PP Jakmania Imbau Suporter Persija Tak Ikut Demonstrasi

CNN Indonesia | Kamis, 26/09/2019 17:22 WIB
PP Jakmania Imbau Suporter Persija Tak Ikut Demonstrasi Anggota The Jakmania diimbau untuk tidak ikut demontrasi. (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pengurus Pusat (PP) Jakmania mengimbau kepada anggotanya untuk fokus mendukung Persija Jakarta dan tidak ambil bagian pada aksi demo di Gedung DPR-MPR RI dengan membawa atribut tim Macan Kemayoran.

Sekretaris Umum PP Jakmania Diky Soemarmo mengatakan Ketua Umum Ferry Indrasjarief sudah mengeluarkan imbauan resmi kepada anggota. Diky mengatakan tugas dan kewajiban Jakmania adalah mengoptimalkan dukungan kepada Persija.

"Kami tidak tahu ajakan [kepada Jakmania untuk ikut aksi demo] dari siapa dan dari mana. Kami hanya tahu ajakan itu tersebar di media sosial. Bung Ferry juga sudah mengeluarkan pernyataan resmi bahwa sikap kami, The Jakmania, tidak ikut dalam aksi demo karena fokus untuk Persija," kata Diky kepada CNNIndonesia.com, Kamis (26/9).


Meski begitu Diky juga tidak melarang jika sebagai warga negara ada Jakmania yang ingin ikut menyampaikan aspirasinya. Namun, mereka harus melepaskan status dan menanggalkan atribut sebagai Jakmania.

Ketua PP Jakmania, Ferry Indrasjarief, sudah mengeluarkan imbauan.Ketua PP Jakmania, Ferry Indrasjarief, sudah mengeluarkan imbauan. (CNN Indonesia/Titi Fajriyah)
"Kalau secara individual sebagai warga negara silakan saja ikut demo. Tapi jangan bawa identitas Jakmania. Kalau mau, pakai nama Timnas Indonesia karena wadahnya suporter bola dan ini sifatnya nasional," ucap Diky.

PP Jakmania Imbau Suporter Persija Tak Ikut Demonstrasi
Lebih lanjut Diky mengatakan dalam beberapa hari terakhir banyak anggota The Jakmania yang menanyakan kebenaran informasi terkait ajakan suporter sepak bola untuk ikut dalam aksi demo di Gedung MPR-DPR. Untuk itu pernyataan resmi dari PP Jakmania diperlukan untuk meluruskan hal tersebut.

"Banyak yang konfirmasi ke kami informasinya benar atau tidak. Ini tidak benar, kami tidak ikutan, karena organisasi ini jangan dikait-kaitkan dengan politik. Sepak bola pasti dekat dengan politik meski sebaiknya tidak bersinggungan. Tapi sebagai organisasi, kami merasa tidak perlu Jakmania ikut terlibat. Kami tidak punya kewenangan luas untuk masuk ke personal, tapi selama menggunakan identitas sebagai warga negara silakan saja," ucap Diky.

[Gambas:Video CNN]
Sebelumnya Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto mengatakan suporter sepak bola merupakan salah satu kelompok yang masuk gelombang baru demonstrasi.

"Gerakan ini harus waspadai karena akan mengerahkan Islam radikal garis keras. akan digerakkan ke sana. Melibatkan suporter bola kaki juga, kemudian teman-teman buruh. Juga tukang ojek dan para medis, bahkan para medis sudah diberi penyesatan," kata Wiranto dalam konferensi pers di kantor Kemenko Polhukam, Kamis (26/9). (TTF/har)