5 Perbedaan Real Madrid Era Ancelotti dan Zidane
Di era Zidane, ofensif Madrid tidak begitu mengesankan dan terlalu bergantung pada Karim Benzema, tetapi mereka juga kebobolan lebih sedikit. Sementara Ancelotti mengorbankan sedikit pertahanan demi pendekatan permainan menyerang yang lebih dinamis.
Membenahi lini belakang Madrid memang bukan pekerjaan mudah selepas ditinggal dua bek andalan mereka, Sergio Ramos (Paris Saint Germain) dan Raphael Varane (Manchester United).
Ancelotti Rekrut Kembali Pintus
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Zidane adalah orang pertama yang mempekerjakan Antonio Pintus sebagai pelatih fisik. Namun, hubungan keduanya memburuk dan Pintus pergi ketika Zidane kembali jadi pelatih Madrid untuk kali kedua.
Sementara Ancelotti memilih untuk mendatangkan kembali Pintus ke lapangan. Hasilnya, Madrid lebih energik musim ini meski masalah cedera pemain tetap terjadi.
Lebih Percaya Pemain Muda
Zidane sering kali membuat bingung manajemen Madrid karena lebih percaya kepada wajah-wajah lama. Namun, Ancelotti mencoba merejamakan skuad dengan memberi porsi pemain muda lebih banyak.
Eks pelatih Bayern Munchen itu lebih banyak memberikan kepercayaan kepada Vinicius Jr dan Fede Valverde yang punya peran besar di lini tengah. Kedatangan Eduardo Camavinga juga isyarat peremajaan di ilni tengah.
Keputusan Ancelotti lebih banyak memainkan Miguel Gutierrez ketimbang Marcelo semakin menunjukkan komitmennya untuk merombak skuad. Ia juga tidak terlau bergantung kepada Eden Hazard yang lebih banyak berkutat dengan cedera.
Gareth Bale bergairah lagi bela Real Madrid pimpinan Carlo Ancelotti. (REUTERS/VINCENT WEST) |
Selesaikan Konflik Bale
Tak dimungkiri, Zidane tidak memasukkan Gareth Bale dalam rencana masa depan Madrid ketika menjabat pelatih untuk kedua kalinya. Ia bahkan mendorong Bale untuk keluar dari Madrid.
Bale sempat lontang-lantung dan gelisah di bangku cadangan hingga akhirnya dipinjamkan ke Tottenham Hotspur. Winger internasional Wales itu bahkan sempat memikirkan untuk pensiun dini.
Namun, Ancelotti memberikan kesempatan kedua kepada Bale untuk membuktikan diri. Sang pemain seperti terlahir kembali dan menuai pujian karena penampilan impresifnya sebelum ia harus menepi kembali karena cedera.
(jun/ptr)Real Madrid di bawah kendali Carlo Ancelotti punya perbedaan yang cukup signifikan dibanding era Zinedine Zidane.
Zidane banyak belajar dari Ancelotti ketika menjadi asisten pelatih. Keduanya memiliki beberapa kesamaan namun Ancelotti mencoba merevolusi skuad Los Blancos yang telah ditinggal Zidane.
Pelatih asal Italia tersebut menggunakan beberapa pemain yang diabaikan Zidane musim lalu hingga kemudian bersinar kembali.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat ini, Madrid tak terkalahkan di empat pertandingan Liga Spanyol. Tiga di antaranya menang dan satus-satunya imbang adalah saat melawat ke markas Levante dengan skor 3-3.
Tim Ibu Kota Spanyol itu juga membuktikan diri sebagai tim yang harus diperhitungkan dalam perburuan gelar juara Liga Champions musim ini usai meraih kemenangan 1-0 atas Inter Milan di Giuseppe Meazza.
Marca melansir, setidaknya ada lima perbedaan mencolok antara Ancelotti dan Zidane merujuk penampilan El Real pada awal musim 2021/2022.
Percaya pada Vinicius
Vinicius Junior memang sering menjadi starter di era Zidane namun pemain asal Brasil itu tidak pernah sepenuhnya meyakinkan pelatih asal Prancis itu. Kini, Vini tampil sebagai pemain yang berbeda di bawah Ancelotti.
Winger asal Brasil itu sempat pesimistis bakal bertahan di Madrid seiring dengan rumor kedatangan Kylian Mbappe dari Paris Saint Germain.
Vinicius Junior makin percaya diri di bawah pimpinan Carlo Ancelotti. (AFP/GABRIEL BOUYS) |
Namun, Ancelotti memintanya datang lebih cepat dari masa liburan akhir musim untuk gabung dengan tim. Eks pelatih Juventus itu menegaskan Vinicius masuk dalam rencananya terlepas dari kepastian Mbappe.
Negosiasi Madrid dan PSG mandek dan Mbappe gagal tiba di Santiago Bernabeu. Sementara Vinicius membayar kepercayaan Ancelotti dengan peforma terbaiknya. Motivasi dan cara bermain Vinicius mulai terlihat sebagai pemain bintang top dunia.
Zidane Lebih Solid Bertahan
Di musim terakhir Zidane, meski gagal meraih gelar, pertahanan Real Madrid sangat solid. Dari Februari hingga Mei, Los Merengues hanya kalah sekali, yakni saat melawat ke markas Chelsea Stamford Bridge.
Meski dihantui cedera pemain, Zidane mampu meramu lini belakang Madrid tetap solid dan terbukti sulit ditembus.
Sementara Ancelotti lebih menyukai pendekatan permainan dengan karakter menyerang. Hanya saja ia dianggap masih perlu membuat benteng pertahanan Madrid lebih ketat.
Baca lanjutan berita ini di halaman berikutnya>>>
Bale Dibuang Zidane, Disayang Ancelotti
Zinedine Zidane tak menginginkan Gareth Bale di Real Madrid. (AFP/GABRIEL BOUYS)
Di era Zidane, ofensif Madrid tidak begitu mengesankan dan terlalu bergantung pada Karim Benzema, tetapi mereka juga kebobolan lebih sedikit. Sementara Ancelotti mengorbankan sedikit pertahanan demi pendekatan permainan menyerang yang lebih dinamis.
Membenahi lini belakang Madrid memang bukan pekerjaan mudah selepas ditinggal dua bek andalan mereka, Sergio Ramos (Paris Saint Germain) dan Raphael Varane (Manchester United).
Ancelotti Rekrut Kembali Pintus
Zidane adalah orang pertama yang mempekerjakan Antonio Pintus sebagai pelatih fisik. Namun, hubungan keduanya memburuk dan Pintus pergi ketika Zidane kembali jadi pelatih Madrid untuk kali kedua.
Sementara Ancelotti memilih untuk mendatangkan kembali Pintus ke lapangan. Hasilnya, Madrid lebih energik musim ini meski masalah cedera pemain tetap terjadi.
Lebih Percaya Pemain Muda
Zidane sering kali membuat bingung manajemen Madrid karena lebih percaya kepada wajah-wajah lama. Namun, Ancelotti mencoba merejamakan skuad dengan memberi porsi pemain muda lebih banyak.
Eks pelatih Bayern Munchen itu lebih banyak memberikan kepercayaan kepada Vinicius Jr dan Fede Valverde yang punya peran besar di lini tengah. Kedatangan Eduardo Camavinga juga isyarat peremajaan di ilni tengah.
Keputusan Ancelotti lebih banyak memainkan Miguel Gutierrez ketimbang Marcelo semakin menunjukkan komitmennya untuk merombak skuad. Ia juga tidak terlau bergantung kepada Eden Hazard yang lebih banyak berkutat dengan cedera.
Gareth Bale bergairah lagi bela Real Madrid pimpinan Carlo Ancelotti. (REUTERS/VINCENT WEST) |
Selesaikan Konflik Bale
Tak dimungkiri, Zidane tidak memasukkan Gareth Bale dalam rencana masa depan Madrid ketika menjabat pelatih untuk kedua kalinya. Ia bahkan mendorong Bale untuk keluar dari Madrid.
Bale sempat lontang-lantung dan gelisah di bangku cadangan hingga akhirnya dipinjamkan ke Tottenham Hotspur. Winger internasional Wales itu bahkan sempat memikirkan untuk pensiun dini.
Namun, Ancelotti memberikan kesempatan kedua kepada Bale untuk membuktikan diri. Sang pemain seperti terlahir kembali dan menuai pujian karena penampilan impresifnya sebelum ia harus menepi kembali karena cedera.
Gareth Bale bergairah lagi bela Real Madrid pimpinan Carlo Ancelotti. (REUTERS/VINCENT WEST)
Vinicius Junior makin percaya diri di bawah pimpinan Carlo Ancelotti. (AFP/GABRIEL BOUYS)