Akhir 20 Tahun Karier Bambang Pamungkas

CNN Indonesia | Selasa, 17/12/2019 20:56 WIB
Bambang Pamungkas resmi menutup kariernya sebagai pesepakbola setelah berkiprah selama 20 tahun. Bambang Pamungkas menjalani karier yang berliku di Persija Jakarta. (ANTARA FOTO/Wahyu Putro)
Jakarta, CNN Indonesia -- Bambang Pamungkas adalah seorang pesepakbola yang identik dengan Persija Jakarta dan nomor 20 di balik punggungnya. Kini, ia memutuskan untuk pensiun dari sepak bola tepat di 20 tahun kariernya.

Lahir di Semarang pada 10 Juni 1980, Bepe, begitu ia akrab disapa merupakan salah satu sosok legenda dalam dunia sepak bola Indonesia. Kelihaiannya dalam mencetak gol lewat sundulan menjadi catatan manis pemain yang juga pernah menjadi tulang punggung buat Timnas Indonesia.

Bepe mengawali karier sepak bolanya sejak usianya delapan tahun. Kala itu, ia tergabung dengan Sekolah Sepak Bola (SSB) Hobby Sepak bola Getas di Jawa Tengah selama setahun sebelum pindah ke SSB ke Ungaran selama lima tahun.


Pada 1994, ia yang sudah berada di Klub Persada Ungaran pindah ke Persikas Semarang Regency selama dua tahun lagi untuk mengasah kemampuannya. Pembinaan usia dini Bepe berakhir di Diklat Salatiga pada 1996 selama tiga tahun sebelum akhirnya direkrut Persija Jakarta untuk memulai karier sebagai pemain senior.
Bambang Pamungkas tetap bisa bersikap tegas ketika Persija gagal memenuhi kewajiban sebagai klub terhadap pemain.Bambang Pamungkas tetap bisa bersikap tegas ketika Persija gagal memenuhi kewajiban sebagai klub terhadap pemain. (ANTARA FOTO/Mohammad Ayudha)
Di musim pertamanya bersama Macan Kemayoran, Bepe mencetak 24 gol dalam 30 penampilannya pada kompetisi Liga Indonesia 1999-2000. Musim berikutnya ia pindah ke NHC Norad, klub divisi tiga di kompetisi sepak bola Belanda sebagai pemain pinjaman dan mencetak tujuh gol dari 11 kali main.

Sebagian besar karier profesional Bepe dihabiskan bersama Persija Jakarta. Meski begitu, ia juga pernah tercatat menjadi bagian dari Selangor FA (2005-2007), Pelita Bandung Raya (2013-2014) serta NHC Norad.

Di Malaysia, Bepe berhasil membawa Selangor FA menjuarai Liga Primer Malaysia, Piala FA Malaysia, dan Piala Malaysia. Ia juga menjelma sebagai pencetak gol terbanyak di liga dengan 23 gol dalam 24 pertandingan.

Selama dua musim di Malaysia, Bepe mencetak 64 gol dalam sejumlah kompetisi yaitu Liga Primer Malaysia, Liga Super Malaysia, Piala FA Malaysia, Piala Malaysia, dan Piala AFC.
[Gambas:Video CNN]
Loyalitasnya buat Persija Jakarta juga tak perlu diragukan lagi. Bepe menjadi satu-satunya pemain di Skuat Macan Kemayoran saat ini yang pernah mencicipi dua gelar juara di kompetisi sepak bola Indonesia, yakni pada 2001 dan 2018.

Pahit-manis cerita bersama Persija juga menjadi bagian dari catatan perjalanan Bepe. Pada 2013, ketika tuntutan gaji pemain yang tertunggak oleh manajemen Persija tak bisa dituntaskan, Bepe memutuskan hijrah ke Pelita Bandung Raya selama semusim sebelum kembali ke Ibu Kota.

Seiring usianya yang terus bertambah, Bepe juga harus menerima kenyataan kalau dia lebih sering menjadi penghuni tetap bangku cadangan Persija. Sikap profesionalisme serta kepemimpinan yang ditunjukkannya membuatnya tetap menjadi panutan buat pemain lain. Menit bermain yang berkurang drastis tak menyurutkan rasa hormat pemain-pemain muda pada Bepe.

Bomber Timnas Indonesia

Kiprah Bepe juga mewarnai rentetan perjalanan prestasi Timnas Indonesia. Bepe sudah masuk Timnas Indonesia dari berbagai kelompok umur dan akhirnya melenggang jadi bomber tim senior selama bertahun-tahun.

Bepe dianggap sebagai pemain yang memiliki kemampuan sundulan yang luar biasa, juga ketajamannya saat berada di depan kotak penalti. Dari 86 caps yang telah dimainkan Bepe, ia sukses mencetak 38 gol buat Timnas Indonesia.

Bambang Pamungkas jadi salah satu bomber tersubur dalam sejarah timnas Indonesia.Bambang Pamungkas jadi salah satu bomber tersubur dalam sejarah timnas Indonesia. (AFP PHOTO / ADEK BERRY)
Kabar pensiun Bepe mulai santer terdengar sejak musim 2018, ketika ia menggunakan nama 'Pamungkas' di atas nomor 20 bajunya. Namun, tak ada kabar soal pensiun sampai akhir musim 2018 saat Persija berhasil meraih gelar juara Liga 1.

Liga 1 2019 bergulir dan Bambang Pamungkas masih jadi salah satu anggota 'Macan Kemayoran'.

Namun menjelang akhir musim kompetisi 2019, kabar pensiun Bepe kembali terdengar. Pertandingan melawan Persebaya Surabaya yang menjadi laga kandang terakhir Persija musim ini di Stadion GBK, Selasa (17/12) menjadi penampilan terakhir Bepe di hadapan The Jakmania.

Bepe mengajarkan banyak hal dalam 20 tahun perjalanannya di sepak bola. Terima kasih dan selamat memulai hidup baru, Bambang Pamungkas! (TTF/ptr)