Evaluasi 5 Tahun Kabinet Kerja

Menanti Keseriusan Jokowi Memajukan Olahraga Indonesia

CNN Indonesia | Jumat, 18/10/2019 10:00 WIB
Menanti Keseriusan Jokowi Memajukan Olahraga Indonesia Kemajuan olahraga Indonesia tidak terlepas dari kemauan politik pemerintah. (ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari)
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Joko Widodo pernah tampil memukau dalam acara pembukaan Asian Games 2018, namun butuh lebih dari sekadar kemasan yang menarik perhatian untuk memajukan olahraga Indonesia.

Gimmick Presiden Joko Widodo mengendarai motor dengan beragam aksi di atas kuda besi hingga sampai ke Stadion Utama Gelora Bung Karno, menjadi salah satu momen dalam pembukaan Asian Games 2018.

Jokowi juga kerap memberikan apresiasi kepada atlet-atlet yang berhasil membawa medali atau piala tingkat internasional, baik di istana maupun melalui media sosial.


Namun seluruh ragam laku orang nomor satu di Indonesia tersebut dianggap bukan langkah serius mendorong kemajuan prestasi bangsa di dunia olahraga.

Menanti Keseriusan Jokowi Memajukan Olahraga IndonesiaSalah satu gimmick dalam pembukaan Asian Games 2018. (INASGOC/Dhoni Setiawan)
Pengamat olahraga nasional, Tommy Apriantono, menilai tidak ada rencana yang terperinci mengenai olahraga Indonesia. Menurutnya olahraga sampai saat ini belum menjadi bagian dari prioritas dalam sistem pemerintahan di Indonesia.

"(Seharusnya) Grand design olahraga dibuat, lalu ditambah dengan political will untuk menjadikan olahraga sebagai prioritas. Sebab di negara-negara lain seperti Jepang dan Australia, olahraga itu jadi cara untuk membangun sebuah karakter bangsa selain untuk kesehatan," ucap Tommy.

Harapan menjadikan olahraga sebagai prioritas dalam pemerintahan juga dianggap Tommy sejalan dengan keinginan Jokowi untuk fokus membangun Sumber Daya Manusia di periode kedua menjadi presiden.

"Melalui olahraga hidup lebih sehat, lebih pintar karena terbiasa kalah, tapi tahan banting. Nilai-nilai yang ada di olahraga ini yang nantinya bisa membangun karakter bangsa."

"Olahraga yang membangun integritas seseorang sejak awal. Kalau mau fokus pada SDM, ujung tombaknya, kuncinya ya di olahraga. Tidak mungkin membangun SDM tanpa melibatkan olahraga, non sense," ujar Tommy.

Menanti Keseriusan Jokowi Memajukan Olahraga IndonesiaTidak semua pemusatan latihan cabang olahraga berlangsung dengan baik. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Hal lain yang juga diperhatikan dosen Institut Teknologi Bandung itu adalah masalah Kementerian Pemuda dan Olahraga yang belakangan menterinya, Imam Nahrawi, tersangkut kasus korupsi.

"Imam Nahrawi ini adalah Menpora kedua yang terlibat kasus korupsi. Tidak usah dikorupsi saja, semua cabang olahraga mengakui dana dari pemerintah kurang. Apalagi dengan adanya korupsi, dana atlet semakin kurang," ujar Tommy.

Terkait dengan bidding Olimpiade 2032, Tommy pun mengulik banyak isu yang juga menyangkut keseriusan negara dalam melakukan pembibitan atlet hingga penetapan cabang olahraga prioritas di Olimpiade.

Menanti Keseriusan Jokowi Memajukan Olahraga Indonesia
Pengamat olahraga nasional lainnya, Fritz Simandjuntak, juga menyoroti periode kedua Jokowi menjadi presiden dengan rencana menjadi tuan rumah Olimpiade 2032.

Selain sukses dalam capaian prestasi para atlet, gelaran Olimpiade juga bisa menjadi alat transformasi buat Indonesia memiliki negara maju yang dan berdaya saing global.

Fritz menilai Kemenpora harus bekerja sama dengan Dinas Pendidikan dalam pembentukan atlet sejak dini. Pemerintah juga diharapkan memiliki pemusatan latihan Olimpiade yang dibarengi dengan kucuran anggaran yang sesuai kebutuhan para atlet.

"Butuh kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah untuk memperbanyak fasilitas olahraga termasuk bekerja sama dengan Diknas, SKO (Sekolah Khusus Olahragawan), PPLP (Pusat Pendidikan Latihan Pelajar)," ujar Fritz.

"Terus juga political will pemerintah dalam menetapkan cabang prioritas medali di Olimpiade sekaligus penambahan keikutsertaan dalam kompetisi bagi para atlet yang masuk di dalamnya," ucap Fritz. (ttf/har)