Lorenzo: Saya Dibenci karena Rossi

CNN Indonesia | Selasa, 11/02/2020 11:53 WIB
Lorenzo: Saya Dibenci karena Rossi Valentino Rossi dan Jorge Lorenzo menjadi rival ketika sama-sama memperkuat Yamaha di MotoGP. (CNN Indonesia/Haryanto Tri Wibowo)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pebalap tes Yamaha Jorge Lorenzo mengaku kontroversi perebutan gelar juara dunia MotoGP 2015 melawan Valentino Rossi membuatnya dibenci.

Lorenzo mengalahkan Rossi dalam perebutan gelar juara dunia MotoGP 2015 secara kontroversial. Rossi menuding Lorenzo mendapat bantuan dari pebalap Repsol Honda Marc Marquez untuk mengalahkannya dalam perebutan gelar juara dunia.

Kontroversi MotoGP 2015 mencapai puncaknya pada balapan di GP Malaysia, ketika Rossi dituding menendang Marquez hingga terjatuh. Insiden itu membuat Rossi harus start dari posisi belakang di MotoGP Valencia dan kalah dari Lorenzo di klasemen akhir.


Dalam wawancara dengan The Race, Lorenzo mengatakan insiden MotoGP 2015 membuatnya dibenci banyak penggemar MotoGP.

[Gambas:Instagram]
"Saya pikir alasan utama saya selalu mendapat komentar buruk adalah karena saya melawan Rossi, terutama setelah polemik di Malaysia 2015. Tapi, waktu adalah penyembuh yang baik," ujar Lorenzo.

"Orang-orang sudah melupakan hal negatif dan positif sangat cepat, dan mungkin seiring dengan waktu fans MotoGP mulai mengerti saya, atau mungkin saya sudah berubah," sambung Lorenzo.

Lorenzo: Saya Dibenci karena Rossi
Kini hubungan Lorenzo dengan Rossi semakin membaik, terutama setelah juara dunia MotoGP tiga kali itu berstatus pebalap tes Yamaha. Lorenzo belakangan semakin intens berbicara dan memberi masukan kepada Rossi.

Sejak memutuskan pensiun dari MotoGP akhir musim lalu, Lorenzo lebih terbuka kepada penggemar. Pebalap asal Spanyol itu sering mengunggah kegiatannya melalui akun media sosial Instagram. Meski begitu Lorenzo mengaku tetap memiliki haters.

[Gambas:Video CNN]
"Setelah tidak menjadi pebalap dan bekerja dengan sponsor, saya bisa lebih banyak melakukan hal yang saya mau melalui media sosial. Saya bisa menunjukkan kehidupan saya sesungguhnya. Sepertinya orang-orang menghargainya," ujar Lorenzo.

"Sejumlah orang tetap iri, tapi saya pikir mereka akan terbiasa karena seperti inilah kehidupan saya saat ini. Semua orang adalah haters, meski tidak sepenuhnya, karena iri adalah sifat manusia. Anda tinggal menghadapinya," ucap Lorenzo. (har/jun)