The Jak Bantu Polisi Cari Penyerang Kafe Nobar PSM vs Persija

CNN Indonesia | Rabu, 07/08/2019 17:24 WIB
The Jak Bantu Polisi Cari Penyerang Kafe Nobar PSM vs Persija The Jakmania bantu polisi cari penyerang kafe nobar PSM Makassar vs Persija di Tebet. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pengurus pusat The Jakmania siap membantu polisi dalam mencari oknum penyerang kafe yang menggelar nonton bareng leg kedua final Piala Indonesia 2019 antara PSM Makassar vs Persija Jakarta pada Selasa (6/8).

Sejumlah kendaraan termasuk mobil dan motor yang parkir di kafe kawasan Tebet, Jakarta Selatan, mengalami kerusakan akibat penyerangan yang diduga dilakukan oknum suporter Persija.

Aksi negatif mencoreng nama baik Jakmania yang memiliki struktur organisasi. Pengurus resmi Jakmania ikut terjun mencari pelaku untuk membantu polisi.


Sekretaris Umum Jakmania Diky Soemarno mengatakan langsung menuju lokasi kejadian begitu mendengar kabar penyerangan. Namun, situasi sudah kondusif saat ia tiba di lokasi.

The Jak Bantu Polisi Cari Penyerang Kafe Nobar PSM vs PersijaKafe Komandan diserang orang tak dikenal, Selasa (6/8). (CNN Indonesia/Aria Ananda)
"Kami pun masih mencari informasi siapa dan asal kelompok yang melakukan penyerangan tersebut. Apabila memang benar anggota, maka pasti akan ada tindakan tegas," kata Diky kepada CNNIndonesia.com, Rabu (7/8).

"Yang jelas ada di AD/ART The Jakmania apabila ada anggota yang melakukan tindakan yang dapat merusak nama dan citra Persija dan Jakmania, pasti akan ada tindakan. Karena penyerangan tidak dapat dibenarkan apapun alasannya. Belum lagi hubungan suporter PSM dengan The Jakmania selama ini harmonis dan tidak ada masalah," katanya menambahkan.

The Jak Bantu Polisi Cari Penyerang Kafe Nobar PSM vs Persija
Lebih lanjut Diky menegaskan pengurus Jakmania mendukung penuh proses hukum yang sedang dilakukan polisi.

"Kami serahkan sepenuhnya kepada pihak kepolisian. Biarkan mereka bekerja dengan baik untuk menyelidiki duduk perkaranya. Siapa saja yang terlibat. Pengurus pusat The Jakmania siap membantu jika diperlukan," ujarnya.

Selain itu Diky mengimbau para pendukung klub sepak bola Indonesia, khususnya Jakmania, untuk bijak menggunakan sosial media.

"Saling menenangkan dan bukan memperkeruh suasana. Jangan sampai hal ini menjadi bola salju yang lebih besar lagi karena unggahan di media sosial. Akhir kata, kami serahkan ke pihak kepolisian untuk melanjutkan penyelidikan lebih lanjut," ujar Diky. (map/jun)