MUNAS PBSI

4 Tahun Wiranto dan Pahit Manis Bulutangkis Indonesia

CNN Indonesia | Jumat, 06/11/2020 08:05 WIB
Selama empat tahun Wiranto menjadi Ketum PBSI, bulutangkis Indonesia meraih sejumlah prestasi di kancah dunia, meski masih ada PR yang belum selesai. Selama Wiranto menjabat Ketum PBSI, Indonesia meraih banyak prestasi. (ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal).
Jakarta, CNN Indonesia --

Wiranto terpilih sebagai Ketua Umum Pengurus Pusat Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI) periode 2016-2020 secara aklamasi dalam Musyawarah Nasional (Munas) yang digelar di Surabaya, Jawa Timur pada 31 Oktober 2016.

Ia menggantikan Gita Wirjawan yang memimpin induk bulutangkis Indonesia itu di periode sebelumnya, 2012-2016. Gita yang sempat kembali maju mencalonkan diri sebagai Ketua Umum PBSI kala itu mundur jelang pemilihan.

Wiranto hadir di PBSI sebulan setelah bulutangkis meraih prestasi di kancah dunia lewat medali emas Olimpiade 2016 di Rio de Janeiro, Brasil. Medali emas itu ditorehkan ganda campuran Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir. Sejak saat itu, prestasi demi prestasi bulutangkis Indonesia kembali diraih.


Mulai dari juara di event bergengsi di All England, Asian Games sampai di kejuaraan world tour series berbagai level berhasil diraih pebulutangkis Indonesia selama kepemimpinan Wiranto di PBSI.

Pada tahun 2017, ganda putra Indonesia Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo berhasil memenangkan gelar BWF Super Series usai mengalahkan wakil China, Liu Cheng/Zhang Nan.

Di tahun yang sama, Tontowi/Liliyana juga berhasil meraih gelar juara dunia yang diselenggarakan di Glasgow Inggris mengalahkan Zheng Siwei/Chen Qingchen lewat tiga gim, 15-21, 21-16 dan 21-15.

Di All England 2017, Indonesia juga berhasil membawa pulang gelar juara lewat pasangan ganda putra Marcus/Kevin atau Minions. Sementara di Indonesia Open, Tontowi/Liliyana juga berhasil menjadi raja di kandang sendiri untuk kali pertama.

Masih di bawah kepemimpinan Wiranto di PBSI, pada 2018 Marcus/Kevin kembali menunjukkan kekuatan Indonesia di ganda putra di Birmingham Stadium saat All England. Sukses besar juga diraih pebulutangkis Merah Putih saat menjadi tuan rumah Indonesia Open 2018.

Kala itu, dua gelar juara langsung disabet Tim Indonesia saat tampil di Istora Senayan, Jakarta. Selain Tontowi/Liliyana yang berhasil mempertahankan gelar, Marcus/Kevin juga berhasil jadi juara.

Ganda campuran Indonesia Liliyana Natsir (kanan) dan Tontowi Ahmad berusaha mengembalikan kok ke ganda campuran Malaysia Chan Peng Soon dan Goh Liu Ying saat pertandingan semifinal Daihatsu Indonesia Masters 2019 di Istora Senayan, Jakarta, Sabtu (26/1/2019). Owi/Butet lolos ke final setelah menang dengan skor 22-20 dan 21-11. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/hp.Salah satu pasangan ganda campuran terbaik yang pernah dimiliki Indonesia, Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir. (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A).

Sukses besar Wiranto ketika mengabdi sebagai Ketua Umum PBSI selama empat tahun terakhir tercipta secara nyata saat Indonesia menjadi tuan rumah perhelatan akbar ajang multievent terbesar di Asia, Asian Games 2018. Dua gelar juara mampu diraih tuan rumah melalui sektor ganda putra dan tunggal putra.

Minions, julukan Markus/Kevin mengamankan medali emas ganda putra Asian Games 2018 usai All Indonesian final bersama Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto. Sedangkan Jonatan Christie membuat kejutan sebagai ganda putra yang meraih medali emas setelah Taufik Hidayat terakhir kali mencatatkan namanya di Asian Games 2006 di Doha, Qatar.

Selama empat tahun kepemimpinan Wiranto di PBSI juga terlihat bagaimana persaingan ketat di sektor ganda putra dan tunggal putra pelatnas. Sedikitnya ada tiga tunggal putra yang saat ini masuk dalam 20 besar ranking BWF; Jonatan Christie, Anthony Sinisuka Ginting dan Shehar Hiren Rustavito.

Begitu juga persaingan di putra di mana tiga pasang wakil Indonesia bersaing untuk menjadi penghuni papan atas ranking BWF. Mereka asalah Marcus/Kevin, Fajar/Rian dan pasangan senior Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan.

Pekerjaan Rumah

Namun prestasi manis itu juga diiringi dengan catatan pahit dalam dua tahun terakhir kepemimpinan Wiranto. Khususnya setelah Liliyana Natsir pensiun pasca-Asian Games 2018 atau tepatnya pada Februari 2019 lalu.

Banner Live Streaming MotoGP 2020

Pensiunnya Liliyana itu membuat Indonesia seolah kehilangan sosok juara di ganda campuran. Tontowi yang dipasangkan dengan pemain junior, Winny Oktavina dan Apriyani Rahayu masih belum bisa mengukir prestasi.

Tontowi akhirnya memutuskan pensiun pada 18 Mei 2020 lalu. Saat ini, Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti menjadi ujung tombak Indonesia di sektor ganda campuran.

Di ganda putri, Indonesia masih mengandalkan Greysia Polii/Apriyani Rahayu untuk mencetak prestasi. Sayangnya, belum terlihat ada pasangan pelapis yang menonjol bagi mereka sejauh ini.

Begitu juga di sektor tunggal putri di mana belum ada sosok mumpuni untuk kembali memberikan yang terbaik di kejuaran dunia.

Regenerasi pebulutangkis yang bisa mencetak prestasi ini yang menjadi pekerjaan rumah selama empat tahun kepemimpinan Wiranto.

(ttf/osc)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK