Rekrut Rossi, Petronas Incar Keuntungan Finansial

CNN Indonesia | Rabu, 30/09/2020 15:28 WIB
Petronas Yamaha merekrut Valentino Rossi karena The Doctor memiliki merek dagang yang sangat besar sehingga bisa membawa keuntungan finansial. Valentino Rossi resmi bergabung dengan tim satelit Petronas Yamaha untuk MotoGP musim 2021. (AP/Antonio Calanni).
Jakarta, CNN Indonesia --

Tim satelit Petronas Yamaha resmi merekrut Valentino Rossi untuk MotoGP musim 2021. Rossi meneken kontrak satu tahun dan opsi perpanjangan satu tahun.

Dilansir Speedweek, Kepala tim satelit Petronas Yamaha, Razlan Razali menyebut, selain karena faktor pengalaman, pihaknya juga mengincar keuntungan finansial dalam menggaet Rossi.

"Valentino bukan pembalap biasa, dia juga aset ekonomi," kata Razlan.


Di dunia MotoGP Rossi sangat melegenda. Puluhan tahun berkecimpung di dunia balap, pria asal Italia itu tentu memiliki brand yang sangat besar.

Banner gif video highlights MotoGP

Tentu merekrut Rossi akan membawa keuntungan tersendiri bagi Petronas Yamaha.

"Rossi punya hak cipta, kami harus melihat pada partner kami bahwa semuanya [yang ada di Rossi] sudah terlindungi [hak cipta]. Tentu saja kami harus memastikan waktu yang tepat bagi kami untuk mendiskusikan soal tim teknis."

"Kami luar biasa gembira bisa memiliki Rossi di tim, dia adalah tipe pembalap yang ingin dimiliki semua tim. Kami ingin Valentino tampil kompetitif dan kami menghargai keyakinan Valentino Rossi bersama kami," ucap Razlan dikutip dari Corse di Moto.

Razlan lebih jauh juga mengungkapkan bahwa hal tersulit yang membuat pembahasan kontrak sempat berlarut-larut adalah ketika juara dunia MotoGP sembilan kali itu ingin sekali membawa semua krunya.

The Doctor ingin memboyong semua kru dan teknisi yang sudah bekerja sama dengannya selama ini.

"Awalnya kami punya satu syarat, kami ingin membongkar struktur yang telah kami bangun sesedikit mungkin. Kami tidak ingin dia membawa seluruh krunya. Tapi akhirnya dia bisa membawa orang-orang penting bersamanya," kata dia.

Pada akhirnya pembalap 41 tahun itu harus membuat kompromi karena tak bisa memboyong semua kru dan teknisi. Dia hanya bisa membawa kepala kru David Munoz, pelatih balap Idalio Gavira dan data engineer Matteo Flamigni.

Rossi pun terpaksa meninggalkan teknisinya yang setia Alex Briggs dan Brent Stephens.

(osc/har)

[Gambas:Video CNN]