ANALISIS

Pemain Liga Inggris yang Keras Kepala di Tengah Krisis Corona

Surya Sumirat, CNN Indonesia | Selasa, 07/04/2020 08:43 WIB
Pemain-pemain Liga Inggris bersikukuh tidak ingin mendapat pemotongan gaji dari klub di tengah pandemi virus corona atau Covid-19. Pemain-pemain Liga Inggris belum ambil sikap soal pemotongan gaji karena corona. (AFP/ISABEL INFANTES)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pemain-pemain di level elite Liga Inggris bersikeras belum buka suara soal kesediaan mereka menerima pemotongan gaji selama pandemi virus corona atau Covid-19.

Sikap kepala batu pemain-pemain Premier League itu akhirnya memakan korban. Liverpool dan Tottenham Hotspur yang masuk ke dalam klub besar Liga Inggris saat ini merumahkan karyawannya karena kesulitan keuangan sebagai imbas dari wabah virus corona.

Andai saja para pemain Liga Inggris tersebut bergerak cepat dengan bersedia mendapat pemotongan gaji dari klub, karyawan-karyawan klub tersebut mungkin tidak akan mendapatkan 'cuti'.


Padahal, gaji para pemain Liga Inggris itu merupakan yang paling tinggi di antara lima liga top Eropa saat ini. Sebanyak 20 klub Premier League musim ini memiliki pengeluaran tahunan 58,7 juta poundsterling atau setara dengan Rp1,1 triliun untuk membayar gaji pemainnya.

Sementara itu, gaji pemain 20 klub La Liga Spanyol hanya 40,7 juta poundsterling, Serie A Liga Italia memiliki total gaji tahunan 30,1 juta poundsterling, sedangkan Bundesliga Jerman dan Ligue 1 Prancis ada di angka 29,4 juta poundsterling serta 20,9 juta poundsterling.

Akan tetapi, sampai saat ini belum ada keterangan resmi dari para pemain Premier League itu di media-media Inggris, bahwa mereka bersedia dan akan menerima pemotongan gaji guna membantu keuangan klub atau mengatasi masalah virus corona.

Sikap pemain-pemain di Negeri Ratu Elizabeth berbeda jauh dengan pemain-pemain dari La Liga. Pemain Barcelona jadi yang pertama yang menyatakan bersedia menerima pemotongan gaji sebesar 70 persen.

Tidak hanya itu, Lionel Messi dan kawan-kawan juga memastikan karyawan klub tersebut menerima 100 persen gaji mereka setelah skuat utama mendapat pemotongan gaji.

Pemain-pemain di Liga Inggris belum sepakati pemotongan gaji.Pemain-pemain di Liga Inggris belum sepakati pemotongan gaji. (AP Photo/Jon Super)
Atletico Madrid menyusul keputusan pemain Blaugrana dengan menerima pemangkasan gaji 70 persen. Pengurangan gaji itu guna menopang upah pekerja non-staf Los Rojiblancos.

Terhentinya kompetisi dan sejumlah turnamen di Eropa akibat Covid-19 membuat klub-klub di Benua Biru tak terkecuali di Liga Inggris tidak lagi mendapat pemasukan dari tiket penonton, hak siar televisi, hingga tur stadion serta museum. Bahkan penjualan merchandise klub disebut ikut berkurang karena corona ini.

[Gambas:Video CNN]

Di tengah situasi sulit seperti saat ini, respons cepat dari pemain sangat dibutuhkan. Terlambat sedikit atau bahkan jika abai, orang lain terkena imbasnya.

Liverpool dan Tottenham merumahkan karyawan non-staf mereka. Bahkan, The Reds yang notabene juara bertahan Liga Champions sampai berharap pemerintah Inggris ikut menanggung gaji pegawai mereka. Langkah Liverpool dan Tottenham merumahkan karyawan mengikuti keputusan Newcastle United, Bournemouth, dan Norwich City.

Kepala Batu Pemain Liga Inggris di Tengah Krisis Corona
Jika permintaan Liverpool kepada pemerintah itu sampai jadi kenyataan, hal tersebut sangat disayangkan. Karena Liverpool berada di posisi ketiga sebagai klub Liga Inggris dengan pengeluaran gaji tahunan terbesar, di bawah Manchester City dan Manchester United.

Kepala batu pemain-pemain Liga Inggris memunculkan reaksi keras dari pemerintah setempat. Menteri Kesehatan Inggris Matt Hancock sampai berbicara kepada publik agar bintang-bintang Premier League itu potong gaji selama pandemi virus corona.

Selain Menteri Kesehatan, parlemen Inggris juga mengancam akan menaikkan pajak pemain-pemain Liga Inggris atau penalti lainnya, jika Premier League tidak juga bereaksi membantu pemerintah menanggulangi masalah Covid-19.

Kritik dari pemerintah itu mendapat perlawanan dari pemain. Gelandang Crystal Palace, Andros Townsend, adalah salah satu pemain yang menyerang balik pemerintah usai dikritik.

Andros Townsend (kiri) jadi salah satu pemain yang protes dengan kritik pemerintah Inggris. Andros Townsend (kiri) jadi salah satu pemain yang protes dengan kritik pemerintah Inggris. (AFP/Mitchell Leff)
Townsend meminta Hancock mengurusi kepentingannya sendiri, termasuk meningkatkan gaji tenaga medis di Inggris. Selain Towsend, mantan kapten Manchester United Wayne Rooney yang kini bermain di Derby County juga buka suara.

Wayne Rooney merasa pemain di Inggris dijadikan kambing hitam karena belum merespons soal pemotongan gaji. Rooney juga tidak sepakat seluruh pemain di semua level Liga Inggris 'dipukul rata' mendapat pemotongan gaji 30 persen.

Rooney sendiri tidak keberatan jika harus mendapat pemotongan gaji. Hanya saja, beberapa pemain masih mendapatkan gaji kecil dan tidak layak ikut dipotong 30 persen.

Sejauh ini baru ada kabar soal kapten Manchester United, Harry Maguire yang meminta rekan setimnya menerima pemotongan gaji 30 persen dari klub untuk membantu tenaga medis 'menyelesaikan' wabah corona. Pemain-pemain lain diklaim ada yang memberikan bantuan lewat yayasan amal yang mereka punya.

Liverpool merumahkan karyawannya karena imbas corona.Liverpool merumahkan karyawannya karena imbas corona. (AFP/PAUL ELLIS)
Bahkan, dalam pembicaraan kapten klub-klub Liga Inggris dengan pejabat eksekutif klub lewat konferensi video pada Sabtu (4/4) sore waktu setempat, para pemain tersebut ragu dan marah dengan rencana pemotongan gaji mereka.

Dikutip dari Daily Mail, dalam konferensi itu hanya Kevin de Bruyne, Troy Deeney, dan Mark Noble yang diizinkan bicara. Namun mereka ragu dengan motif klub untuk memotong gaji pemain guna mengatasi pandemi virus corona.

Kepala Batu Pemain Liga Inggris di Tengah Krisis Corona
Para pemain itu menilai klub hanya mencari alasan untuk tidak memenuhi hak mereka, maupun hak yang semestinya diterima pegawai non-staf.

Pemain-pemain Liga Inggris kini seperti mati rasa, mereka terlalu perhitungan di tengah krisis global saat ini.

Padahal pemain-pemain Premier League bisa mencontoh Lionel Messi atau Cristiano Ronaldo. Kedua pemain itu sudah atau siap menerima pemotongan gaji, namun masih bisa memberikan sumbangan pribadi untuk tenaga medis guna menyelesaikan wabah corona.

Soal pemotongan gaji pemain Liga Inggris ini belum final. Kapten-kapten klub tersebut kabarnya akan kembali berbicara dengan eksekutif klub minggu ini guna meminta kepastian alasan mengapa pemotongan gaji 30 persen itu perlu dilakukan. (sry)