ANALISIS

Blunder Rookie Rossi yang Berlanjut

Haryanto Tri Wibowo, CNN Indonesia | Kamis, 01/10/2020 08:00 WIB
Valentino Rossi melakukan kesalahan seperti pembalap rookie di MotoGP Catalunya. Sebuah kesalahan yang tanpa sadar terus dilakukan The Doctor. Valentino Rossi terlalu sering melakukan kesalahan di MotoGP. (AFP/JAVIER SORIANO)
Jakarta, CNN Indonesia --

Valentino Rossi melakukan kesalahan seperti pembalap rookie di MotoGP Catalunya. Sebuah kesalahan yang tanpa sadar terus dilakukan The Doctor saat berada dalam tekanan.

Rossi untuk kali kedua beruntun gagal finis setelah terjatuh pada balapan MotoGP Catalunya 2020. Pembalap 41 tahun itu terjatuh di tikungan dua saat balapan menyisakan sembilan lap.

Rossi kehilangan keseimbangan ban depan di tikungan dua. The Doctor berkilah sisi kiri ban depan sepeda motor M1 yang ditungganginya memiliki suhu rendah hingga kurang cengkeraman.


Untuk kali kedua beruntun Rossi gagal finis karena kesalahan sendiri. Satu pekan sebelum balapan di Catalunya, juara dunia Grand Prix sembilan itu terjatuh saat balapan baru berjalan dua lap.

Banner Live Streaming MotoGP 2020

Dua kegagalan finis membuatRossi semakin menjauh dari persaingan gelar juara duniaMotoGP 2020.Rossi kini terpaut 50 poin dari FabioQuartararo di puncak klasemen sementara. Balapan memang masih menyisakan enam seri, tapiRossi pun sudah lempar handuk.

"Kami punya perjalanan setelan motor yang hebat, jadi meski kejuaraan dunia sudah tertutup buat saya, tetap ada alasan bagi saya untuk tampil cepat hingga akhir musim. Sayang saya sudah tiga kali gagal mendapat poin dan saya dua kali jatuh karena kesalahan saya," ujar Rossi dikutip dari Motorsport.

Hal menarik dari penampilan Rossi di MotoGP Catalunya adalah, untuk kali kesekian VR46 terjatuh saat berada dalam tekanan. Rossi layaknya pembalap rookie yang tidak memiliki pengalaman bersaing meraih kemenangan.

[Gambas:Video CNN]

Padahal tidak ada alasan bagi Rossi untuk gagal meraih podium di Catalunya. Sepeda motor M1 sangat kompetitif. Bahkan Rossi mengakui bisa saja meraih kemenangan di MotoGP Catalunya jika tidak melakukan kesalahan.

Dalam perjalanan ke garasi Yamaha, Rossi tertunduk lesu. Ketika membuka sarung tangan kiri, tangan Rossi terlihat gemetar. Sisa-sisa adrenalin usai balapan masih dirasanya. The Doctor sadar dia melakukan kesalahan yang membuat tim kecewa. Pasalnya, selama ini Rossi 'cerewet' dan kritis terhadap tim Yamaha karena tidak mampu membuat M1 kompetitif.

Kesalahan Berulang

Sejak musim lalu, Rossi sudah gagal finis di tujuh balapan. Padahal sebelumnya dibutuhkan Rossi lima musim sepanjang 2013 hingga 2018 untuk merasakan tujuh gagal finis.

Memang tidak semua kegagalan finis itu karena kesalahan Rossi, seperti di MotoGP Spanyol musim ini ketika sepeda motor M1 Yamaha mengalami masalah elektronik. Atau ketika ditabrak Jorge Lorenzo di MotoGP Catalunya musim lalu.

Banner gif video highlights MotoGP

Namun Rossi mungkin tidak akan mengalami paceklik kemenangan, yang sudah terjadi sejak MotoGP Belanda 2017, jika tidak melakukan kesalahan rookie di beberapa balapan penting.

Seperti yang terjadi di MotoGP Malaysia 2018. Rossi memimpin balapan sejak lap pertama. Rossi sepertinya akan mengakhiri paceklik kemenangan. Namun, lima lap terakhir Rossi mengalahkan kesalahan di tikungan pertama dan terjatuh setelah mendapat tekanan dari Marc Marquez.

Musim lalu kegagalan Rossi menghadapi tekanan juga terjadi di MotoGP Amerika Serikat. Rossi yang memimpin balapan disalip Alex Rins saat balapan menyisakan empat lap.

Valentino Rossi di Kualifikasi MotoGP San Marino 2020.Valentino Rossi sudah tidak pernah meraih kemenangan di MotoGP sejak GP Belanda 2017. (Dorna Sports)

Tekanan yang berujung blunder Rossi juga terjadi di MotoGP San Marino musim ini. Rossi gagal naik podium ketika disalip pembalap Suzuki Joan Mir di lap terakhir. Padahal Rossi berada di posisi kedua hampir di sebagian besar balapan dan masih berada di posisi ketiga saat memasuki lap terakhir.

Rossi seperti tidak punya pengalaman untuk mempertahankan posisi di depan atau meraih kemenangan. Entah sudah terlalu tua untuk bersaing di depan atau tidak mau mengambil risiko lebih banyak, Rossi terlihat tidak mampu mengatasi tekanan. Rossi justru terlihat menjadi bulan-bulanan pembalap muda di MotoGP.

Sebuah kenyataan yang tergambar dalam pernyataan mantan rival Rossi, Max Biaggi.

"Ketika Anda menjadi juara dunia maka Anda menjadi target dari pembalap lain, karena bahkan pembalap-pembalap muda melakukan pengereman telat hanya untuk mengatakan mereka telah menyalip Rossi," ucap Biaggi.

(har/nva)