Ryan Garcia: Penerus De La Hoya, Penantang Manny Pacquiao

jun, CNN Indonesia | Senin, 25/01/2021 13:47 WIB
Ryan Garcia disebut-sebut sebagai penerus Oscar de La Hoya, petinju AS berdarah Meksiko, yang akan menantang Manny Pacquiao. Ryan Garcia berambisi mengalahkan legenda tinju Manny Pacquiao. (AP/Isaac Brekken)
Jakarta, CNN Indonesia --

Ryan Garcia disebut-sebut sebagai penerus Oscar de La Hoya, petinju AS berdarah Meksiko, yang akan menantang Manny Pacquiao.

Duel Garcia vs Pacquiao belum benar-benar resmi dirilis, namun petinju 22 tahun itu sudah berani mengumumkan via Instagram pribadinya.

"Sebuah mimpi yang jadi kenyataan. Merupakan sebuah kehormatan berbagi ting dengan @mannypacquiao. Saya akan selalu menghormati yang Anda lakukan baik di dalam maupun luar ring," tulis Garcia di Instagram.


Garcia menjadi idola baru di dunia tinju setelah berhasil mencatat rekor kemenangan 21-0 di mana 18 pertarungan di antarnya berakhir dengan kemenangan KO.

Pria kelahiran California itu menjalani debutnya di dunia tinju profesional pada 9 Juni 2016 dan berhasil menumbangkan Edgar Meza dengan kemenangan TKO di Tijuana.

GIF Banner Promo Testimoni

Bakat Garcia kemudian dilirik Golden Boy Promotions, promotor tinju milik legenda Oscar De La Hoya, pada November 2016.

Karier Garcia makin bersinar di bawah naungan Golden Boy Promotions. Buktinya, ia sukses menganvaskan Smith-Hopkins lewat kemenangan KO di ronde kedua.

Total Garcia sudah melakoni 21 partai tinju profesional dengan rekor sempurna. Sejumlah nama-nama tenar seperti Fernando Vargas, Romero Duno, dan Fransisco Fonseca berhasil dikalahkan.

Manny Pacquiao of the Philippines (R) punches Oscar de la Hoya of US during their welterweights showdown at the MGM Grand Garden Arena in Las Vegas, Nevada, on December 6, 2008. Filipino boxing icon Pacquiao stopped Oscar de la Hoya after eight rounds, defying a disadvantage in size with a brutally dominant performance in their welterweight showdown. AFP PHOTO/Jewel SAMAD / AFP PHOTO / JEWEL SAMADOscar de la Hoya pernah dikalahkan Manny Pacquiao. (AFP PHOTO/JEWEL SAMAD)

Terakhir, Garcia menuntaskan pertarungan melawan mantan juara Olimpiade 2012, Luke Campbell, dengan TKO. Pukulan hook kiri Garcia yang merangsek ke tulang rusuk membuat Campbell terjatuh dan tak sanggup melanjutkan pertarungan.

Meskipun terlahir sebagai warga negara Amerika Serikat, Garcia tak melupakan Meksiko sebagai warisan keluarga. Ia sering membawa bendera AS dan Meksiko ke dalam ring.

[Gambas:Video CNN]

Kendati tak bisa berbahasa Spanyol, Garcia saat ini dilatih Eddy Reynoso, yang juga melatih Canelo Alvarez. Ayahnya, Henry Garcia, menjadi asisten pelatih sekaligus penerjemah.

Garcia digadang-gadang sebagai suksesor De La Hoya. Petinju berkebangsaan AS berdarah Meksiko yang memiliki gaya orthodox. Ia juga mendapat banyak masukan dari De La Hoya selaku pemilik Golden Boy Promotions.

Pacquiao yang kini sudah berusia 42 tahun belum mau gantung sarung tinju. Pemilik rekor 62-7-2, 39 KO itu pernah menang TKO atas De La Hoya di Las Vegas pada 2008.

Pertarungan melawan Pacquiao bakal menarik karena secara tak langsung De La Hoya berada di belakang Garcia.

(jun/har)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK