lantaran mau maju menjadi Ketum PSSI, Iwan hadir dalam menonton langsung laga Persija Jakarta menjamu Persib Bandung dalam laga pekan kedelapan di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) pada Rabu (10/7).

Lebih lanjut, Iwan menilai pertandingan berjalan dengan baik. Ia melihat gelaran laga tersebut sebagai terobosan baru untuk menghapus ketakutan sebagian masyarakat terhadap suporter sepak bola.

"Mungkin nanti main di Bandung juga bisa dengan komitmen pengurus Persib dan Persija. Jadi awal yang bagus, pertandingan bagus, dan memang rivalitas yang luar biasa," tutur Iwan

"Saya tadi diskusi dengan pengurus Persija. Saya ingin mendatang ada rekonsiliasi Bobotoh dan Jakmania, supaya bisa sama-sama berteman lagi," tuturnya kembali.

Selain itu, Iwan juga memaklumi bila ada kerusakan fasilitas GBK usai laga klasik tersebut.

"Wajar lah, pasti ada lah. Tidak masalah dan tak ada kejadian yang berarti. Kalau euforia pagar roboh sedikit ya wajar," ucap Iwan. (map/bac)