INSPIRASI

Sujud Husain Abdullah yang Mengubah American Football

CNN Indonesia | Sabtu, 23/05/2020 16:17 WIB
INDIANAPOLIS, IN - JANUARY 04: Defensive back Husain Abdullah #39 celebrates an interception with cornerback Sean Smith #27 of the Kansas City Chiefs against the Indianapolis Colts during a Wild Card Playoff game at Lucas Oil Stadium on January 4, 2014 in Indianapolis, Indiana.   Rob Carr/Getty Images/AFP Husain Abdullah (kiri). (AFP/Rob Carr)
Jakarta, CNN Indonesia -- Nama Husain Abdullah sebagai atlet tidak terlalu terkenal di dunia olahraga dunia. Namun Husain merupakan pemberi jalan bagi atlet muslim di ajang American Football NFL hingga mereka bisa melakukan sujud syukur.

Pada 29 September 2014, Husain memperkuat Kansas City Chiefs melawan New England Patriots pada pertandingan NFL. Di pertandingan itu Husain berhasil memberi poin untuk Chiefs setelah sukses melakukan touchdown.


Setelah berhasil melakukan touchdown, layaknya atlet muslim yang lain, Husain merayakan sukses tersebut dengan melakukan sujud syukur. Namun, Husain kemudian mendapat hukuman penalti 15 yard dari wasit.


Wasit menganggap Husain melanggar regulasi NFL Pasal 12 yang menyebut: "Pemain dilarang melakukan segala bentuk selebrasi dan demonstrasi saat berada di dasar lapangan."

Husain Abdullah pensiun dari NFL pada Maret 2016.Husain Abdullah pensiun dari NFL pada Maret 2016. (AFP/Kyle Rivas)
NFL kemudian mendapat kritikan luar biasa karena Husain diganjar penalti karena melakukan sujud syukur. Sejumlah pihak menyamakan tindakan Husain dengan sejumlah atlet NFL non-muslim yang tidak mendapat penalti meski melakukan perayaan bersifat religius seperti Brandon Marshall, Greg Jennings, dan Tim Tebow.

"Untuk mencegah standar ganda, kami meminta ofisial liga untuk mengklarifikasi peraturan mengenai doa dan menyatakan wasit sudah melakukan kesalahan," ujar juru bicara Dewan Hubungan Islam-Amerika (CAIR) Ibrahim Hooper.

Husain tidak mau berprasangka buruk terhadap wasit. Mantan pemain kelahiran Los Angeles, 27 Juli 1985, itu menganggap wasit memberinya penalti bukan karena sujud syukur, tapi karena perayaan meluncur sebelum melakukan sujud syukur.
Namun, keesokan harinya NFL mengeluarkan pernyataan resmi. Juru bicara NFL Michael Signora mengatakan wasit telah mengambil keputusan yang salah dengan memberi penalti kepada Husain.

"Keputusan wasit yang tepat di situasi ini adalah tidak memberi penalti untuk pemain yang berada di dasar lapangan karena ekspresi religi, dan sebagai hasilnya, seharusnya tidak ada penalti dalam permainan itu," ujar Signora dikutip dari ESPN.

Sejak insiden Husain itu seluruh pemain muslim di NFL bisa dengan bebas melakukan sujud syukur, seperti yang dilakukan atlet muslim di dunia dari cabang lain, seperti Mohamed Salah di dunia sepak bola.

Tolak Uang Demi Naik Haji

Pada 2012, Husain dan sang kakak, Hamza, berada dalam posisi free agent di NFL. Sejumlah klub sempat menyatakan minatnya, tapi Husain dan Hamza memutuskan untuk menolak tawaran tersebut.


Ketika itu Husain dan Hamza menolak uang yang banyak karena ingin menjalani ibadah haji, yang dilakukan pada Oktober, bertepatan dengan jadwal padat pertandingan NFL.

Husain dan Hamza menganggap perjalanan ke Makkah merupakan peluang untuk fokus memenuhi target dalam hidup mereka: menjadi suami dan ayah baik, serta menjadi muslim yang baik. Namun, di saat bersamaan Husain dan Hamza juga menaruh karier mereka di NFL dalam ancaman.

Hamza tidak pernah bermain lagi di NFL sejak kembali dari Makkah, sementara Husain berhasil dikontrak Chiefs sepanjang 2013 hingga 2015. Sebelumnya Husain memperkuat Minnesota Vikings selama 2008 hingga 2011.

Karier Husain di NFL tamat karena penyakit gegar otak. Husain memutuskan pensiun pada Maret 2016 ketika usianya masih 30. Dikutip dari The Undefeated, Husain bersyukur bisa mengakhiri karier sebagai pemain NFL. Dengan begitu dia bisa menjadi muslim yang baik.

Selama berkarier sebagai pemain NFL, Husain mengaku selalu berada di sekitar orang yang gemar mabuk, merokok, judi, dan aktivitas lain yang dilarang dalam Islam. Kini Husain bisa fokus menjadi muslim yang taat.


"Saya sadar ini semua akan berakhir, tidak peduli berapa banyak uang yang saya hasilkan, tidak peduli seberapa besar ketenaran yang saya dapat. Semua yang saya dapat dari lapangan, sekarang saya harus fokus kepada apa yang penting [menjadi muslim yang baik]," ucap Husain.

Lepas dari NFL, Husain meraih gelar master dalam resolusi perselisihan dan manajemen konflik. Husain kemudian membangun Ashab Network, sebuah yayasan yang membantu atlet-atlet muslim seperti Bilqis Abdul-Qaadir dan pemain anggar Olimpiade Ibtihaj Muhammad. (har/ptr)