Sepak Bola Indonesia Tertinggal Jauh dari Vietnam

CNN Indonesia | Rabu, 11/12/2019 18:01 WIB
Sepak Bola Indonesia Tertinggal Jauh dari Vietnam Sepak bola Indonesia tertinggal jauh dari Vietnam. (AP Photo/Aaron Favila)
Jakarta, CNN Indonesia -- Instruktur AFC di Indonesia, Emral Abus menyatakan sepak bola tanah air jauh tertinggal dari peraih medali emas SEA Games 2019, Vietnam.

Timnas Indonesia kalah tiga gol tanpa balas dari Vietnam pada final SEA Games 2019 di Stadion Rizal Memorial, Selasa (10/12). Kekalahan itu memperlihatkan perbedaan kualitas antara Timnas Indonesia dan Vietnam.

Dalam kurun waktu dua tahun terakhir, Vietnam mencatatkan banyak prestasi. Selain juara SEA Games 2019, Vietnam juara Piala AFF 2018, lolos ke semifinal Asian Games 2018, dan jadi runner up Piala Asia U-23 2018.


"Tanpa pelatih bagus, tidak mungkin lahir pemain berkualitas. Prestasi itu tidak seperti membalikkan telapak tangan. Butuh proses, kesabaran, dan perlu langkah-langkah yang benar. Itu sudah dijalani Vietnam sejak lama," kata Emral kepada CNNIndonesia.com, Rabu (11/12).
Vietnam mengukir beragam prestasi dalam kurun waktu dua tahun terakhir. (AP Photo/Aaron Favila)

Emral mengungkapkan sepak bola Indonesia harus membenahi pembinaan di akar rumput untuk bersaing dengan Vietnam. Ia meyakini jika pembinaan di akar rumput berjalan dengan baik maka level yang lebih tinggi yakni pembinaan pemain muda bisa semakin baik.

"Pemain-pemain ini kan yang rentang usianya 19-23 tahun. Mereka masuk level youth yang merupakan hasil dari pembinaan di level bawahnya melalui latihan yang terus menerus oleh pelatih yang berkualitas."

[Gambas:Video CNN]
"Mereka lebih dulu membenahi [pembinaan usia dini]. Sedangkan kita baru melakukan pembenahan baru-baru ini. Setelah kita lepas dari sanksi FIFA, akselerasinya bagus," jelasnya.

Foto: CNNIndonesia/Asfahan Yahsyi
Kendati demikian, Emral yakin sepak bola Indonesia akan lebih baik dalam beberapa tahun ke depan. Namun butuh kesabaran dan penanganan yang tepat lewat pemenuhan berbagai komponen seperti pelatih yang berkualitas, sarana dan prasarana.

Selain itu, peningkatan kemampuan wasit dianggap penting untuk membantu mengembangkan sepak bola Indonesia.

"Komponen-komponen itu sangat berperan. Prestasi itu dipengaruhi dua faktor, internal dan eksternal. Internal itu yang ada di dalam diri pemain, yakni fisik, teknik, dan mental. Eksternal yang tadi, pelatih, sarana prasarana, wasit, dukungan masyarakat dan pemerintah."

"Saya yakin sepak bola kita akan lebih baik ke depannya. Butuh kesabaran seperti menanam tanaman keras seperti sawit. Ketika di grassroot tidak benar, jangan harap timnas kita bagus. Ini proses yang berkesinambungan," ujar Emral Abus. (TTF)