IOC Tepis Rumor Olimpiade Tokyo 2021 Batal

CNN Indonesia | Jumat, 22/01/2021 15:40 WIB
Presiden Komite Olimpiade Internasional (IOC), Thomas Bach, dan panitia lokal menegaskan Olimpiade Tokyo 2021 akan tetap digelar sesuai rencana. Olimpiade Tokyo kabarnya bakal dibatalkan. (AP/Eugene Hoshiko)
Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden Komite Olimpiade Internasional (IOC), Thomas Bach, dan panitia lokal menegaskan Olimpiade Tokyo 2021 akan tetap berlangsung seperti yang telah direncanakan.

Setelah batal dilaksanakan pada 24 Juli hingga 9 Agustus 2020 karena pandemi Covid-19, Olimpiade 2020 kemudian diundur menjadi 23 Juli sampai 8 Agustus 2021.

Menjelang pelaksanaan yang tinggal enam bulan lagi, isu pembatalan Olimpiade muncul kembali, salah satunya melalui pemberitaan The Times of London yang mengutip seorang narasumber yang tidak disebutkan namanya.


Tanpa menyangkal berita tersebut, panitia penyelenggara Olimpiade Tokyo 2021 menyatakan tidak ada perubahan dan pesta olahraga empat tahunan itu mendapat dukungan dari Perdana Menteri Jepang, Yoshihide Suga.

Bach percaya Olimpiade Tokyo 2021 akan terlaksana pada tahun ini dan mengatakan tidak ada rencana cadangan dalam pelaksanaan Olimpiade ke-32 tersebut.

A man and a woman walk past near the Olympic rings floating in the water in the Odaiba section Tuesday, Dec. 1, 2020, in Tokyo. The Olympic Symbol was reinstalled after it was taken down for maintenance ahead of the postponed Tokyo 2020 Olympics. (AP Photo/Eugene Hoshiko)Olimpiade Tokyo akan digelar sesuai rencana setelah sempat tertunda karena pandemi Covid-19. (AP/Eugene Hoshiko)

"Semua mitra kami termasuk pemerintah nasional, Pemerintah Metropolitan Tokyo, Komite Penyelenggara Tokyo 2020, IOC dan IPC [Komite Paralimpiade Internasional] sepenuhnya fokus menjadi tuan rumah acara musim panas ini," tulis pernyataan tersebut.

"Kami berharap kehidupan sehari-hari dapat kembali normal secepatnya, dan kami akan terus melakukan segala upaya untuk mempersiapkan pertandingan yang aman dan terjamin."

Bach mengatakan perubahan radikal perlu dilakukan untuk tetap menggelar Olimpiade pada tahun ini. Olimpiade Tokyo bakal melibatkan 11 ribu atlet, dan pilihan ribu pelatih, ofisial, wasit, media, hingga mereka yang menyiarkan pertandingan. Sebanyak 4.400 atlet juga akan ambil bagian di Paralimpiade yang digelar pada 24 Agustus.

[Gambas:Video CNN]

"Anda mungkin tidak akan menyukainya tetapi pengorbanan dibutuhkan," kata Bach.

Beberapa laporan tentang pembatalan mulai muncul bulan ini setelah pemerintah Jepang menyatakan Tokyo dan prefektur lainnya dalam keadaan darurat terkait lonjakan kasus COVID-19 yang meningkat.

The Times of London dalam pemberitaan menyebut Jepang berharap bisa menggelar Olimpiade 2032 seiring munculnya kabar pembatalan tersebut. IOC sendiri telah menunjuk Paris, Prancis, sebagai tuan rumah Olimpiade 2024 dan Los Angeles, Amerika Serikat, untuk Olimpiade 2028.

GIF Banner Promo Testimoni

Klaim Jepang harus menunggu satu dekade untuk menggelar Olimpiade juga terlihat tidak mungkin, mengacu biaya yang dibutuhkan, salah satunya untuk perawatan venue. Tokyo sudah menghabiskan sekitar US$25 miliar untuk Olimpiade kali ini.

"Kami tidak punya alasan apapun untuk percaya bahwa Olimpiade di Tokyo tidak akan dibuka pada 23 Juli di Stadion Olimpiade Tokyo," ucap Bach kepada media Jepang Kyodo sembari mengatakan tidak ada rencana cadangan terkait Olimpiade.

Dalam sepekan terakhir Jepang tengah mengalami lonjakan kasus virus corona. Sedikitnya 5 ribu orang meninggal dunia akibat kasus Covid-19.

Publik di Jepang juga menentang rencana Olimpiade Tokyo digelar pada tahun ini. Berdasarkan beberapa hasil polling, 80 persen dari mereka mengatakan Olimpiade Tokyo 2021 seharusnya ditunda atau dibatalkan.

(nva/jal)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK