Legenda Timnas Indonesia: Pemain Muda Banyak Pencitraan

CNN Indonesia | Senin, 13/07/2020 15:22 WIB
Pesepak bola timnas  Indonesia U-19  Egy Maulana Vikri melakukan selebrasi usai memasukan bola ke gawang Taiwan U-19 pada laga Grup A Piala Asia U-19 2018 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta (18/10). (CNN Indonesia/Hesti Rika) Ronny Pasla berharap pemain muda lebih banyak berprestasi ketimbang pencitraan. (CNN Indonesia/Hesti Rika)
Jakarta, CNN Indonesia --

Legenda Timnas Indonesia, Ronny Pasla, menilai para pesepakbola muda saat ini lebih banyak membuat pencitraan ketimbang prestasi.

Selain meminta untuk mengurangi pencitraan, Ronny juga berharap pada pemain saat ini harus lebih disiplin. Ketimbang pencitraan, menurut Ronny lebih baik terus disiplin menempa diri dengan latihan.

"Asal jangan euforia saja. Jangan pencitraan. Karena hampir semua pemain muda sekarang lebih banyak pencitraan tapi prestasinya tak ada," kata Ronny yang ditemui di Pancoran Soccer Field, Jakarta, Sabtu (11/7).


Ketika masih aktif, kenang Ronny, mental pemain bisa terjaga berkat disiplin diri. Bahkan hal-hal kecil seperti terlambat makan, bisa jadi penilaian tersendiri di mata pelatih.

Banner Live Streaming MotoGP 2020

Sukses Ronny Pasla bersama skuat Garuda mengalahkan Uruguay 2-1 dan menahan imbang Sao Paulo 1-1 dinilai sebagai hasil kerja keras yang dijalani.

"Dulu kami mental harus kuat, telat makan saja sudah dinilai. Permainan nomor dua. Mental dulu, latihan terlambat sudah jadi perhatian pelatih. Jadi intinya anak-anak sekarang harus disiplin," terangnya.

Ronny yang merupakan mantan kiper Timnas Indonesia di era tahun 1960 sampai awal 1970-an itu memberikan perhatian khusus buat pesepakbola Merah Putih yang saat ini berkiprah di luar negeri. Sebut saja, Egy Maulana Vikri, Witan Sulaeman, hingga Rudolof Yanto Basna.

"Saya setuju pemain berkarier di luar negeri. Asal memang berkembang ya. Pertama kali pemain Indonesia prefesional oke itu di Hong Kong, yakni Rusdiantoro. Saya di Australia tapi enggak jadi karena PSSI tidak kirim. Lalu Riki Yacobi di Jepang," ujar Ronny Pasla.

[Gambas:Video CNN]

(TTF/jun)