Wilder Disebut Berbohong Kalah karena Keberatan Kostum

CNN Indonesia | Kamis, 27/02/2020 15:58 WIB
Wilder Disebut Berbohong Kalah karena Keberatan Kostum Deontay Wilder mengaku kalah dari Tyson Fury karena kostum yang berat. (Al Bello/Getty Images/AFP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Mantan juara dunia tinju kelas berat WBC Deontay Wilder disebut berbohong kalah dari Tyson Fury karena kostum berat yang digunakannya sebelum pertarungan di Las Vegas, Amerika Serikat, Minggu (23/2) siang WIB.

Wilder kalah TKO dari Tyson Fury di ronde ketujuh. Tim petinju asal Amerika Serikat itu memutuskan untuk melempar handuk di ronde ketujuh sebagai tanda menyerah.

Beberapa hari usai pertarungan, Wilder beralasan kostum berat yang digunakannya membuat petinju 34 tahun itu tidak memiliki tenaga untuk bertarung. Kostum tersebut memiliki berat hingga 18 kilogram.


Alasan itu membuat Wilder disebut berbohong. Pasalnya, Wilder dalam wawancara dengan Joe Rogan yang terjadi sebelum pertarungan melawan Tyson Fury sempat mengaku biasa berlatih menggunakan rompi dengan berat hingga 20 kilogram.

Deontay Wilder kalah di ronde ketujuh dari Tyson Fury.Deontay Wilder kalah di ronde ketujuh dari Tyson Fury. (AP Photo/Isaac Brekken)
"Kami ingin mengaktifkan otot yang bergerak cepat. Kami melakukan semua dengan kecepatan tinggi. Jika saya melakukan latihan yang berkaitan dengan kaki, maka melibatkan sprint dan hal lainnya," ujar Wilder dikutip dari USA Today.

"Saya juga mengenakan rompi dengan berat 20 kilogram untuk semua latihan yang saya jalani. Semua yang saya lakukan, saya harus memiliki ekstra beban dalam diri saya," sambungnya.

Wilder Disebut Berbohong Kalah karena Keberatan Kostum
Pernyataan Wilder dalam wawancara dengan Joe Rogan membuat alasan petinju kelahiran Tuscaloosa, Alabama, itu usai kalah dari Tyson Fury menjadi tidak masuk akal.

Wilder sendiri masih berharap bisa menjalani pertarungan ketiga melawan Tyson Fury. Namun promotor Tyson Fury, Frank Warren, mengatakan pihaknya akan berusaha menghindari melawan Wilder demi bisa melawan Anthony Joshua.

"Saya memilih untuk langsung bertemu Joshua, namun kami terikat kontrak. Laga itu harus digelar kecuali kami sampai pada kesepakatan agar ia menyingkir dari klausul rematch. Kami bisa membayar bila Wilder mau melakukan ini, namun tentu semua kembali pada pilihannya," ucap Warren.

[Gambas:Video CNN] (har/jal)