Menpora Malaysia Kirim Surat Minta Maaf ke Indonesia

CNN Indonesia | Minggu, 15/12/2019 13:37 WIB
Menpora Malaysia Kirim Surat Minta Maaf ke Indonesia Menpora Malaysia Syed Saddiq kirim surat minta maaf ke Indonesia. (CNN Indonesia/M. Arby Rahmat Putratama H)
Jakarta, CNN Indonesia -- Menpora Malaysia Syed Saddiq akhirnya mengirim surat resmi permintaan maaf atas insiden pengeroyokan terhadap suporter Indonesia pada pertandingan Kualifikasi Piala Dunia 2022 di Stadion Bukit Jalil, Kuala Lumpur, 19 November lalu.

Sesmenpora Gatot S. Dewa Broto membenarkan Menpora Malaysia sudah mengirim surat resmi pernyataan minta maaf terkait pengeroyokan suporter Indonesia di Kuala Lumpur.

"Sebelumnya Menpora Malaysia sudah meminta maaf melalui media sosial, tapi belum cukup. Kemudian mereka mengirimkan surat permintaan maaf secara resmi dan kami sangat apresiasi hal itu," ujar Gatot kepada CNNIndonesia.com, Minggu (15/12).


"Kami anggap masalah ini sudah tuntas. Namun, kami tetap akan memantau penyelesaian hukum di Malaysia karena pemerintah berjanji akan segera menyelesaikan masalah ini," ujar Gatot.

Sesmenpora Gatot S Dewabroto menyatakan masalah tuntas usai Menpora Malaysia Syed Saddiq meminta maaf. (Sesmenpora Gatot S Dewabroto menyatakan masalah tuntas usai Menpora Malaysia Syed Saddiq meminta maaf. (CNN Indonesia/M. Arby Rahmat Putratama H)
Syed Saddiq sempat membantah ada pengeroyokan terhadap suporter Indonesia di Malaysia. Bahkan Menpora 27 tahun itu sempat menyatakan video pengeroyokan yang viral di media sosial adalah hoaks.

Syed Saddiq kemudian mengungkapkan permintaan maaf melalui akun Twitter miliknya dan berjanji akan mengusut kasus pengeroyokan suporter Indonesia. Meski begitu tidak ada permintaan maaf resmi yang diberikan Syed Saddiq kepada pemerintah Indonesia.

Kemenpora melalui pernyataan resmi mengatakan akan terus memantau proses hukum kasus pengeroyokan suporter Indonesia di Malaysia.

Menpora Malaysia Kirim Surat Minta Maaf ke Indonesia

"Sebagaimana menjadi janji komitmen Pemerintah Malaysia, maka proses hukum diharapkan tetap dilakukan dan untuk itu baik Kemenpora dan Kemlu RI akan tetap melakukan monitoring dan pendampingan," demikian pernyataan resmi Kemenpora.

[Gambas:Video CNN] (har/bac)