5 Faktor Barcelona Kesulitan Lawan Munchen

CNN Indonesia | Jumat, 14/08/2020 22:46 WIB
Barcelona tidak diunggulkan dan diprediksi akan kesulitan melawan Bayern Munchen pada babak perempat final Liga Champions. Barcelona perlu bekerja keras melawan Munchen. (AP/Joan Monfort)
Jakarta, CNN Indonesia --

Barcelona tidak diunggulkan dan diprediksi akan kesulitan melawan Bayern Munchen pada babak perempat final Liga Champions di Stadion Da Luz, Sabtu (15/8) dini hari waktu Indonesia.

Sejumlah faktor menjadi indikasi Barcelona perlu berjuang keras meladeni perlawanan Munchen yang meraih dua gelar domestik pada musim ini.

Performa yang labil di musim ini membuat Barcelona berstatus bukan favorit di hadapan Munchen. Karena itu juga Sportskeeda menyebut Blaugrana akan kesulitan melawan FC Hollywood.


5 Faktor Barcelona Kesulitan Lawan Munchen:

1. Performa Impresif Munchen

Munchen mempertahankan gelar juara Liga Jerman delapan kali beruntun dengan selisih 13 poin atas Borussia Dortmund di klasemen akhir. Mereka juga mencetak 100 gol dengan hanya kebobolan 32 kali.

Munich's scorer Mickael Cuisance, second left, and his teammates celebrate their side's second goal   during the German Bundesliga soccer match between VfL Wolfsburg and FC Bayern Munich in Wolfsburg, Germany, Saturday, June 27, 2020. (Kai Pfaffenbach/Pool Photo via AP)Munchen lebih diunggulkan dibanding Barcelona. (AP/Kai Pfaffenbach)

Tim asuhan Hansi Flick itu melengkapi pencapaian mereka dengan trofi Piala Jerman usai mengalahkan Bayer Leverkusen 4-2 di final. Prestasi Munchen berbanding terbalik dengan Barcelona yang kehilangan Liga Spanyol dan Copa del Rey.

2. Usia Tua

Kesuksesan Munchen di musim ini salah satunya karena permainan menyerang yang ditunjang garis pertahanan tinggi. Guna melawan tim seperti itu, Barcelona membutuhkan pemain dengan kecepatan, dribel, dan kontrol bla yang baik.

Akan tetapi, saat ini Blaugrana tidak memiliki hal itu. Pasalnya, sebagian besar penyerang mereka berusia 30 tahun ke atas. Luis Suarez dan Lionel Messi diperkirakan akan kesulitan untuk berlari cepat dari lapangan tengah hingga kotak penalti lawan.

[Gambas:Video CNN]

Barcelona bisa melakukan perjudian dengan memainkan Ousmane Dembele yang baru pulih dari cedera panjang dan Ansu Fati. Akan tetapi mereka harus mengorbankan Antoine Griezmann dan mungkin Suarez.

3. Bergantung pada Messi

Barcelona tidak lagi terlihat sebagai tim dengan kerja sama dengan solid. Yang terjadi justru makin bergantung kepada Messi.

Kemenangan 3-1 atas Napoli merupakan hasil dari penampilan berkelas seorang Messi yang mencetak gol solo spektakuler dan menghasilkan penalti.

Napoli sendiri beberapa kali nyaris membobol gawang Barcelona. Karena itu, melawan Munchen pelatih Quique Setien bisa kembali berharap banyak pada Messi. Tanpa Messi, Barcelona bisa tidak memiliki peluang dalam laga ini.

4. Setien Belum Meyakinkan

Kualitas Setien menangani klub sebesar Barcelona belum meyakinkan. Sejak mengambil alih peran Ernesto Valverde, Setien tidak memiliki hasil yang impresif.

Bahkan, saat melawan Napoli Setien menerapkan taktik yang cukup janggal, yaitu hanya melakukan dua pergantian pemain, dimulai pada menit ke-84.

Banner Live Streaming MotoGP 2020

Kondisi itu bisa mengurangi kebugaran Barcelona saat melawan Munchen. Apalagi, Barcelona perlu memainkan serangan balik untuk meladeni permainan Die Roten.

5. Perubahan Formasi

Setien lebih banyak bermain dengan skema 4-3-2-1 di musim ini. Tetapi pernah juga memainkan 4-4-2 saat melawan Atletico Madrid dan Real Madrid.

Sejauh ini Munchen bergantung pada fullback dan pemain sayap dalam menyerang. Itu berarti Barcelona membutuhkan pemain lain guna menambah pertahanan.

Pertahanan berlapis bisa didapat Barcelona dengan memainkan 4-4-2. Jika menggunakan empat pemain di tengah, maka Barcelona harus mengorbankan Griezmann karena hanya memasang Messi dan Suarez di depan. Perubahan itu bisa merugikan Barcelona karena tidak terbiasa dengan taktik tersebut.

(sry/sry)