Fabio Quartararo resmi juara dunia MotoGP 2021. (AP/Antonio Calanni)
Jakarta, CNN Indonesia --
Butuh enam tahun bagi Yamaha untuk kembali merebut gelar juara dunia MotoGP lewat Fabio Quartararo. Dan untuk kali kesekian sukses Yamaha menyabet gelar juara dunia diwarnai dengan konflik internal.
Quartararo tidak bisa menahan haru usai MotoGP Emilia Romagna 2021, Minggu (24/10). Masih menggunakan helm usai balapan di Sirkuit Misano, Quartararo menangis setelah mengetahui gelar juara dunia MotoGP 2021 jadi miliknya.
Sedikit orang memprediksi Quartararo akan mampu menjadi juara dunia MotoGP di tahun ketiganya tampil di kelas primer Grand Prix. Hal itu wajar, karena Quartararo tidak menunjukkan hasil yang hebat saat tampil di Moto3 dan Moto2.
Sejak melakoni debut Grand Prix pada 2015, Quartararo dianggap sebagai pembalap medioker. Dari 67 balapan di kelas Moto3 dan Moto2, pembalap berjuluk El Diablo itu hanya mampu meraih 1 kemenangan dan 3 podium.
Tapi keputusan Petronas Yamaha merekrut Quartararo pada 2019 langsung membuahkan hasil positif. Hanya dalam waktu satu musim pembalap dengan nomor 20 itu langsung mendapat julukan yang sangat berat untuk dipikul: 'Anti-Marquez'.
Di musim pertama Quartararo langsung tujuh kali finis podium di MotoGP 2019. Musim berikutnya Quartararo membuang peluang emas untuk menjadi juara dunia setelah dikalahkan Joan Mir. Padahal Marc Marquez tidak bersaing musim lalu karena cedera.
Meski gagal di MotoGP 2020, Yamaha tetap menganggap Quartararo adalah solusi tepat untuk mengakhiri paceklik gelar juara dunia. Bahkan tim pabrikan asal Yamaha itu rela mendepak Valentino Rossi demi memberi ruang kepada Quartararo.
Perlu diingat, jarak enam tahun untuk merebut gelar juara dunia MotoGP adalah yang terlama dalam sejarah Yamaha. Sebelumnya sejak merebut gelar juara dunia MotoGP pertama pada 2004 bersama Rossi, Yamaha paling lama hanya butuh dua tahun tanpa gelar sebelum kembali menyabet juara dunia.
Maverick Vinales hengkang dari Yamaha di tengah jalan. (Photo by KARIM JAAFAR / AFP)
Kombinasi kedewasaan dan dukungan 100 persen Yamaha, Quartararo akhirnya sukses merebut gelar juara dunia MotoGP 2021, mengakhiri paceklik gelar Yamaha. Kepastian didapat setelah Francesco Bagnaia gagal finis di MotoGP Emilia Romagna. Keunggulan 62 poin Quartararo sudah tidak mampu dikejar Bagnaia.
Setelah enam tahun berlalu, Yamaha akhirnya mengambil keputusan yang tepat. Meski harus membuang sejumlah pembalap top seperti Rossi dan Maverick Vinales, Quartararo mampu menjawab kepercayaan yang diberikan Yamaha.
Baca lanjutan berita ini di halaman berikutnya>>>
Sebuah kebetulan atau tidak, Yamaha sekali lagi merebut gelar juara dunia MotoGP saat tim mengalami konflik internal. Mengalami konflik sudah seperti ritual bagi Yamaha sebelum merebut gelar juara dunia.
Terakhir Yamaha merebut gelar juara dunia MotoGP 2015 diwarnai dengan konflik internal antara dua pembalap: Jorge Lorenzo dan Valentino Rossi.
Ketika itu Rossi menuduh Lorenzo mendapat bantuan dari Marc Marquez dalam perebutan gelar juara dunia MotoGP 2015. Lorenzo kemudian mengalahkan Rossi setelah The Doctor terkena hukuman start dari posisi terakhir di MotoGP Valencia 2015.
Konflik internal yang melibatkan Rossi dengan Lorenzo juga muncul saat Yamaha merebut gelar juara dunia MotoGP 2008, 2009, dan 2010. Rossi dalam wawancara dengan BT Sport belum lama ini menganggap Yamaha tidak menghormatinya dengan merekrut pembalap 'cepat' dalam diri Lorenzo pada 2008.
Musim ini konflik internal di dalam tubuh tim Yamaha juga mewarnai sukses Quartararo menjadi juara dunia MotoGP 2021. Konflik internal itu diwarnai dengan insiden Maverick Vinales yang memutuskan kontrak dengan Yamaha usai balapan MotoGP Styria.
Maverick Vinales bermasalah dengan Yamaha pada musim ini. (AFP/RONNY HARTMANN)
Meski tidak memiliki masalah secara langsung dengan Quartararo, Vinales menuduh Yamaha lebih mengutamakan Quartararo di MotoGP 2021. Sesuatu yang juga dirasakan Vinales ketika menjadi rekan setim Rossi di Yamaha.
Musim depan Yamaha mungkin bisa sedikit merasa tenang karena Quartararo akan berduet dengan Franco Morbidelli. Duet Quartararo-Morbidelli terbukti kompetitif saat memperkuat Petronas Yamaha.
Meski begitu ancaman konflik internal bisa tetap dialami Yamaha musim depan. Morbidelli akan fit 100 persen bersama Yamaha musim depan dan bisa menjadi ancaman Quartararo dalam mempertahankan gelar juara dunia MotoGP.
Konsentrasi Yamaha bisa kembali pecah, seperti era Rossi dan Lorenzo, jika Morbidelli mampu lebih kompetitif daripada Quartararo di MotoGP 2022. Terlebih Morbidelli untuk kali pertama menggunakan sepeda motor M1 Yamaha spek pabrikan musim depan.
Kehadiran Marc Marquez yang akan 100 persen dari cedera bersama Repsol Honda juga akan menambah tekanan bagi Quartararo musim depan. Marquez yang fit dan sehat berarti tekanan yang lebih besar bagi El Diablo.
Butuh enam tahun bagi Yamaha untuk kembali merebut gelar juara dunia MotoGP lewat Fabio Quartararo. Dan untuk kali kesekian sukses Yamaha menyabet gelar juara dunia diwarnai dengan konflik internal.
Quartararo tidak bisa menahan haru usai MotoGP Emilia Romagna 2021, Minggu (24/10). Masih menggunakan helm usai balapan di Sirkuit Misano, Quartararo menangis setelah mengetahui gelar juara dunia MotoGP 2021 jadi miliknya.
Sedikit orang memprediksi Quartararo akan mampu menjadi juara dunia MotoGP di tahun ketiganya tampil di kelas primer Grand Prix. Hal itu wajar, karena Quartararo tidak menunjukkan hasil yang hebat saat tampil di Moto3 dan Moto2.
Sejak melakoni debut Grand Prix pada 2015, Quartararo dianggap sebagai pembalap medioker. Dari 67 balapan di kelas Moto3 dan Moto2, pembalap berjuluk El Diablo itu hanya mampu meraih 1 kemenangan dan 3 podium.
Tapi keputusan Petronas Yamaha merekrut Quartararo pada 2019 langsung membuahkan hasil positif. Hanya dalam waktu satu musim pembalap dengan nomor 20 itu langsung mendapat julukan yang sangat berat untuk dipikul: 'Anti-Marquez'.
Di musim pertama Quartararo langsung tujuh kali finis podium di MotoGP 2019. Musim berikutnya Quartararo membuang peluang emas untuk menjadi juara dunia setelah dikalahkan Joan Mir. Padahal Marc Marquez tidak bersaing musim lalu karena cedera.
Meski gagal di MotoGP 2020, Yamaha tetap menganggap Quartararo adalah solusi tepat untuk mengakhiri paceklik gelar juara dunia. Bahkan tim pabrikan asal Yamaha itu rela mendepak Valentino Rossi demi memberi ruang kepada Quartararo.
Perlu diingat, jarak enam tahun untuk merebut gelar juara dunia MotoGP adalah yang terlama dalam sejarah Yamaha. Sebelumnya sejak merebut gelar juara dunia MotoGP pertama pada 2004 bersama Rossi, Yamaha paling lama hanya butuh dua tahun tanpa gelar sebelum kembali menyabet juara dunia.
Maverick Vinales hengkang dari Yamaha di tengah jalan. (Photo by KARIM JAAFAR / AFP)
Kombinasi kedewasaan dan dukungan 100 persen Yamaha, Quartararo akhirnya sukses merebut gelar juara dunia MotoGP 2021, mengakhiri paceklik gelar Yamaha. Kepastian didapat setelah Francesco Bagnaia gagal finis di MotoGP Emilia Romagna. Keunggulan 62 poin Quartararo sudah tidak mampu dikejar Bagnaia.
Setelah enam tahun berlalu, Yamaha akhirnya mengambil keputusan yang tepat. Meski harus membuang sejumlah pembalap top seperti Rossi dan Maverick Vinales, Quartararo mampu menjawab kepercayaan yang diberikan Yamaha.
Baca lanjutan berita ini di halaman berikutnya>>>
Deja Vu Lorenzo vs Rossi
Jorge Lorenzo dan Valentino Rossi pernah berseteru di Yamaha. (AFP PHOTO / JEAN-FRANCOIS MONIER)
Sebuah kebetulan atau tidak, Yamaha sekali lagi merebut gelar juara dunia MotoGP saat tim mengalami konflik internal. Mengalami konflik sudah seperti ritual bagi Yamaha sebelum merebut gelar juara dunia.
Terakhir Yamaha merebut gelar juara dunia MotoGP 2015 diwarnai dengan konflik internal antara dua pembalap: Jorge Lorenzo dan Valentino Rossi.
Ketika itu Rossi menuduh Lorenzo mendapat bantuan dari Marc Marquez dalam perebutan gelar juara dunia MotoGP 2015. Lorenzo kemudian mengalahkan Rossi setelah The Doctor terkena hukuman start dari posisi terakhir di MotoGP Valencia 2015.
Konflik internal yang melibatkan Rossi dengan Lorenzo juga muncul saat Yamaha merebut gelar juara dunia MotoGP 2008, 2009, dan 2010. Rossi dalam wawancara dengan BT Sport belum lama ini menganggap Yamaha tidak menghormatinya dengan merekrut pembalap 'cepat' dalam diri Lorenzo pada 2008.
Musim ini konflik internal di dalam tubuh tim Yamaha juga mewarnai sukses Quartararo menjadi juara dunia MotoGP 2021. Konflik internal itu diwarnai dengan insiden Maverick Vinales yang memutuskan kontrak dengan Yamaha usai balapan MotoGP Styria.
Maverick Vinales bermasalah dengan Yamaha pada musim ini. (AFP/RONNY HARTMANN)
Meski tidak memiliki masalah secara langsung dengan Quartararo, Vinales menuduh Yamaha lebih mengutamakan Quartararo di MotoGP 2021. Sesuatu yang juga dirasakan Vinales ketika menjadi rekan setim Rossi di Yamaha.
Musim depan Yamaha mungkin bisa sedikit merasa tenang karena Quartararo akan berduet dengan Franco Morbidelli. Duet Quartararo-Morbidelli terbukti kompetitif saat memperkuat Petronas Yamaha.
Meski begitu ancaman konflik internal bisa tetap dialami Yamaha musim depan. Morbidelli akan fit 100 persen bersama Yamaha musim depan dan bisa menjadi ancaman Quartararo dalam mempertahankan gelar juara dunia MotoGP.
Konsentrasi Yamaha bisa kembali pecah, seperti era Rossi dan Lorenzo, jika Morbidelli mampu lebih kompetitif daripada Quartararo di MotoGP 2022. Terlebih Morbidelli untuk kali pertama menggunakan sepeda motor M1 Yamaha spek pabrikan musim depan.
Kehadiran Marc Marquez yang akan 100 persen dari cedera bersama Repsol Honda juga akan menambah tekanan bagi Quartararo musim depan. Marquez yang fit dan sehat berarti tekanan yang lebih besar bagi El Diablo.