Jakarta, CNN Indonesia -- Jorge Masvidal memiliki sejumlah senjata andalan yang bisa digunakan melawan Kamaru Usman dalam rematch di UFC 261 di VyStar Veterans Memorial Arena, Minggu (25/4).
Berkaca dari hasil pertarungan UFC 251 yang hanya berujung kemenangan angka bagi Usman, Masvidal disebut punya daya tahan yang cukup bagus untuk meladeni Usman.
Terlebih lagi, statistik UFC menunjukkan Masvidal memiliki keunggulan atas Usman di sejumlah aspek: di antaranya akurasi takedown yang mencapai 53,1 persen, sedangkan Usman hanya 47,5 persen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Catatan rata-rata merobohkan lawan juga lebih unggul Masvidal daripada Usman dengan 0,55 berbanding 0,48 secara keseluruhan. Statistik tersebut menunjukkan serangan Masvidal yang lebih agresif dan berbahaya.
 Kamaru Usman patut waspada dengan Jorge Masvidal. (Steve Marcus/Getty Images/AFP) |
Dalam pertarungan ulang ini, Masvidal tentu tidak ingin mengulang kesalahan pada duel pertama. Ketika itu, pergerakan Masvidal kurang agresif, sehingga serangan Usman kerap tepat sasaran dan menghasilkan poin.
5 Senjata Masvidal Kalahkan Usman di UFC 261:
1. Agresivitas
Berkaca dari duel pertama dengan Usman di UFC 251, Masvidal memiliki keunggulan dalam kecepatan. Pergerakannya yang lincah memudahkan Masvidal dalam bergerak, baik menghindar maupun menyerang.
Satu hal yang perlu dimaksimalkan dari Masvidal dalam keuntungan ini adalah serangan yang efisien dan tepat sasaran. Seperti ketika Stipe Miocic vs Francis Ngannou di kelas berat. Meskipun tidak lincah, namun serangan Ngannou banyak mengenai Miocic.
[Gambas:Video CNN]
2. Ketenangan
Dalam sejumlah pertarungan, Masvidal termasuk petarung yang terlihat nyaris tanpa beban. Wajah Masvidal saat bertarung selalu terlihat tenang. Hal itu juga yang yang terlihat dalam duel pertama dengan Usman di UFC 251.
Bahkan, dalam momen tertentu Masvidal bisa memancing atau meledek lawannya. Ketenangan ini bisa jadi modal bagi Masvidal guna menghindari serangan lawan atau melancarkan serangan kepada lawan.
Flying Knee Masvidal Ancaman bagi Usman
Jorge Masvidal taklukkan Ben Askren dengan Flying Knee. (Sean M. Haffey/Getty Images/AFP)
3. Pukulan Kanan
Sebagai petarung dengan gaya duel ortodoks, pukulan kanan jadi salah satu keunggulan Masvidal. Kendati demikian, saat menyerang atau ingin merobohkan lawan, Masvidal kerap melepaskan pukulan bertubi-tubi dari kedua tangan.
Serangan tersebut ditunjukkan Masvidal sebelum menjatuhkan Nate Diaz pada ronde 1 di UFC 244. Berkat serangan kedua tangan Masvidal, Diaz goyah hingga akhirnya tersungkur dengan tendangan kanannya.
4. Tendangan Kiri
Meski memiliki gaya ortodok, namun bukan berarti Masvidal tidak memiliki serangan kiri. Tendangan kiri Masvidal jadi andalan saat menekan Kamaru Usman di UFC 251.
Tendangan kaki kiri, termasuk serangan lutut kiri berpeluang kembali jadi andalan Masvidal, terutama jika Usman menggunakan teknik gulat atau banyak melakukan rangkulan.
5. Serangan Kejutan
Kemenangan atas Ben Askren di UFC 239 lewat serangan lutut terbang atau flying knee jadi bukti kreativitas Masvidal. Flying knee itu terbilang serangan rahasia yang mengejutkan bagi Askren. Petarung 36 tahun itu bisa kembali mencoba menggunakan teknik serangan tersebut saat rematch dengan Usman.
Teknik tersebut terbilang cocok lantaran Usman tidak akan menjaga jarak dengan Masvidal karena memiliki kelebihan dalam bergulat, sehingga akan selalu mendekat kepada lawannya. Pada saat itu, Masvidal bisa melepaskan serangan-serangan yang mengejutkan Usman.
[Gambas:Video CNN]