Performa Salah atau Sadio Mane boleh naik-turun, asalkan Firmino jangan jeblok. Sekali saja pemain asal Brasil ini tampil buruk, kerap berakibat buruk bagi Liverpool.
Firmino memang tampaknya kalah mentereng dibanding dua rekannya itu di lini depan. Sementara mantan pemain Hoffenheim itu terkesan kurang menonjol dari Salah dan Mane.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mohamed Salah saat mencetak gol ke gawang Manchester United. (AP Photo/Jon Super) |
Tak peduli betapa egois Salah, Firmino yang selalu menjaga permainan kolektif Liverpool. Bisa dibilang, karakternya justru menjadi kekuatan The Reds.
Firmino ibarat perekat yang selalu mengikat kekuatan Liverpool. Penampilannya yang tidak egois juga mendekatkan kembali hubungan antara Salah dan Mane yang sempat merenggang.
Lihat juga:5 Perbandingan Gaji Pemain MU vs Liverpool |
Saat Mane marah-marah di lorong menuju lapangan jelang babak kedua, Firmino hanya tertawa geli.
Di lini depan, Firmimo yang menjadi metronom bagi The Reds untuk mengatur tempo permainan.
Berkat Bobby pula, permainan ciamik Liverpool kerap membuat iri para pelatih lain. Juru taktik Manchester United, Ole Gunnar Solskjaer, salah satu yang iri.
Hubungan Mane dan Salah kembali harmonis setelah pernah merenggang. (AP Photo/Jon Super) |
"Ketika Anda tidak memiliki kualitas itu di akhir atau umpan terakhir maupun umpan silang, Anda tidak akan mendapatkan apapun dari pertandingan seperti ini," ujar Solskjaer usai MU dikalahkan Liverpool 0-2 di Stadion Anfield.
Firmino seolah tak peduli jika rekan-rekan setimnya macam Salah hanya memikirkan jumlah gol yang dia buru. Dia hanya memikirkan cara agar timnya bisa menang dan berkontribusi untuk rekan-rekan setim.
Firmino rela bekerja lebih keras ketimbang rekan-rekan setimnya di lapangan demi sebuah kemenangan.
"Tugas saya adalah membantu tim sehingga saya sangat senang merebut bola sama sebanyak mencetak gol atau membuat operan demi menjadi gol," ujar Firmino.
Prinsip pemain kelahiran Marceio Brasil ini pula yang kerap membuatnya mencetak gol krusial untuk kemenangan timnya.
Roberto Firmino merayakan gol ke gawang Wolves. (Foto: AP Photo/Rui Vieira) |
Firmino menjadi penentu kemenangan The Reds dengan mencetak gol pada menit ke-84.
Saat itu Salah mencoba mendobrak pertahanan Wolves dengan aksi individunya di dalam kotak penalti. Bola sempat dihalau bek lawan, namun mengarah ke Jordan Henderson.
Henderson segera melepaskan umpan sodoran ke Firmino. Pemain bernomor sembilan itu langsung melesat dan melepaskan tembakan. Bola tak mampu dibendung kiper Wolves Rui Patricio dan bersarang ke gawangnya.
Pemain asal Mesir itu memilih untuk menggiring bola ke kotak penalti Wolves dan melepaskan tembakan yang bisa diblok salah satu pemain belakang Wolves. Peluang yang didapat The Reds pun terbuang percuma.
"Mo Salah pemain yang sangat egois. Dan itu menjelaskan mengapa dia selalu punya masalah dengan Mane. Dia punya peluang terbuka untuk memberikan bola ke Minamino tetapi memilih untuk egois," kicau @NalimLFC.
Beruntung bagi Liverpool masih memiliki Firmino yang baik hati di lapangan. Ketika Salah tampil kemaruk dan Mane cedera, masih ada Firmino yang menjadi penentu kemenangan The Reds.
[Gambas:Video CNN]
(ptr)
Mohamed Salah saat mencetak gol ke gawang Manchester United. (AP Photo/Jon Super)
Hubungan Mane dan Salah kembali harmonis setelah pernah merenggang. (AP Photo/Jon Super)
Roberto Firmino merayakan gol ke gawang Wolves. (Foto: AP Photo/Rui Vieira)