KOLOM
Wahai Olahraga, Kapan Kau Kembali?
Bowie Haryanto | CNN Indonesia
Minggu, 05 Apr 2020 19:00 WIB
Catatan: Artikel ini merupakan opini pribadi penulis dan tidak mencerminkan pandangan Redaksi CNNIndonesia.com
Jakarta, CNN Indonesia -- Lucu untuk memikirkannya. Tapi terkadang kita tidak pernah mengerti sampai kita sadar sesuatu yang berharga dalam hidup kita telah hilang.Jangan salah paham dengan pernyataan saya di atas. Keluarga masih menjadi sesuatu yang paling berharga dalam hidup saya.
Banyak orang mengatakan salah satu hikmah melakukan isolasi diri selama wabah virus corona adalah kita mendapatkan banyak waktu berkualitas bersama keluarga. Quality time kalau bahasa kerennya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Duel Khabib vs Tony Ferguson di UFC 249 hampir pasti batal digelar. (Ed Mulholland/Getty Images/AFP) |
Bela-belain bergadang untuk menyaksikan Liga Italia di RCTI, hingga bermain sepak bola di samping landasan Bandara Halim Perdanakusuma (jangan ditiru) saya lakoni karena kecintaan terhadap olahraga.
Mengoleksi kostum bola mulai dari bahan biasa sampai bahan jeruk, dari merek Austy hingga Seven Star.
Tapi garis takdir saya ternyata bukan menjadi atlet. Tuhan mendekatkan saya dengan olahraga dengan cara lain, yakni menjadi jurnalis olahraga.
Saya terbilang beruntung tidak 'digeser' ke desk lain sejak menjadi jurnalis pada 2008. Entah karena kemampuan yang pas-pasan hingga tidak dipercaya pindah ke desk yang lebih bergengsi seperti nasional atau ekonomi, atau memang dianggap bagus di desk olahraga.
![]() |
Bedanya dulu habis bergadang menyaksikan pertandingan sepak bola atau menonton olahraga lainnya saya bisa langsung tidur atau santai, sekarang saya harus menuangkannya dalam bentuk tulisan.
Dalam beberapa tahun terakhir saya tidak bisa benar-benar menikmati pertandingan olahraga karena kesibukan sehari-sehari. Sejak Piala Dunia 2018 mungkin saya hanya satu kali rela bergadang untuk menyaksikan pertandingan. Kalau tidak salah final Liga Champions Liverpool vs Tottenham Hotspur.
Kembali ke paragraf pertama tulisan ini: "Terkadang kita tidak pernah mengerti sampai kita sadar sesuatu yang berharga dalam hidup kita telah hilang."
Itu yang saya rasakan saat ini. Saya baru sadar olahraga ternyata memiliki tempat yang cukup spesial di hidup saya. Kesadaran itu baru muncul ketika olahraga mati suri dihantam wabah virus corona. Hidup jadi membosankan.
[Gambas:Video CNN]
Kondisi membosankan saat ini pernah saya rasakan ketika 2012, saat PSSI terpecah menjadi dua. Ketika itu masa-masa memuakkan bagi wartawan yang biasa meliput sepak bola nasional, karena hampir setiap hari kita dihadapkan dengan konflik antara kedua pengurus.
Di momen itu yang dirindukan adalah aksi pesepakbola di atas lapangan hijau. Hanya di Indonesia di mana pengurus sepak bola lebih sering menjadi sorotan media daripada sang pemain.
Kembali ke kondisi saat ini. Tidak ada lagi pertandingan olahraga yang bisa saya nikmati, bahkan untuk menyaksikan siaran ulang melalui YouTube atau media sosial yang lain. Yang ada hanya video-video highlights pertandingan sebelum virus corona muncul. Seketika saja rasa jatuh cinta saya terhadap olahraga kembali muncul.
Lihat juga:Suzuki Tolak Tampung Valentino Rossi |
Dalam tiga pekan terakhir sejak mulai menjalankan WFH, saya sering menyaksikan kembali tayangan ulang pertandingan olahraga atau wawancara atlet melalui YouTube. Salah satu tayangan yang saya lihat adalah balapan MotoGP Inggris 2019 ketika Alex Rins mengalahkan Marc Marquez di tikungan terakhir.
Setelah melihat video highlights Rins menang dengan keunggulan hanya 0,013 detik atas Marquez, saya sempat berada di titik hanya terdiam dan berpikir dalam hati, "Wow, gua rindu nonton balapan MotoGP."
Liga Champions ditunda hingga waktu yang tidak ditentukan. (LLUIS GENE / AFP) |
Semakin sering saya menyaksikan tayangan ulang pertandingan olahraga, semakin dalam kerinduan itu muncul. Banyak juga pertanyaan yang muncul dalam hati: 'Bagaimana ya Rossi musim ini, pensiun atau tidak', 'Juventus bisa tidak juara Liga Champions', 'Khabib kalah kayaknya nih'.
Berhentinya semua kegiatan olahraga dan wabah virus corona mungkin adalah cara Tuhan memberi kesempatan kepada saya untuk membayar waktu yang hilang dengan keluarga sejak 2008.
Sekarang saya akan berusaha menikmati waktu WFH ditemani keluarga sambil berharap wabah virus corona berakhir hingga bisa melepas rindu dengan dunia olahraga. (vws)
Duel Khabib vs Tony Ferguson di UFC 249 hampir pasti batal digelar. (Ed Mulholland/Getty Images/AFP)
Liga Champions ditunda hingga waktu yang tidak ditentukan. (LLUIS GENE / AFP)