Daniel Cormier, Pegulat Gagal Ginjal yang Cetak Sejarah UFC

CNN Indonesia | Jumat, 14/08/2020 00:00 WIB
Daniel Cormier masuk dunia MMA di usia 30 tahun dan punya peluang untuk kembali jadi juara dunia UFC pada usia 41 tahun. Daniel Cormier punya peluang untuk kembali jadi juara kelas berat UFC. (AFP/Joe Scarnici)
Jakarta, CNN Indonesia --

Daniel Cormier baru masuk ke dunia mixed martial arts di usia 30 tahun. Di usia 41 tahun, ia punya peluang untuk kembali jadi juara dunia kelas berat UFC saat berjumpa Stipe Miocic di UFC 252, Minggu (16/8).

Cormier meghabiskan periode emas dalam kariernya sebagai pegulat gaya bebas. Ia sempat mewakili Amerika Serikat di Olimpiade 2004 namun harus puas duduk di peringkat keempat dan tak mendapatkan medali.

Namun sebagai pegulat, Cormier sempat mengharumkan nama AS dengan raihan medali perunggu di Kejuaraan Dunia 2007 dan medali perak di Piala Dunia 2005.


Momen menyedihkan bagi Cormier ada di Olimpiade 2008. Ia menjabat kapten tim gulat AS, sudah berada di Beijing namun akhirnya gagal bertanding karena gagal ginjal dan harus dilarikan ke rumah sakit. Setelah absen dari Olimpiade 2008 karena gagal ginjal, Cormier justru memilih untuk terjun ke mixed martial arts.

ANAHEIM, CALIFORNIA - AUGUST 17: Daniel Cormier throws a punch at Stipe Miocic in the second round during their UFC Heavyweight Title Bout at UFC 241 at Honda Center on August 17, 2019 in Anaheim, California.   Joe Scarnici/Getty Images/AFPDaniel Cormier baru terjun ke dunia mixed martial arts pada usia 30 tahun. (AFP/Joe Scarnici)

Keputusan ini tentu mengejutkan karena Cormier bakal menghadapi lawan dengan berbagai disiplin ilmu, tak hanya gulat seperti yang ia jalani selama ini.

Setelah melakukan persiapan di American Kickboxing Academy, Cormier resmi menjalani debut melawan Gary Frazier pada 25 September 2009.

Debut Cormier terlihat mulus dan terus berlanjut hingga ia mencatatkan 15 kemenangan beruntun tanpa terkalahkan di awal kariernya. Hebatnya, delapan dari 15 kemenangan itu berasal dari kemenangan KO/TKO, unggul jauh dari dua yang berasal dari submission serta lima lewat kemenangan angka.

Cormier membuktikan bahwa ia punya pukulan yang mengerikan. Perjalanan mulusnya itu mengantar Cormier berjumpa Jon Jones, juara light heavyweight UFC, hanya setelah menjalani empat duel di UFC.

Cormier kalah angka dari Jon Jones namun kemudian bisa merebut gelar light heavyweight yang lowong ketika menang submission atas Antonhy Johnson. Tiga kali mempertahankan gelar, Cormier kalah KO dari Jon Jones di duel kedua mereka pada 29 Juli 2017. Kekalahan itu dibatalkan lantaran Jon Jones positif doping. Cormier tetap dianggap sebagai juara light heavyweight dan sukses mempertahankan gelar lawan Volkan Oezdemir di UFC 220 lewat kemenangan TKO.

LAS VEGAS, NEVADA - JULY 06: Jon Jones of the United States looks on prior to his UFC Light Heavyweight Title bout against Thiago Santos of Brazil at T-Mobile Arena on July 06, 2019 in Las Vegas, Nevada. Jones defeated Santos by decision.   Sean M. Haffey/Getty Images/AFPDaniel Cormier sempat kalah dari Jon Jones namun sempat merebut gelar light heavyweight (Sean M. Haffey/Getty Images/AFP)

Cetak Sejarah Saat Naik Kelas Berat

Cormier mendapat kesempatan untuk langsung menghadapi Stipe Miocic pada perebutan kelas berat UFC, 7 Juli 2018.

Cormier sukses tampil mengejutkan lewat kemenangan KO di ronde pertama. Cormier jadi petarung pertama yang mampu jadi juara dunia di kelas light heavyweight dan kelas berat di UFC.

Kemenangan atas Derrick Lewis di UFC 230 lewat submission kemudian mengantarkannya jadi petarung pertama yang mampu jadi juara dunia di dua kelas berbeda dan sukses mempertahankan sabuk juara tersebut. Hal spektakuler itu dicapai Cormier pada usia 39 tahun, usia yang seringkali disebut sebagai usia senja bagi seorang petarung.

Banner Live Streaming MotoGP 2020

Dalam laga kedua lawan Miocic, Cormier sejatinya unggul di tiga ronde awal. Miocic sudah kesulitan untuk menandingi kecepatan serangan Cormier.

Namun di ronde keempat, Cormier lengah dan akhirnya kalah TKO setelah dihujani rentetan pukulan Miocic. Di UFC 252, Cormier punya kesempatan untuk merebut kembali sabuk juara kelas berat UFC sekaligus duduk di puncak tertinggi di usia 42 tahun.

(ptr/jal)

[Gambas:Video CNN]