ANALISIS

Momen Tepat Rossi Pensiun dari MotoGP

Haryanto Tri Wibowo, CNN Indonesia | Senin, 22/07/2019 19:30 WIB
Momen Tepat Rossi Pensiun dari MotoGP Valentino Rossi sudah tidak menjadi bagian penting dalam masa depan Yamaha. (GABRIEL BOUYS / AFP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Rumor Valentino Rossi pensiun dari MotoGP sudah muncul dalam beberapa musim terakhir. Tapi, The Doctor kini punya momen yang tepat untuk meninggalkan dunia MotoGP sebagai pebalap.

"Rossi sudah terlalu tua". Pernyataan itu selalu muncul setiap pebalap 40 tahun itu gagal bersaing dalam meraih kemenangan di setiap seri balapan MotoGP. Pernyataan itu kembali santer diungkapkan setelah Rossi terus terpuruk memasuki paruh musim 2019.

Rossi tidak pernah naik podium sejak finis kedua di MotoGP Amerika Serikat, gagal finis tiga kali beruntun di Italia, Catalunya, dan Belanda, serta mengakhiri paruh musim dengan finis kedelapan di MotoGP Jerman.


Rossi menutup paruh musim MotoGP 2019 dengan torehan 80 poin dan berada di posisi enam klasemen sementara. Itu adalah catatan terburuk Rossi memasuki paruh musim. Bahkan mengalahkan torehan terburuknya selama ini pada musim 2012 saat mengoleksi 82 poin bersama Ducati.

Prestasi Valentino Rossi terus memudar dalam beberapa musim terakhir.Prestasi Valentino Rossi terus memudar dalam beberapa musim terakhir. (REUTERS/Piroschka Van De Wouw)
Segala rumor pensiun yang muncul sebelumnya terus dibalas Rossi dengan performa apik di atas trek. Namun, Rossi saat ini tidak mampu membalas semua kritik setelah terus tampil buruk bersama Yamaha. Menariknya Rossi tetap yakin masih bersaing dan lebih menyoroti Yamaha yang tidak mampu membuat sepeda motor M1 lebih kompetitif.

Rossi kini berada di persimpangan jalan untuk menentukan masa depan. Terlebih setelah Direktur Tim Yamaha MotoGP Lin Jarvis mengeluarkan pernyataan terkait rencana masa depan tim asal Jepang itu. Jarvis dengan tegas mengatakan Rossi sudah tidak bagian dari masa depan Yamaha.

"Sekarang Rossi berada di fase hidup yang berbeda, fase yang berbeda dalam kariernya. Dengan rasa hormat, Rossi tidak lagi menjadi masa depan keikutsertaan kami di MotoGP," ujar Jarvis dikutip dari Motorsport.

Momen Tepat Rossi Pensiun dari MotoGP
"Rossi masih bisa bersama kami satu, dua atau tiga tahun lalu. Kita lihat akan berapa lama di akan kompetitif. Kami tidak bilang dia tidak penting. Rossi penting. Tapi, peran dan fungsi Rossi akan berbeda. Saya berharap dia bisa menjadi duta besar dan rekan kerja kami seiring dia semakin tua," sambung Jarvis.

Pernyataan Jarvis bisa diterima. Pasalnya, Rossi saat ini bukanlah Rossi di era pertama memperkuat Yamaha sepanjang 2004-2010. Sejak kembali ke Yamaha pada 2013, Rossi hanya pernah satu kali benar-benar mampu bersaing menjadi juara dunia, yakni pada 2015 setelah secara kontroversial kalah dari Jorge Lorenzo.

Valentino Rossi masih memiliki kontrak dengan Yamaha hingga akhir musim 2020.Valentino Rossi masih memiliki kontrak dengan Yamaha hingga akhir musim 2020. (Claudio Giovannini/ANSA via AP)
Rossi masih punya kontrak satu tahun dengan Yamaha hingga akhir musim 2020. Namun, saat ini adalah momen yang tepat bagi The Doctor untuk menentukan waktu pensiun. Anggap saja MotoGP 2020 sebagai musim perpisahan Rossi. Dan jika mampu merebut gelar juara dunia, maka itu akan jadi musim penutup yang indah bagi Rossi.

Yamaha Sudah Rela

Jika melihat performa Rossi sejak musim lalu, Yamaha pantas tidak berharap banyak kepada juara dunia Grand Prix sembilan kali tersebut. Rossi terlihat selalu membuang kesempatan untuk meraih kemenangan, tidak mampu keluar tekanan melawan pebalap-pebalap muda dan tidak berani mengambil risiko.

Kini ketika Maverick Vinales dan Fabio Quartararo mampu tampil cepat bersama sepeda motor M1, Rossi justru mengalami kesulitan. Sebuah tanda-tanda Yamaha harus melupakan Rossi untuk bisa mengakhiri paceklik gelar juara dunia.

Fabio Quartararo layak menggantikan posisi Valentino Rossi di Yamaha.Fabio Quartararo layak menggantikan posisi Valentino Rossi di Yamaha. (GIUSEPPE CACACE / AFP)
Keyakinan Yamaha untuk mengakhiri era dan merelakan kepergian Rossi juga cukup beralasan. Hal itu dikarenakan Yamaha sudah menemukan pengganti Rossi yang sepadan dalam diri Quartararo.

Meski mengakhiri paruh musim 2019 berada di bawah Rossi pada klasemen sementara, Quartararo menunjukkan dirinya pantas tampil bersama tim pabrikan Yamaha menggantikan Rossi setelah sukses merebut pole tiga kali dan naik podium dua kali.

Tidak dipungkiri lagi Rossi adalah salah satu atlet terhebat dalam sejarah olahraga, bukan hanya di ajang MotoGP. Tapi, layaknya cerita-cerita atlet hebat yang lain, semua akan berakhir. Kini giliran cerita hebat Rossi yang akan segera berakhir. Meski begitu cerita hebat Rossi akan terus terpatri di setiap ingatan pecinta MotoGP. (nva)