Detik-detik Kabar Kematian Kobe Terdengar di Mamba Academy

CNN Indonesia | Senin, 27/01/2020 13:58 WIB
Detik-detik Kabar Kematian Kobe Terdengar di Mamba Academy Setelah pensiun, Kobe Bryant banyak menghabiskan waktu di Mamba Academy. (AP Photo/Jessica Hill)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kobe Bryant dan Gianna Bryant sedang menuju Mamba Academy dengan helikopter. Suasana di Mamba Academy langsung hening ketika kabar meninggalnya Kobe Bryant dan Gianna terdengar.

Mamba Academy sudah memulai kegiatannya sejak Minggu (26/1) pagi sebelum Kobe Bryant dan Gianna datang.

Dikutip dari USA Today, suasana di Mamba Academy sudah ramai. Lima lapangan sudah terisi penuh.


Dalam suasana ramai tersebut, seorang siswa bernama Nick Pasquini yang juga tengah berlatih melihat salah satu asisten pelatih memberikan telepon kepada pelatih utama. Pelatih utama kemudian mengatakan sesuatu kepada wasit yang sedang memimpin pertandingan.

Kobe Bryant jadi salah satu pemain terbaik sepanjang sejarah NBA.Kobe Bryant jadi salah satu pemain terbaik sepanjang sejarah NBA. (Harry How/Getty Images/AFP)
"Lalu semua kemudian berhenti [melakukan kegiatan]," ucap Pasquini.

Ratusan orang yang ada di dalam gedung olahraga tersebut menjadi terdiam begitu kabar kematian Kobe Bryant tersiar.

"Semua tiba-tiba menjadi terdiam. Kemudian terdengar teriakan dan tangisan. Seseorang lalu berkata, 'mari berkumpul untuk momen belasungkawa dan berdoa'," tutur Sherri Rosenthal yang juga ada di Mamba Academy.

[Gambas:Video CNN]

Semua yang ada di Mamba Academy lalu berkumpul dan membentuk lingkaran. Mereka berdoa bersama untuk Kobe Bryant. Turnamen yang rencananya bakal digelar hari itu kemudian dibatalkan.

"Orang-orang berbicara tentang betapa Kobe Bryant memberikan inspirasi. Semua terjadi begitu cepat. Saya tidak mempercayai itu," ucap Blake Rosenthal.

Detik-detik Kabar Kematian Kobe Terdengar di Mamba Academy
Selepas pensiun, Kobe Bryant mencurahkan banyak waktu untuk ikut melatih Gianna. Gianna bergabung dengan Mamba Academy dan bercita-cita bisa meneruskan jejak sang ayah sebagai pebasket profesional. (ptr/sry)