Emery Diultimatum Arsenal Usai Gagal Menang di Liga Inggris

CNN Indonesia | Rabu, 06/11/2019 01:15 WIB
Emery Diultimatum Arsenal Usai Gagal Menang di Liga Inggris Posisi Unai Emery dalam bahaya. (AFP PHOTO / PIERRE-PHILIPPE MARCOU)
Jakarta, CNN Indonesia -- Manajer Unai Emery mendapat ultimatum dari manajemen klub Arsenal usai performa buruk klub berjuluk The Gunners tersebut dalam tiga pertandingan terakhir di Liga Inggris.

Pada akhir pekan lalu Pierre-Emerick Aubameyang dan kawan-kawan ditahan imbang Wolverhampton Wanderers 1-1 di Liga Inggris. Selain membuat Arsenal gagal menang di tiga laga di Liga Inggris (2-2 Crystal Palace dan 0-1 Sheffield United), juga menjadikan klub asal London ini gagal menang di tiga laga beruntun di semua ajang.

Arsenal gagal menang dalam tiga laga terakhir di semua kompetisi. Dua di antaranya meraih hasil imbang di Liga Inggris, sedangkan satu laga lain kalah dari Liverpool di Piala Liga.


Total, Arsenal hanya meraih satu kemenangan dalam lima pertandingan terakhir di semua ajang. Kemenangan terbaru yang didapat Arsenal saat menang 3-2 atas Vitoria Guimaraes di Liga Europa.

Performa buruk tersebut membuat manajemen Arsenal geram dan memberikan ultimatum kepada Unai Emery. Manajer asal Spanyol tersebut diberikan kesempatan dalam empat pertandingan ke depan guna meyakinkan dewan klub.

Wolverhamton tahan imbang Arsenal pada akhir pekan lalu.Wolverhamton tahan imbang Arsenal pada akhir pekan lalu. (Paul Harding/PA via AP)
Unai Emery kini benar-benar dalam tekanan. Setelah melawan Vitoria Guimaraes di Liga Europa pada Kamis (7/11) waktu setempat, Arsenal akan dihadapkan pada laga sulit melawan Leicester City di King Power, Sabtu (9/11).

[Gambas:Video CNN]
Tantangan berikutnya yang akan dihadapi Mesut Ozil dan kawan-kawan adalah Southampton di Emirates. Lalu melawan Eintracht Frankfurt di Liga Europa.

Emery Diultimatum Arsenal Usai Gagal Menang di Liga Inggris
Dari empat pertandingan itu, Leicester dan Frankfurt bisa jadi tantangan berat bagi Emery. Sedangkan jika lengah, Arsenal juga bisa tersandung saat melawan Southampton.

Selain karena performa yang tidak konsisten di musim ini, dewan klub juga menilai Emery tidak memberikan progres untuk Arsenal sejak menggantikan Arsene Wenger pada 2018.

Dikutip dari Metro, The Gunners kebobolan lebih banyak, minim mencetak gol, dan tidak memiliki identitas permainan. (sry/ptr)