Schalke Degradasi, Suporter Serang Pemain

ptr, CNN Indonesia | Rabu, 21/04/2021 22:45 WIB
Suporter Schalke marah besar setelah tim kesayangan mereka dipastikan degradasi musim ini. Schalke degradasi musim ini. (AP/Matthias Schrader)
Jakarta, CNN Indonesia --

Suporter Schalke marah besar setelah tim kesayangan mereka dipastikan degradasi di Bundesliga musim ini.

Dalam laporan ESPN, pihak kepolisian Gelsenkirchen memastikan sekitar 500-600 orang menunggu kedatangan tim di Veltins Arena.

"Ketika pemain keluar dari bus, mereka diempari telur dan diejek. Polisi ada di tempat kejadian dan mampu mencegah aksi lebih lanjut," tulis kepolisian dalam rilis resmi mereka.


Schalke dipastikan degradasi setelah kalah 0-1 dari Arminia Bielefeld. Hal itu membuat poin Schalke tak lagi mampu melewati zona merah dengan sisa empat laga.

Sejak paruh pertama, Schalke sudah punya indikasi kuat jadi calon tim degradasi seiring performa buruk yang mereka tunjukkan.

Schalke's Guido Burgstaller, center, arrives with a face mask to the German Bundesliga soccer match between Borussia Dortmund and Schalke 04 in Dortmund, Germany, Saturday, May 16, 2020. The German Bundesliga becomes the world's first major soccer league to resume after a two-month suspension because of the coronavirus pandemic. (AP Photo/Martin Meissner, Pool)Dalam dua musim terakhir, Schalke sudah mengalami penurunan. (AP/Martin Meissner)

Dari 30 pertandingan yang telah mereka mainkan musim ini, Schalke bahkan baru dua kali menang dan total mengoleksi 13 poin.

Sebagai juru kunci, Schalke sendiri berjarak 13 angka dari FC Koln yang ada satu strip di atas mereka.

Kegagalan Schalke bertahan di Bundesliga justru jadi kabar gembira bagi para pendukung Borussia Dortmund. Sejumlah pendukung Borussia Dortmund disebut menyalakan kembang api di dekat Veltins Arena merayakan rival mereka yang degradasi.

Banner Video Highlights MotoGP 2021

Pada musim 2017/2018, Schalke masih sanggup jadi runner up Bundesliga. Namun setelah itu mereka mengalami penurunan dengan finis di posisi ke-14 (2018/2019), 12 (2019/2020), sebelum akhirnya degradasi musim ini.

[Gambas:Video CNN]



(ptr/nva)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK