ANALISIS

Memori 7-0 dan Tawa Kecil Liverpool Menuju Liga Champions

jal, CNN Indonesia | Minggu, 23/05/2021 10:20 WIB
Liverpool yang tertatih-tatih mengarungi Liga Inggris 2020/2021 kini berada di jalur yang benar untuk lolos ke Liga Champions. Liverpool tak butuh pertolongan tim lain untuk lolos ke Liga Champions musim depan. (AP/Clive Rose)
Jakarta, CNN Indonesia --

Liverpool yang tertatih-tatih mengarungi Liga Inggris 2020/2021 kini berada di jalur yang benar untuk lolos ke Liga Champions.

Liverpool, sama seperti dua pesaing lain yakni Chelsea dan Leicester City akan memasuki hari penentuan. Hari yang bakal menentukan siapa dua tim yang berhak lolos ke Liga Champions mendampingi Manchester City dan Manchester United.

Tidak seperti Chelsea dan Leicester, Liverpool akan menghadapi lawan ringan pada pekan terakhir Liga Inggris. Saat Chelsea tandang ke markas Aston Villa dan Leicester menjamu Tottenham Hotspur, The Reds hanya akan menjamu tim papan bawah, Crystal Palace di Stadion Anfield, Minggu (23/5).


Ditinjau dari aspek manapun, Palace jelas bukan lawan yang sepadan buat Liverpool. Liverpool bisa dibilang unggul segalanya; mulai dari kualitas pemain, permainan di atas lapangan, dan juga pelatih.

Liverpool punya pemain-pemain yang bisa menentukan hasil pertandingan kapanpun. Mulai dari Trent Alexander-Arnold, trio lini depan Mohamed Salah, Roberto Firmino, Sadio Mane, dan bahkan hingga seorang Alisson Becker.

Liverpool's Mohamed Salah, right, scores his side's seventh goal during the English Premier League soccer match between Crystal Palace and Liverpool at Selhurst Park stadium in London, Saturday, Dec. 19, 2020. (Adam Davy/Pool via AP)Liverpool menang telak 7-0 atas Crystal Palace pada pertemuan pertama Liga Inggris. (AP/Adam Davy)

Sedangkan di kubu Palace hanya segelintir pemain yang bisa melakukannya. The Eagles praktis hanya punya Wilfried Zaha dan gelandang serang Eberechi Eze yang dari segi performa tampil bagus musim ini.

Faktor lain yang membuat Liverpool difavoritkan menang karena mereka selalu menang dalam delapan bentrok terakhir dengan Palace di semua ajang. Tim kota pelabuhan terakhir kali kalah dari Palace tahun 2017 lalu.

Ketika itu dua gol Christian Benteke membuat Liverpool menelan kekalahan 1-2 di hadapan publik sendiri. Gol Philippe Coutinho yang sempat membuat fan tuan rumah bersorak akhirnya jadi sia-sia.

Banner Live Streaming MotoGP 2021

Satu catatan lain yang membuat Liverpool tak seharusnya tersandung pada pekan terakhir Liga Inggris yakni kemenangan telak 7-0 pada pertemuan pertama kontra Palace, 19 Desember 2020. Tim pengoleksi 19 gelar Liga Inggris itu membuat kiper Palace, Vicente Guaita harus memungut bola sebanyak tujuh kali dari gawangnya.

Seluruh pemain Liverpool bermain luar biasa Sabtu siang itu. Barangkali bisa dikategorikan sebagai penampilan terbaik Liverpool sebelum masa-masa kering kemenangan melanda mereka.

Kemenangan dengan skor 7-0 itu jadi yang terbesar diukir Liverpool di musim ini. Setelah itu, Salah dkk seperti tertidur dalam upaya mereka mempertahankan gelar Liga Inggris yang diraih musim lalu.

Liverpool kesulitan meraih kemenangan dan mendadak jadi tim yang loyo di kandang. Alhasil, Liverpool terlempar dari puncak klasemen, gagal mempertahankan gelar Liga Inggris yang diamankan Man City, dan dibayang-bayangi kemungkinan bermain di Liga Europa musim depan.

[Gambas:Video CNN]

Terbantu Inkonsistensi Tim Pesaing

BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK