Yamaha Akui Tak Lagi Punya Masa Depan Bersama Rossi

CNN Indonesia | Senin, 22/07/2019 05:59 WIB
Yamaha Akui Tak Lagi Punya Masa Depan Bersama Rossi Bos Yamaha akui tak lagi memiliki masa depan bersama Rossi. (KARIM JAAFAR / AFP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Bos Yamaha Lin Jarvis mengakui mereka tidak lagi memiliki masa depan bersama pebalap veteran Valentino Rossi.

Hasil buruk yang didapatkan Rossi tampaknya membuat Yamaha sadar mereka tak bisa lagi mengandalkan The Doctor untuk bersaing ketat di MotoGP. Kontrak Rossi sendiri bersama Yamaha hingga 2020.

Sejauh ini, Rossi hanya mampu meraih dua podium dalam sembilan seri di MotoGP 2019. Pebalap asal Tavulia Italia itu bahkan belum satu pun menang sejak MotoGP Belanda 2017.


"Dengan segala hormat kepadanya, masa depan Yamaha di MotoGP tidak lagi berjalan dengan Rossi. Dia bisa berada di sini dan bersaing untuk satu, dua, atau tiga tahun, tapi tingkat ketergantungan kami kepadanya telah berubah," ujar Jarvis seperti dikutip dari Marca.

Rossi saat peluncuran tim Yamaha di Jakarta untuk MotoGP 2019. (Rossi saat peluncuran tim Yamaha di Jakarta untuk MotoGP 2019. (CNN Indonesia/Titi Fajriyah)
Yamaha disebut-sebut mulai memikirkan pebalap lain untuk menggantikan sosok Rossi sebagai pebalap andalan mereka demi meraih gelar juara MotoGP.

Jarvis juga menyebut situasinya sekarang amat berbeda dibandingkan ketika The Doctor meninggalkan Yamaha ke Ducati pada 2011.

"Itu suatu hal yang berbeda karena pada saat itu [Rossi ke Ducati] dia marah kepada kami," terang Jarvis.

Menginjak 40 tahun, Rossi dinilai sudah tak lagi mampu bersaing dengan pebalap-pebalap yang jauh lebih muda dari dirinya.

Yamaha Akui Tak Lagi Punya Masa Depan Bersama Rossi
"Kejayaannya bersama Yamaha sudah selesai. Yamaha akan tetap maju tanpanya, tanpa sang presiden, dan tanpa saya. Semua perusahaan pasti akan melalui masa-masa transisi."

"Yamaha yang memiliki sekitar 70 ribu pekerja, bukan sebuah pengecualian. Hal ini tidak berarti Vale [Rossi] sudah tak penting. Saya harap dia masih bisa menjadi duta bagi perusahaan ini," kata Jarvis. (bac/bac)