Thypoon Bisa Untungkan Surfer Indonesia di Olimpiade Tokyo

jun, CNN Indonesia | Sabtu, 24/07/2021 02:32 WIB
Potensi typhoon yang melanda Jepang pada Minggu (25/7) dianggap bisa menguntungkan surfer Indonesia di Olimpiade Tokyo 2020. Rio Waida jadi andalan Indonesia di cabang surfing Olimpiade Tokyo 2020. (Arsip Tipi Jabrik/PSOI)
Jakarta, CNN Indonesia --

Pelatih surfing Indonesia Tipi Jabrik Noventin menilai potensi typhoon yang melanda Jepang pada Minggu (25/7) bisa menguntungkan surfer Indonesia di Olimpiade Tokyo 2020.

Keuntungan bisa terjadi jika lokasi venue surfing Olimpiade Tokyo di Tsurigaski Surfing Beach mendapatkan dampak yang bagus dari keberadaan typhoon itu sendiri.

"Typhoon ini badai tropis yang untuk surfing adalah sesuatu yang sangat kami inginkan. Kalau di Jepang bagus, karena ombaknya sesuai. Tapi dengan syarat kami dapat kondisi yang bagus."


"Kalau di daerah yang bawa hujan badai, ombaknya jadi tidak bagus. Kalau kena bagian typhoon yang bagus, ombaknya bisa jadi bagus," kata Tipi kepada CNNIndonesia.com, Jumat (23/7).

Tipi mengaku baru akan mendapatkan kepastian lebih lanjut dari panitia penyelenggara cabang olahraga surfing Olimpiade Tokyo pada pertemuan teknis yang digelar besok, Sabtu (24/7).

"Besok baru ada technical meeting. Soalnya ada berita yang bilang typhoon tanggal 25 dan 26 nya off. Tapi itu semua masih belum resmi. Resminya jam 3 sore waktu sini [Jepang]. Semua tergantung alam, bisa diprediksi tapi kejadiannya bisa beda," jelas Tipi.

Rio Waida yang turun di nomor short board akan bertanding di ronde 1 dan 2 Olimpiade Tokyo pada Minggu (25/7). Sementara putaran 3 akan dihelat Senin (26/7), kemudian berlanjut ke babak perempat final dan semifinal pada Selasa (27/7). Perebutan medali perunggu dan medali emas menurut jadwal baru akan digelar pada Rabu (28/7).

Di sisi lain, typhoon juga sempat mempengaruhi penerbangan kloter terakhir kontingen Indonesia yang membawa dua atlet atletik ke Olimpiade Tokyo. Rencananya kedua atlet atletik, Lalu Muhammad Zohri dan Alvin Tehupeiory beserta kedua pelatih bersama dengan Sekjen NOC dan Tim Chef de Mission (CdM) serta tim head quarter lain akan berangkat Sabtu (24/7).

[Gambas:Video CNN]

Pihak maskapai Japan Airlines sempat menginformasikan bakal terjadi perubahan jadwal sebelum memastikan penerbangan bakal sesuai jadwal pada Sabtu (24/7) pukul 21.55 WIB.

"Sudah dikabarkan oleh pihak maskapai penerbangan tetap sesuai jadwal karena kabarnya typhoon itu di tanggal 26. Tapi belum tahu juga ini semua kan masih prediksi," sebut Ferry Kono, Sekjen NOC Indonesia ketika dikonfirmasi.

Rio WaidaRio Waida (kanan) berpeluang bikin kejutan di Olimpiade Tokyo 2020. (Screenshot via riowaida_)

CNN melaporkan, Typhoon In-Fa sedang melanda pulau-pulau di Selatan Jepang. Badai itu bisa membawa total curah hujan yang sangat deras hingga ke China dan Taiwan.

Ancaman tropis untuk bagian utara dan tengah Jepang ini berpotensi berdampak pada penyelenggaraan Olimpiade Tokyo yang dimulai secara resmi pada Jumat (23/7) sampai 8 Agustus mendatang. Typhoon In-Fa saat ini terletak sekitar 200 mil (320 kilometer) dari Okinawa dan mulai bergerak ke barat laut.

Banner Live Streaming MotoGP 2021

Kecepatan angin maksimum badai mencapai 95 mph (150 kph), pada pukul 5 sore. Selain angin kencang, hujan deras masih akan terjadi di daerah dekat Miyakojima dengan perkiraan curah hujan tambahan sebesar 20-plus inci (500-plus milimeter).

Dari laporan panduan model selama beberapa hari telah mengindikasikan risiko badai tropis atau topan untuk bagian utara dan tengah Jepang pada Minggu (25/7) atau Senin (26/7) yang dapat mengganggu beberapa agenda Olimpiade di Tokyo.

(jun/jun)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK