Quartararo Tersiksa Jadwal MotoGP 2020 yang Tak Jelas

xxx, CNN Indonesia | Sabtu, 04/04/2020 06:05 WIB
Pebalap muda Fabio Quartararo disebut tersiksa dengan jadwal MotoGP 2020 yang tidak jelas karena imbas pandemi virus corona. Fabio Quartararo dianggap sebagai pesaing kuat Marc Marquez pada MotoGP 2020. (Mohd RASFAN / AFP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pebalap muda dari tim Petronas, Fabio Quartararo, disebut tersiksa dengan jadwal MotoGP 2020 yang tidak jelas karena imbas pandemi virus corona.

Tim Petronas Yamaha menyatakan Quartararo sudah sangat siap menghadapi persaingan musim kedua di kelas MotoGP. Kegagalan mengaspal di MotoGP Qatar berbuntut kekecewaan bagi pebalap pendatang baru terbaik pada MotoGP 2019.

"Setiap pekan saya berbicara dengan Franco Morbidelli dan Fabio Quartararo. Mereka berlatih di rumah dan baik-baik saja, Anda tidak bisa menghentikan proses persiapan. Tentu ini menjadi hal yang rumit bagi pebalap karena mereka tidak tahu kapan balapan dimulai. Ini menyiksa Fabio Quartararo," kata pemimpin tim Petronas Yamaha, Wilco Zeelenberg.


"Fabio sudah siap membalap di Qatar dan dia kecewa karena gagal balapan. Dia memiliki antusiasme, yang mungkin sedikit berlebihan, kami akan lihat bagaimana dia menangani situasi ini dengan cara yang terbaik," sambungnya.
Quartararo Tersiksa Jadwal MotoGP 2020 yang Tak JelasFabio Quartararo. (MOHD RASFAN / AFP)
Setelah menempati peringkat kelima pada klasemen akhir MotoGP 2019, Quartararo diprediksi bakal menyemarakkan persaingan perebutan gelar juara dunia MotoGP 2020.

Quartararo belum berhasil menjadi juara seri namun sudah tujuh kali naik podium dengan rincian dua kali menempati peringkat ketiga dan lima kali sebagai runner up.

Quartararo Tersiksa Jadwal MotoGP 2020 yang Tak Jelas

Tak hanya Quartararo, Zeelenberg menyatakan semua kerepotan dengan situasi tak menentu seperti saat ini. Tim Petronas pun ingin segera mendapat kejelasan mengenai MotoGP 2020.

"Saat ini kami tidak tahu kapan kami bisa bergerak, tetapi banyak balapan bisa digelar dari Juli sampai Desember," kata Zeelenberg, dikutip dari GPOne, yang menilai musim ini tak perlu menggelar 19 balapan seperti agenda awal. (nva/sry)