European Super League Kecam UEFA dan FIFA

CNN Indonesia | Sabtu, 08/05/2021 19:57 WIB
European Super League melalui Juventus, Real Madrid, dan Barcelona mengecam UEFA dan FIFA terkait ancaman yang mereka terima sejauh ini. Klub-klub Super League mengaku mendapat banyak ancaman. (REUTERS/SUSANA VERA)
Jakarta, CNN Indonesia --

European Super League melalui Juventus, Real Madrid, dan Barcelona mengecam UEFA dan FIFA terkait ancaman yang mereka terima sejauh ini.

Ancaman itu dilontarkan Juventus, Real Madrid, dan Barcelona dalam rilis bersama sebagai respons dari siaran pers UEFA pada Jumat (7/5).

Dalam rilisnya, UEFA akan menghukum berupa denda sebesar 100 juta euro kepada 9 klub pendiri European Super League yang telah keluar. Hukuman itu akan diberikan apabila kesembilan klub itu tampil di Super League.


Selain untuk kesembilan klub, UEFA juga mengancam memberikan sanksi berat kepada tiga klub lain yang sejauh ini bertahan di Super League: Madrid, Barcelona, dan Juventus.

Ketiga klub itu akhirnya memberikan perlawanan pada Sabtu (8/5). Bahkan, dalam rilisnya, Juventus menyebutkan klub pendiri menerima ancaman dari pihak lain.

"Klub pendiri mendapatkan dan terus mendapat tekanan yang tidak bisa diterima, ancaman dan pelanggaran dari pihak ketiga untuk menarik proyek yang diusulkan," demikian pernyataan European Super League.

"Akibatnya, [klub pendiri] berhenti dari hak/kewajiban mereka memberikan solusi bagi ekosistem sepak bola melalui proposal yang konkret dan dialog yang konstruktif," ucap Super League menambahkan.

Menurut Juventus, Madrid, dan Barcelona, tekanan serta ancaman itu tidak bisa ditoleransi secara hukum. Mereka meminta FIFA dan UEFA menahan diri baik secara langsung maupun melalui anggota mereka.

Juventus' Brazilian defender Alex Sandro (C) celebrates after scoring an equalizer during the Italian Serie A football match Juventus vs Parma on April 21, 2021 at the Juventus stadium in Turin. (Photo by Marco BERTORELLO / AFP)Juventus, Madrid, dan Barcelona setia di European Super League. (AFP/MARCO BERTORELLO)

European Super League menjelaskan, proyek mereka memiliki tujuan memberikan solusi atas situasi yang tidak berkelanjutan di sektor sepak bola saat ini.

Para pendiri Super League berpendapat, reformasi struktural diperlukan guna memastikan sepak bola tetap menarik dan bertahan dalam jangka panjang.

Banner Live Streaming MotoGP 2021

Juventus, Madrid, dan Barcelona mengakui European Super League akan berjalan jika diakui UEFA dan FIFA. Akan tetapi, sejauh ini FIFA dan UEFA menolak berdiskusi.

"Terlepas dari keadaan ini, UEFA dan FIFA sejauh ini menolak membangun saluran komunikasi yang memadai," ucap European Super League.

[Gambas:Video CNN]

(sry/sry)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK