Petarung Kelas Welter UFC Merasa Percaya Diri Habisi Khabib

CNN Indonesia | Jumat, 16/08/2019 08:28 WIB
Petarung Kelas Welter UFC Merasa Percaya Diri Habisi Khabib Khabib Nurmagomedov menjadi incaran banyak petarung. (REUTERS/Noah K. Murray-USA TODAY Sports)
Jakarta, CNN Indonesia -- Salah satu petarung kelas welter UFC Santiago Ponzinibbio merasa mampu memberi kekalahan perdana untuk Khabib Nurmagomedov.

Ponzinibbio merupakan atlet MMA asal Argentina yang kini menempati peringkat kesembilan di kelas welter.

Petarung berjuluk Gente Boa itu mengaku ingin menghadapi petarung-petarung top UFC seperti Georges St-Pierre, Connor McGregor, dan Khabib. Ponzinibbio bahkan rela menurunkan berat badan dan bertarung dengan Khabib di kelas ringan.


"Khabib, dia punya catatan 27 kali menang tanpa kalah, saya tahu saya bisa mengalahkannya, saya tahu," ucap Ponzinibbio dalam wawancara dengan MMAFighting.

Petarung Kelas Welter UFC Merasa Sanggup Habisi KhabibKhabib Nurmagomedov menjadi juara kelas ringan UFC tanpa pernah merasakan kekalahan dalam 27 pertarungan. (AFP PHOTO / Vasily MAXIMOV)
"Ada kesempatan menarik menjadi orang pertama yang bisa mengalahkan orang ini [Khabib]. Untuk kesempatan yang bagus, tentunya saya akan tampil di kelas 155 [pound, kelas ringan]," sambungnya.

Petarung Kelas Welter UFC Merasa Sanggup Habisi Khabib
Ponzinibbio merupakan petarung yang memiliki rekor cukup baik. Dari 30 kali bertarung, atlet 32 tahun itu menang 27 kali dan kalah tiga kali. Tujuh laga terakhir di UFC diselesaikan dengan kemenangan, empat diantaranya merupakan kemenangan KO.

Kendati memiliki rekor yang bagus, Ponzinibbio belum pernah menjalani pertarungan perebutan sabuk gelar juara.

Ponzinibbio kali terakhir tampil di oktagon UFC pada November 2018. Setelah itu masalah kesehatan membuat Ponzinibbio harus beristirahat dan baru berencana menjalani pertarungan lagi pada akhir tahun ini.

Belum ada jadwal pasti mengenai pertarungan Ponzinibbio selanjutnya, sementara Khabib akan menjalani duel menghadapi Dustin Poirier pada UFC 242 di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, pada 7 September.

[Gambas:Video CNN] (nva)